
Dua bulan sudah atas kelahiran anak kedua Alena dan Devin, bahkan kini Devin yang sudah aktif kembali bekerja di kantor dan terkadang dia pulang malam karena banyak pekerjaan yang harus dia kerjakan di kantor. Bahkan dia juga hanya tertidur beberapa jam karena anaknya menangis di malam hari yang terkadang dia tidak ingin membangunkan Alena, dia merasa kasihan pada Alena karena telah mengurus anaknya seharian.
Seperti mala mini Devin menggendong anaknya dan menyusuinya, ya, bahkan Devin kini sudah pandai melakukan semuanya, seperti membuat susu untuk anaknya. Devin tersenyum saat melihat anaknya tertidur dan tidak menangis lagi, Devin menidurkan anaknya kembali di tempat tidurnya. Sedangkan Devin berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan badannya terlebih dahulu dan istirahat.
Saat Devin naik ke atas ranjang dan memeluk Alena membuatnya terusik dan Alena pun terbangun. "Dev, kamu baru pulang ya?"
"Sudah dari tadi honey, maafkan aku jika aku membangunkan dirimu," ucapnya.
Alena pun membalik badannya dan tersenyum menatap wajah tampan suaminya itu, "Apa tadi anak kita bangun? Sehingga kamu menidurkannya?"
__ADS_1
Devin hanya mengangguk dan mencium kening Alena dengan lembut, "Ya, honey. Lebih baik kita kembali tidur," ajak Devin.
Alena hanya menganggukkan kepalanya dan kembali memejamkan matanya dan akhirnya mereka tertidur dengan pulas. Mungkin karena memang mereka sangatlah lelah, dimana Alena yang selalu mengurusnya anaknya dan Alena juga tidak ingin menggunakan seorang pengasuh dia bersikeras mengurus anaknya sendiri dan Devin pun mengabulkannya.
Pagi ini Alena bangun lebih dulu karena mendengarkan anaknya menagis, Alena segera beranjak dari ranjang dan berjalan menuju box bayi dimana anaknya tidur, Alena mengangkat anaknya, dia tersenyum sambil menenangkan anaknya. Alena berjalan keluar kamar dan turun kebawah untuk membuatkan susu untuk anaknya, sedangkan Alena tidak membangunkan Devin karena tahu hari ini dia libur dan membiarkan suaminya itu istirahat dengan cukup.
Kehidupannya kembali seperti dulu dimana rumahnya hanya ada mereka berempat dan pelayan saja, namun dengan begitu Alena tetap memasak untuk suaminya dan Kaendra. Sedangkan pelayan mengerjakan yang lainnya namun jika Alena sedang sibuk maka dia juga akan menyuruh pelayan untuk memasak sesuai dengan menu yang dia inginkan.
Alena turun ke bawah untuk memasak sarapan untuk Devin dan dirinya, sedangkan anaknya yang satunya sudah lebih dulu pergi karena ada kegiatan. Bagi Alena sudah biasa Kaendra pergi di hari weekend karena memang kebiasaan anak itu memperbanyak kegiatan dan hanya akan ada di rumah sebentar saja.
__ADS_1
Alena menyiapkan semua bahan masakan yang akan dia masak saat ini, dia akan memasak makanan kesukaan suaminya karena sudah lama dia tidak masak makanan kesukaan Devin. Ya, Alena sibuk merawat anaknya dimana yang terkadang sangat rewel dan tidak mau di tinggal untuk mengerjakan yang lain, bahkan terkadang menyiapkan baju untuk Devin kenakan saat akan pergi ke kantor saja tidak sempat jika anaknya sudah menangis.
"Sayang, kamu sedang apa?" tanya Devin yang memeluk Alena dari belakang, Devin juga sesekali mencium tengkuk Alena hingga membuat Alena kegelian dan menghentikan aktivitasnya.
"Kenapa kamu sudah bangun hm, lebih baik kamu kembali istirahat jika nanti sudah selesai semuanya maka aku akan kembali membangunkan kamu lagi," ucap Alena menatap suaminya yang masih terlihat mengantuk.
Namun Devin hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya lalu dia mencium kening Alena, "Aku tidak bisa tidur lagi honey dan lebih baik aku membantu kamu saja bagaimana?"
"No, lebih baik kamu duduk saja dan sebentar lagi makanannya akan jadi dan kita sarapan bersama," ucap Alena dan hanya diangguki Devin, dan dia pun berjalan ke meja makan menunggu istrinya selesai menyiapkan. Devin sungguh bahagia memiliki istri yang bisa segalanya dan perjuangannya juga tidak sia-sia, Devin tersenyum kecil dengan tatapan yang tidak lepas pada Alena.
__ADS_1
"Kamu sungguh istimewa bagiku honey," ucapnya dengan lirih. "Bahkan aku juga tidak akan pernah merelakan kamu pergi atau pun direbut oleh lelaki lain dan kita akan hidup bahagia selamanya membesarkan anak kita sampai maut memisahkan, sungguh dia ingin menikmati momen romantic setiap harinya bersama dengan Alena.