
Sore hari yang begitu cerah, sore ini Sandra sedang duduk sendirian. Dia sedang duduk di bangku taman sendirian, entah apa yang dia lakukan disni yang pasti dia hanya ingin menghirup udara segar. Sudah selama satu minggu dia tidak pernah keluar dari apartemennya, bahkan sehari-harinya dia hanya menghabiskan waktu tidur, nonton, atau mengerjakan yang bisa kerjakan di dalam apartemen, bahkan untuk makan saja Sandra lebih memilih delivery. Selain itu Austin juga sempat datang ke apartemennya namun dia tidak membukakan pintu apartemennya sama sekali, bahkan telepon dari Austin dia tak menjawabnya.
Sandra melamun, menatap ke depan lurus, entah apa yang dia pikirkan saat ini. Yang pasti keinginannya untuk mendapatkan Devin tidak akan terhenti begitu saja, sedang untuk urusannya dengan Austin, dia akan mengalihkan perhatiannya agar terkecoh dan saat itulah rencananya akan berhasil.
“Karena aku yakin, jika semuanya akan berjalan dengan lancar dan sesuai rencanaku. Aku Sandra yang tidak mudah di kalahkan oleh Austin maupun Devin,” ucapnya pelan, dengan senyum jahatnya.
Sandra menghela nafas panjangnya, dia pun beranjak dari duduknya. Dia berniat akan kembali ke apartemennya, dia ingin membersihkan diri, dia akan mengajak Devin makan malam dan tentu saja dia akan terus berhati-hati terhadap Austin.
__ADS_1
Sampai di apartemen, Sandra langsung menuju ke dalam kamar mandi. Tidak membutuhkan waktu lama kini Sandra sudah selesai mandi, dia keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe. Dia duduk di meja rias, dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Devin. Akan tetapi saat dia asik memoleskan make up ke wajahnya, tiba-tiba saja bunyi bel apartemennya menandakan ada yang bertamu dan mau tidak mau Sandra harus segera membukakan pintunya. Saat itu juga wajah Austin yang dia lihat sudah berada di depan pintu apartemennya, Austin yang masih lengkap menggunakan baju formalnya.
“K-kamu k-kenapa ada di sini?” tanya Sandra dengan terbata-bata, pasalnya dia selama satu minggu ini berusaha menghindari Austin bagaimana caranya agar dia tidak bertemu dengannya.
“Why? Apa aku salah, ok, selama satu minggu ini sudah cukup untukmu berpikir dan berusaha menghindariku Sandra, karena pada dasarnya memang kamu hanya milikku seorang,” ucap Austin, bahkan dia juga menerobos masuk ke dalam apartemen Sandra tanpa menunggu persetujuan dari Sandra.
“Baby, kamu baru selesai mandi?” tanya Austin, saat ini Austin memang sedang menatapnya dengan intens.
__ADS_1
“Ya, menurut kamu,” ucap Sandra, lalu dia langsung duduk di sofa.
Austin hanya tersenyum saja dengan sifat Sandra yang selalu di tunjukkan padanya saat bersama. Mungkin dulu sikap Sandra masih baik-baik saja saat masih menjadi atasan dan bawahan, namun keadaan itu berbeda saat Austin menyatakan perasaannya pada Sandra, pada kenyataannya Sandra memang tidak mau menjalin hubungan dengan serius, yang dia inginkan hanya uang dan setelahnya dia akan pergi begitu saja. Austin tahu kenapa Sandra melakukan itu semua karena dia terlahir dari seorang wanita yang biasa saja dan tidak hanya itu ibu Sandra juga sering mengalami kdrt dari papa Sandra. Hingga akhirnya orang tua mereka bercerai dan saat itu juga ibu Sandra meninggal dunia saat usianya masih 15 tahun, saat itulah kehidupan Sandra berubah.
“Baby, kamu tahu? Aku berharap kamu akan memikirkan lagi tentang ajakanku,” ucap Austin yang saat ini sudah duduk di samping Sandra, dengan senyumannya yang manis dan Sandra yakin jika wanita di luaran sana melihat senyum Austin maka para wanita itu akan terkagum-kagum tapi tidak dengannya karena semua lelaki itu sama saja dan hanya nafsunya saja besar yang selalu ingin di puaskan setelah membayar wanitanya dengan uang besar.
“Buat apa? Kenapa aku harus memikirkannya kembali. Bagiku sudah cukup Austin dengan selama ini yang pernah aku alami dan itu semua sudah membuktikannya dengan jelas,” ucap Sandra dingin, saat itu juga beranjak dari duduknya berjalan ke arah kamarnya memasuki walk in closet.
__ADS_1
Sandra melepaskan bathrobenya dan mengganti pakaiannya, bahkan dia juga tidak menyadari dengan kedatangan Austin, saat itu juga Austin hanya bisa memandangi tubuh Sandra dan hanya menatapnya saja tanpa ingin menyentuhnya.