Perjalanan Cinta Alena

Perjalanan Cinta Alena
Austin dan Sandra


__ADS_3

Selesai acara pesta pernikahan Austin kembali mengajak Sandra untuk pergi ke kamar mereka, Austin menyuruh Sandra untuk membersihkan badannya lebih dulu, sedangkan Austin menuju ruang kerjanya, dia melihat email masuk yang tidak lain pesan itu dari wanita simpanannya dulu, wanita itu mengajak Austin untuk bertemu, akan tetapi Austi langsung membalas pesan itu dan mengatakan jika dia sedang sibuk dan mungkin lain waktu saja. Austin menghela nafas panjangnya, dia melihat ke arah bingkai foto Sandra, dia tersenyum saat melihat senyuman Sandra yang begitu manis.


“Kamu sangat cantik baby, namun sayangnya kamu sangat susah untuk ku kendalikan,” ucapnya pelan.


Namun malam ini Sandra sudah menjadi milikinya untuk selamanya dan dia bisa melakukan apa saja tanpa harus menyakiti Sandra. Akan tetapi mau bagaimana juga dia harus pelan-pelan dan tidak boleh gegabah dalam melakukan hal apa pun itu.


Di tempat lain Sandra sudah selesai dengan aktivitas membersihkan badannya, dia menggunakan bathrobe dan handuk kecil di tangannya untuk mengeringkan rambut basahnya. Sandra melihat kesegala arah namun dia tidak melihat Austin sama sekali akan tetapi dia hanya cuek saja, dia duduk di meja rias dan memulai memakai skin care rutin yang dia pakai setiap harinya. Namu tidak berapa Austin masuk ke dalam kamarnya, namun Austin langsung masuk ke dalam kamar mandi dan Sandra hanya melihat pintu yang sudah tertutup dengan rapat. Selesai memakai skin care Sandra duduk di sofa dan menyalakan tv, dia berkali-kali mengganti acara tv namun tidak ada yang bagus hingga akhirnya dia mematikan tvnya kembali.


Sungguh dia tidak menyukai malam ini, dia hanya benci melakukan aktivitas panas bersama dengan Austin, dia ingin mati saja namun dia sangat takut untuk melakukannya. Andai saja dia waktu itu bisa kabur jauh dan pasti dia tidak akan berada di rumah ini atau bahkan sampai menikah dengan Austin.


“Arghh! Dasar Sandra bodoh,” ucapnya.

__ADS_1


“Apa maksud kamu baby, kenapa kamu bicara seperti itu?” tanya Austin yang sudah berada di sampingnya, bahkan dia juga tersenyum saat Sandra menatapnya. Sandra yang sadar akan keberadaan Austin langsung menggelengkan kepalanya.


“T-tidak, bukan apa-apa,” ucap Sandra dengan gugup.


“Baby, aku tahu maksud kamu. Jangan pernah menyalahkan diri kamu sendiri baby, karena ini semua sudah takdir dimana kita berdua bersatu dan kamu harus menerima semua kenyataannya baby,” ucap Austin.


“Tapi itu hanya ke inginan kamu saja Austin bukan ke inginan aku dan aku rasa kamu hanya terobsesi akan diriku dan bukan perasaan cinta,” ucap Sandra dengan keras.


Austin hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, dia juga berkata, “Kamu salah jika kamu berbicara seperti itu baby, bahkan aku mencintaimu dengan sangat dan bukan karena aku terobsesi denganmu, tapi apa? Kamu masih tidak ikhlas baby untuk menerimanya. Aku masih tetap sabar baby.”


Kebanyakan pasangan penggatin melakukan malam pertaman namun berbeda dengan Austin, dia harus keluar malam ini demi menghindari Sandra, bahkan dia malam ini pergi club malam yang sering dia kunjungi, dia juga menyewa seorang ****** untuk menemaninya malam ini, entah setan apa yang merasuki dirinya. Bahkan wanita ****** itu kini berani mengerayangi tubuh Austin dan dia hanya dia saja tanpa melawannya, dimana wanita ****** itu sudah membuka kancing baju jasnya dengan perlahan sehingga kini Austin telanjang dada.

__ADS_1


“Kenapa kamu begitu seksi honey,” bisik wanita ******, bahkan wanita itu sangat berani mencium telinga Austin yang membuat gairahnya semakin tinggi.


“Sttts, lakukan saja tugasmu, jika kamu melakukannya dengan baik maka aku akan membayarmu dengan banyak,” ucap Austin, bahkan dia sesekali memejamkan matanya menikmati sentuhan yang diberikan oleh wanita ****** itu.


Bahkan mereka dengan berani melakukannya di depan banyak pengunjung lainnya akan tetapi Austin tidak peduli, dengan wanita ****** yang memimpin permainnya, wanita ****** itu duduk di pangkuan Austin, ******* yang begitu sangat keras namun masih kalah dengan suara music yang ada di club malam. Mereka berdua yang saling mengejar kepuasan, sehingga permainan mereka di percepat dan mereka saling meledakkan cairan kenikmatan itu.


“Stts, kamu sangat hebat honey,” ucap wanita ******, bahkan dia juga masih berusaha memancing nafsu Austin agar kembali melakukannya.


“Apa kamu belum puas hm?” tanya Austin, sedangkan wanita itu menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


“Aku sangat puas namun aku ingin melakukannya kembali Austin, permainanmu membuatku semakin ingin dan ingin lagi, bahkan kau juga membuatku keluar berkali-kali dan aku juga sangat berharap jika permainan kita akan berlangsung sampai pagi,” ucap wanita itu.

__ADS_1


“Ck! Baikalah akau akan menurutimu namun tidak di sini dan kita harus menyewa kamar bukan, agar kita bisa melakukannya dengan bebas,” ajak Austin sambil membenarkan penampilannya begitu juga dengan wanita itu.


Sungguh di sayangkan sekali, malam pertama yang harus di lakukan dengan Sandra namun berakhir dengan wanita ****** bayarannya, sungguh ini sangat menyedihkan akan tetapi Austin membuang pikiran itu jauh-jauh.


__ADS_2