
Hubungan mereka yang semakin serius membuat Evan secepatnya mengikat Alice dengan mereka bertunangan lebih dahulu dan pertunangannya akan diadakan besok malam. Pertunangan mereka akan di adakan di rumah Devin dan Alena, memang ini semua keinginan Devin, karena bagaimana juga mereka adalah keluarga Alice. Bahkan berita pertunangan Alice dan Evan ini sudah tersebar di kalangan karyawan Devin, dan membuat mantan Evan dengar, namun seorang Katty, dia sudah tidak peduli dengan semua itu. Baginya Evan adalah masa lalunya dan hari-harinya kini sudah di isi oleh seorang lelaki bernama Gladwin yang dikenalnya melalui aplikasi dating beberapa bulan yang lalu.
“Pagi Katt,” ucap Evan, yang baru saja datang dan dia pun membawa undangan agar Katty datang ke pesta pertunangannya dengan Alice.
“Apa ini? Kamu mengundangku?” tanya Katty sambil menatap Evan.
“Tentu saja, dan aku harap kamu bisa datang,” ucapnya.
Katty tersenyum kecil dan berkata, “Baiklah, nanti aku akan datang. Oh, iya, aku tidak menyangka jika kamu akan mendapatkan adik ipar dari tuan Devin,” ucap Katty.
Evan hanya menghendikan kedua bahunya, “Entahlah mungkin ini adalah jodohku dan aku harap kamu tidak cemburu.”
“Ck! Mana mungkin, kamu sudah menjadi masa laluku dan aku juga sudah melupakan kamu,” ucap Katty sedikit kesal, namun Evan lagi-lagi hanya tersenyum dan setelah itu berpamitan pada Katty dan berjalan masuk ke ruangan Devin.
__ADS_1
Sore harinya Evan menjemput Alice ke kantornya, dia sudah berjanji malam ini akan makan malam bersama. Evan memasuki lobby dan berjalan menuju lobby, di sini dia sudah di kenal oleh semua karyawan karena memang dia juga sering bolak-balik ke sini. Evan memasuki lift khusus untuk menuju ruangan Alice, sungguh dia sudah sangat merindukan kekasihnya yang sangat menggemaskan baginya.
“Baby,” ucap Evan, yang masuk ke ruangan Alice tanpa mengetuk pintu lebih dahulu, Evan juga dapat melihat jika kekasihnya itu masih sibuk dengan pekerjaan.
Alice pun mendongakkan wajahnya, dia tersenyum saat melihat Evan datang. Alice langsung beranjak dari duduknya dan berjalan mendekati Evan, mereka langsung berpelukan. “Sayang, aku sangat merindukan kamu,” ucap Alice.
“Aku juga baby, apa kamu masih sibuk?” tanya Evan, dia juga melepaskan pelukan Alice. Evan menatap wajah kekasihnya yang terlihat sangat lelah.
“Aniyo, hanya tinggal sebentar lagi pekerjaanku akan selesai. Sayang kamu tidak apakan menungguku sebentar, aku akan segera menyelesaikannya,” ucap Alice, sedangkan Evan hanya mengamggukan kepalanya, dia bahkan juga mencium bibir Alice namun hanya sebentar. Setelah itu dia duduk di sofa dan memainkan hpnya sambil menunggu Alice selesai.
Tanpa terasa kini Alice sudah selesai dengan pekerjaannya dia pun membereskan semuanya dan memasukkan hpnya ke dalam tasnya, dia pun berjalan dan duduk di samping Evan. “Sayang, ayo kita segera pulang,” ajak Alice.
“Hm … bolehkah, kita bersenang-senang sebentar baby,” ucap Evan.
__ADS_1
Alice yang tidak tahu dengan maksud Evan mengeryitkan dahinya dan berkata, “Maksud kamu apa sayang?”
Lalu Evan mendekatkan tubuhnya pada Alice dan berbisik tepat di telinga Alice, “Memuaskanmu baby, kamu tidak keberatan bukan? Aku janji hanya sebentar saja, dan aku yakin kita melakukannya di sini tidak apa-apa,” ucap Evan, diaman dia sudah memeluk pinggang ramping Alice, bahkan Alice juga sangat percuma saja untuk memberontak karena tenaga Evan lebih kuat dari pada dirinya.
“Sayang, kenapa kamu sangat mesum,” ucap Alice.
Evan sudah membawa tubuh Alice ke pangkuannya, dan kini mereka sali berciuman satu sama lain, dimana tangan Evan yang sudah bergerilya di tubuh Alice, sehingga membuat Alice mendesah namun hanya pelan.
Permainan mereka yang berjalan selama satu jam, kini baik Alice dan Evan saling merapikan diri mereka masing-masing, setelah itu mereka keluar dari ruangan dan turun ke bawah. Malam ini Evan membawa Alice menuju restoran yang menyajikan makanan Jepang, entah kenapa malam ini Alice ingin memakan masakan Jepang dan Evan pun mengabulkan apa pun yang di inginkan oleh Alice.
Alice dan Evan, mereka berdua menikmati makan malam mereka, bahkan sesekali mereka saling menyuapi satu sama lain. Mereka terlihat sangat romantis, di tambah ruangan yang Evan pesan adalah ruangan vvip sehingga sangatlah bebas untuk mereka melakukan apa pu tanpa ada banyak orang yang melihatnya.
“Terima kasih, malam ini aku sangat bahagia,” ucap Alice tersenyum.
__ADS_1
“Aku juga baby, bahkan aku lebih bahagia karena aku bisa memilikimu dan sampai kapan pun kamu hanya milikku baby,” ucap Evan, dan satu tangannya membersihkan makanan yang tersisa di bibir Alice.
Alice tersenyum, bahkan dia juga menikmati sentuhan tangan Evan yang hanya membersihkan sisa makanan yang menempel di bibirnya. “Aku tidak ingin kehilangan kamu,” ucap Alice pelan. Selesai makan malam Evan langsung mengantarkan Alice pulang, dia ingin Alice segera istirahat karena dia dapat melihat Alice yang begitu terlihat sangat lelah. Bahkan Evan juga mengatarkan Alice sampai di kamarnya, ini kesempatan Evan yang sangat besar bukan untuk mengajak Alice bertempur namun dia segera mengurungkan niatnya, dia segera berpamitan pada Alice dan Evan mencium kening Alice lalu segera pergi.