
Pagi ini Alena dan yang lain bersiap untuk pergi ke Busan, mereka akan menginap di sana selama dua hari, Alena sengaja melakukan ini karena ingin mengajak Kaendra untuk liburan.
“Alice gimana ada yang ketinggalan atau kurang apa?” tanya Alena kepada Alice tentang persiapan untuk anaknya.
“Nggak ada nona semuanya udah lengkap,” ucap Alice sambil mengandeng Kaendra yang berusia lima tahun itu.
“Baiklah, kalau begitu kamu segera naik mobil bersama dengan Kaendra,” ucapnya sedangkan Alena menyuruh sang sopir untuk memasukkan barang bawaannya ke bagasi mobil.
Alena masuk ke dalam untuk mencari eomma dan appanya.
“Eomma, appa kalian dimana,” teriak Alena di ruang tamu.
“Di belakang rumah sayang,” ucap Sahira dengan berteriak.
Alena pun mencari mereka ke belakang dan ternyata benar mereka sedang bersantai di tepi kolam sambil memakan camilan.
“Alena, kamu mau kemana sudah rapi saja?” tanya Sahira yang melihat penampilan Alena dari atas sampai bawah.
“Mau bertemu Devin kamu?” tanya Lee yang sengaja menyinggung tentang Devin.
“B-bukan appa, Alena sama Kaendra mau pergi ke Busan untuk liburan,” ucap Alena gugup.
Lee hanya mengangguk mengerti dan menatap anaknya itu sekilas, memang kemarin – kemarin Sahira dan Lee sempat bertemu dengan Devin di Korea, Lee kira Devin sudah menemui Alena ternyata belum.
__ADS_1
“Loh, kok eomma baru di kasih tahu, sekarang dimana Kaendra Na?” tanya Sahira sambil melihay kebelakang Alena.
“Alena sudah menguruh Kaendra masuk ke dalam mobil bersama Alice ma, kalau begitu Alena pergi dulu eomma, appa,” ucapnya.
“Hati – hati di jalan,” ucap orang tua Alena bersamaan.
Alena melambaikan tangannya ke eomma dan appanya sambil berjalan masuk ke dalam rumah lagi. Alena masuk ke dalam mobil dirinya duduk di samping Kaendra.
“Ma, nanti kita di sana berapa hari, kenapa nenek sama kakek nggak ikut?” tanya Kaendra dengan lucu
“Mereka nggak bisa ikut sayang, jadi hanya kita bertiga, nanti lain kali kita liburan bersama,” ucap Alena memberi pengertian kepada Kaendra.
Kaendra hanya mengangguk mengerti, lalu Alena mengelus kepala anaknya dengan lembut lalu mencium dengan sayang.
Ya, Alena membalas beberapa pesan dari kliennya, dan saat beberapa menit kemudian ada pesan dari Kalista bahwa besok akan ada klien yang ingin menemuinya di Busan karena memaksa sekretaris Alena, Alena pun memberikan alamat dimana dirinya akan menginap kepada Kalista agar mengirimkan kepada klien yang akan menemuinya.
“Hah! Padahal sudah janji sama Kaendra mengajaknya liburan tapi ada aja klien yang memaksa ingin bertemu,” ucapnya dengan lirih tapi masih bisa di dengar oleh Alice.
“Bukannya nona sudah minta cuti kenapa masih memaksa?” tanya Alice.
“Itu hal biasa Alice, memang mereka begitu ada yang mengerti kondisi, besok kamu ajak jalan saja Kaendra dekat dengan villa yang akan kita tempati,” ucap Alena menoleh ke Alice.
Alice hanya tersenyum dan mengangguk saja.
__ADS_1
“Makasih Alice, kamu sudah dengan sabar bekerja denganku,” ucap Alena.
“Itu sudah pekerjaanku nona, Alice juga sangat berterima kasih kepada nona karena berkat nona Alice bisa melanjutkan kuliah kembali,” ucap Alice dengan senang.
Alena menyungingkan bibirnya dan mengangguk, lalu berfokus kepada ipadnya kembali.
**
Di tempat yang berbeda Devin dan Evan juga sedang menuju ke Busan. Mereka pergi ke Busan dengan menggunakan sopir sedangkan Evan duduk di samping sopir dan Devin di belakang.
“Tuan yakin besok ingin menemui nona Alena?” tanya Evan sambil melihatnya dari kaca depan.
“Sudah aku putuskan Van, aku tak bisa menunggunya terlalu lama dan satu lagi aku juga ingin segera bertemu dengan jagoan kecilku,” ucapnya dengan hati yang bahagia.
“Maaf tuan, anak tuan memang sekarang sudah berumur berapa?” tanya Evan kembali.
“Kalau nggak salah eomma kemarin bilang lima tahun, dan sayangnya aku nggak bisa menemani dan ada selalu buat Alena saat menginginkan makanan yang dia sukai saat hamil dan saat melahirkan pula aku juga tak ada di sampinya,” ucapnya dengan nada sedih.
“Tuan jangan sedih, tuan bisa mengantikannya dengan kebahagian kedepannya, aku yakin kali ini juga nona Alena pasti tak akan kabur lagi dari tuan,” ucap Evan.
“Aku berharap juga begitu Van, oh iya, tolong nanti kamu pesan villa dan kamu suruh dekorasi jadi tempat yang romantis,” perintah Devin.
Evan pun mengangguk mengerti, dan tersenyum tipis melihat tuannya yang terlihat bahagia tak seperti biasanya yang terlihat banyak melamun dan terkadang marah – marah tak jelas.
__ADS_1