
Saat ini Devin menyuruh Sandra untuk lembur bersamanya, sebenarnya Devin terpaksa melakukan ini semua karena Evan tidak bisa menemani dan hanya Sandra yang bisa diandalkan saat ini. Sandra yang berada di ruangannya sedang sibuk dengan berkas dan laptopnya, begitu juga dengan dirinya. Namun tetap saja Devin merasa tidak enak, bahkan sesekali dia juga melirik ke arah Sandra dan sialnya saat ini Sandra melepaskan blazernya dan dia bisa melihat lekuk tubuh Sandra yang sangat menggoda dan miliknya yang begitu besar, bagaimana juga Devin juga lelaki normal bohong saja dia tidak tergoda akan tetapi dia ingat Alena, wanita yang dia cintai selama ini dan seterusnya.
Devin mengusap wajahnya dengan kasar, lalu beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamar mandi yang berada di ruangannya. Devin duduk di closet dan kembali mengusap wajahnya, Devin juga merogoh hpnya yang berada di kantong saku celananya, Devin lalu mengirimkan pesan pada Alena. Karena menunggu beberapa lama tidak ada balasan dari Alena, Devin beranjak dan membasuh wajahnya. Devin keluar dari kamar mandi dan melihat Sandra baru saja masuk ke dalam ruangannya membawa nampan.
“Tuan, ini saya buatkan kopi untuk tuan,” ucap Sandra, sambil menaruh kopi itu ke meja Devin.
“Terima kasih San,” ucap Devin yang kini sudah kembali duduk di kursi kebesarannya, sedangkan Sandra hanya mengangguk dan kembali duduk di sofa.
Waktu sudah menunjukkan pukul 02.30kst dini hari dimana mereka baru selesai, dan saat itu juga Devin mengajak Sandra untuk segera pulang, namun sayangnya harus ada saja kendalanya dimana Sandra tidak membawa mobil dan mau tidak mau Devin harus mengantarkan sekretarisnya itu sampai di rumah, Devin juga tidak mungkin juga membiarkan sekretarisnya ini naik taksi sendirian di jam dimana semua orang seharusnya masih tertidur pulas.
“Tuan,” panggil Sandra pelan, dan Devin hanya menoleh ke arah Sandra tanpa menjawabnya.
__ADS_1
“Apa saya boleh minta tolong pada tuan,” ucap Sandra kembali.
Hingga akhirnya Devin menepikan mobilnya dan menoleh ke arah Sandra kembali. “Minta tolong apa San?” tanya Devin.
“A-apa t-tuan mau? S-saya minta tolong tuan untuk mengaitkan bra saya yang copot,” ucap Sandra terbata-bata, dan jujur saja ini sangat memalukan namun ini juga kesempatan dirinya untuk merayu Devin agar jatuh ke pelukannya dan dengan begitu dia akan mudah mendapatkan Devin dengan mudah.
Dengan tatapan tajam Devin, Sandra hanya bisa menundukkan wajahnya. “A-apa k-kamu sudah gila San,” ucap Devin dengan kedua tangannya mengepal.
Namun bukannya menjalankan mobilnya kembali Devin masih diam dan memikirkan semuanya, dan entah apa yang dia pikirkan dia mau membantu Sandra untuk mengaitkan bra’nya yang lepas tadi. Dengan hati-hati kedua tangan Devin masuk ke dalam, dia bisa merasakan kulit tubuh Sandra yang lembut, dia berusaha mencari penghubung bra milik Sandra hingga tidak sengaja tangan Devin menyentuh milik Sandra, sehingga membuatnya terdiam sejenak. Akan tetapi tidak dengan tangan Sandra yang menuntun tangan Devin untuk meremasnya, dan Devin hanya menurutinya dia meremas milik Sandra dengan kencang hingga membuat Sandra mendesah.
“Ahh, sttssh. Iya, tuan lebih kencang hm,” desisnya, bahkan satu tangan Sandra juga menuntun tangan Devin untuk menyentuh area intimnya yang sedari tadi sudah basah, akan tetapi dengan cepat Devin sadar dan dia menarik tangannya dengan kasar.
__ADS_1
“Apa yang kamu lakukan Sandra? Kamu keterlaluan, kamu mau menggoda saya hm,” ucap Devin dan tatapan yang begitu menakutkan, dan saat itu juga Devin segera kembali melajukan mobilnya, Devin melajukan mobilnya dengan kencang agar sampai di rumah Sandra.
Ada rasa bersalah di benak Devin dimana dia bisa-bisanya melakukan hal itu pada wanita lain? Bagaimana jika nanti Sandra mengatakan itu pada semua orang? Bagaimana nasib keluarganya, apa lagi Alena pasti dia akan marah kepadanya. Devin benar-benar sangat bodoh dan ceroboh, Devin melajukan langkahnya lebih cepat agar sampai lebih cepat di kamarnya. Saat masuk ke dalam kamar dia mendapati Alena yang sudah tertidur dengan menggunakan lingerie dimana bisa memperlihatkan tubuh Alena, Devin melepaskan jas, sepatu, dan juga dasinya dan di buang ke sembarang arah. Devin merangkak keatas ranjang dan menyingkap lingerie yang Alena gunakan ke atas, Devin mendekatkan wajahnya ke **** ***** Alena, Devin menjulurkan lidahnya menjilat are intim Alena.
Entah sudah berapa menit melakukannya hingga membuat Alena mendesah bahkan sampai membuka matanya dan mendapati suaminya bermain di area intimnya hingga membuat dia sebentar lagi ingin keluar, Devin yang tahu segera menyibakkan lingerie ke samping dan kembali melakukannya kembali dan beberapa detik kemudian tubuh Alena bergetar dan menjerit, yang mana sangat terdengar sexy di telinga Devin.
“Dev, kamu sudah kembali?” tanya Alena denga suara paraunya, dan Devin hanya mengangguk sambil menatap wajah cantik istrinya.
“Malam ini aku sangat menginginkan kamu honey,” ucap Devin dengan suara beratnya, dimana Devin yang sudah dipenuhi oleh kabut gairah.
Alena mengangguk dan saat itu juga Devin tidak menyia-nyiakan kesempatannya, Devin langsung menerkam Alena dan melewati malam panas mereka dan ruangan kamar mereka dipenuhi dengan ******* mereka berdua, dan mereka berdua baru berhenti saat waktu menunjukkan 05.30kst. Ya, hari sudah pagi dan mereka berdua berhenti, bahkan Devin sebelum tidur dia mengirimkan pesan pada Evan untuk menghandel pekerjaannya di kantor hari ini, baru setelah itu Devin berbaring di samping Alena dan memejamkan matanya, bahkan dia juga memeluk tubuh Alena dengan sangat erat.
__ADS_1
Siang pun tiba, dimana Alena bangun lebih dulu dan merasakan badannya yang begitu sangat remuk dimana tadi malam permain panas mereka yang begitu hebat, dan entah sudah berapa kali Alena keluar. Bahkan Alena seolah di buat mabuk oleh permainan Devin yang begitu luar biasa, Alena menoleh ke samping dan mendapati suaminya yang masih tertidur dengan pulas, bahkan wajahnya juga sangat terlihat tampan.