
Alena terbangun pagi harinya, Alena merasakan berat di pinggangnya seperti ada yang beban yang menimpa di pinggangnya. Alena menoleh ke belakang dan itu ternyata tangan kekar milik Devin yang memeluknya dari belakang, mereka semalam habis melakukan hubungan intim itu dengan pelan ya, Alena masih ingat perlakuan Devin tadi malam dirinya sangat memperlakukan Alena dengan lembut dan pelan.
Alena membangunkan Devin dengan mengusap pipi Devin dengan pelan lalu mengecup bibir Devin sebentar.
“Dev, bangun ini sudah pagi,” ucap Alena dengan pelan, kali ini Alena punya rencana tersendiri menjauhi Devin agar Devin tak merasa curiga dirinya bersikap manis dan lembut kepada Devin.
Devin mengerjapkan matanya, dan tersenyum melihat kekasih yang di cintainya berada di depan mata dan pelukkannya. Devin mencium kening Alena dengan lembut lalu memeluknya erat sebentar.
“Dev, apa kamu tak mau kembali ke rumahmu?” tanya Alena sambil mendongak ke atas menatap Devin.
“Bentar lagi sayang aku masih sangat merindukanmu,” ucap Devin.
Tokk! Tokk! Tokk!
__ADS_1
“Kalian sudah bangun,” teriak Sahira dari luar kamar Alena.
“Kalau sudah bangun, kalian cepat ke bawah dan sarapan pagi bersama mama dan menunggu di meja makan,” teriak Sahira kembali lalu berjalan meninggalkan pintu kamar Alena.
“Iya ma, kami akan segera ke bawah,” teriak Alena dari dalam kamar.
Alena dan juga Devin turun ke bawah menuju ruang makan dan disana sudah ada Lee dan Sahira yang menunggu. Alena duduk di samping Devin dan mereka menikmati sarapan pagi masakan Sahira, yang terdengar hanya alat makan saja tanpa ada pembicaraan.
“Gimana Na, apa yang kamu pikirkan untuk selanjutnya, apa kamu akan tetap menolak Devin?” tanya Lee kepada anak semata wayangnya itu.
“Alena juga masih bingung appa, tapi Alena punya cara tersendiri untuk menyelesaikan masalah Alena sendiri, jadi appa dan eomma jangan terlalu khawatirin keadaan Alena,” ucap Alena dengan sangat tenang.
“Baiklah kalau memang begitu, appa dan eomma hari ini mau pulang ke Seoul dulu dan kamu hati – hati di rumah sendirian, karena eomma dan appa ada urusan di Seoul,” ucap Lee berdiri sambil merapikan jasnya.
__ADS_1
Alena hanya mengangguk dan mengantar kedua orang tuanya ke depan, Lee dan Sahira sudah berada di dalam mobil, saat sang sopir menjalankan mobilnya Sahira dan Lee melambaikan tangannya kepada Alena dan Alena juga membalasnya dan mengucapkan hati – hati kepada kedua orang tuanya.
Alena kembali masuk kedalam rumah, dan ini saatnya Alena membereskan semua bajunya dan membeli tiket online penerbangan siang ke Swiss. Ya, Alena berencana kabur ke Swiss agar nanti Devin tak menemukannya, sebelum itu dirinya menulis surat yang di tujukan kepada ke dua orang tua Alena dan Devin.
Pukul 12.00 siang Alena sudah ada di bandara dan kini dirinya sudah berada di dalam pesawat yang sebentar lagi mau terbang.
“Maafkan Alena, appa, eomma, Alena sangat menyanyangi kalian berdua,” ucap lirih Alena sambil mengusap air matanya yang jatuh, sebenarnya Alena sangatlah berat meninggalkan Korea Selatan dimana dirinya di besarkan, dan banyak waktu Alena untuk tinggal di negeri orang selama beberapa tahun.
Alena kini harus pergi lagi meninggalkan Korea, Alena menghembuskan nafas beratnya itu.
“Devin maafkan aku, aku belum bisa memutuskan semua ini,” ucapnya sambil mengelus perutnya yang sudah membuncit itu.
Alena pergi ke Swiss di sana ada temannya bernama Jenny, ya, Jenny temannya bekerja di swiss sebagai sekretaris perusahaan besar dan Alena juga sudah menghubungi Jenny bahwa dirinya akan tinggal bersamanya di Swiss.
__ADS_1