Perjalanan Cinta Alena

Perjalanan Cinta Alena
Alena


__ADS_3

Pagi ini Alena bangun siang karena semalam pulang sudah jam 03.00 kst, sudah menjelang pagi. Kebetulan hari ini weekend, Alena ingin menghabiskan waktunya dengan istirahat.


Alena turun dari ranjang langsung berjalam menuju kamar mandi untuk menyegarkan badannya, sebenarnya ia masih ingin melanjutkan tidurnya karena masih mengantuk.


“Arrgghh! Sial badan aku jadi sakit semua,” ucapnya sambil berkaca yang ada di kamar mandi.


Alena lalu melepas baju tidur, berjalan ke bawah shower dan menyalakan air hangat agar badannya lebih terasa baikkan.


“Hah! Sudah lama aku tidak merasakan kerja secapek ini,” ucap Alena kembali sambil mengusap wajahnya yang terkena guyuran air.


Selesai mandi Alena keluar dengan menggunakan bathrobe dengan rambutnya di gulung dengan handuk agar cepat kering di keringkan dengan hairdayer.


Tokk tokk tokk


“Masuk,” ucap Alena dengan berteriak.


Pintu terbuka dan menampakkan Alice yang membawa nampan berisi makan siang dan segelas air.


“Nona aku bawakan makan siang buat nona,” ucap Alice sambil meletakkan nampan itu meja.


Alena menoleh ke Alice dan tersenyum, berjalan mendekati Alice yang masih berdiri di tempat.


“Terima kasih Alice, seharusnya kamu nggak usah repot – repot bawain aku makanan ke kamar nanti aku bisa turun ke bawah,” ucap Alena sambil menepuk pundak Alice dengan pelan.


“Nggak apa – apa nona, Alice tahu pasti nona sangat capek karena selalu pulang larut malam,” ucap Alice.


“Sekali lagi terima kasih Alice,” ucap Alena sambil memamerkan senyumannya kembali.

__ADS_1


“Iya nona, kalau begitu Alice mau keluar mau kembali temani tuan bermain,” ucap Alice sambil membungkukkan badannya.


Alice hanya menganguk dan melihat Alice berjalan keluar dari kamar Alena. Alena kembali merebahkan badannya di ranjang dan belum niat menyentuh makanan yang di bawakan Alice karena merasa tak nafsu makan.


Alena mengambil hpnya yang ada di nakas samping ranjang, Alena mengirimkan pesan kepada Jenny. Sambil menunggu balasan dari Jenny Alena kembali meletakkan hpnya di nakas dan memejamkan badannya dengan masih menggunakan bathrobe.


**


Di tempat yang berbeda Jenny dan Nathan sedang duduk di kafe berdua menikmati kopi hangat dan melihat langit yang gelap dan hanya di terangi oleh bintang dan bulan.


“Jen, kemarin di tanyain sama mama kapan kamu main ke rumah?” tanya Nathan menatap Jenny yang sedang mengaduk kopinya dengan sendok.


“Mungkin lusa Nat, aku belakangan ini malas untuk pergi kemana – mana,” ucap Jenny menatap balik Nathan.


Nathan hanya mengangguk mengerti, akhir – akhir ini juga di kantor banyak pekerjaan.


“Terserah kamu saja Nat, aku tak masalah,” ucapnya.


Nathan hanya mengangguk – anggukan kepalanya.


“Gimana kalau kita pulang sekarang Nat, aku sudah ngantuk,” ajak Jenny.


Nathan pun langsung menyetujui, lalu mereka berdua keluar dari kafe dan menuju mobil di mana Nathan memarkirkan mobilnya di pojokkan.


Nathan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju apartemen Jenny.


“Nat, lo masih suka sama Alena?” tanya Jenny menoleh ke Nathan.

__ADS_1


Nathan masih diam saja dan belum menjawab pertanyaan dari Jenny. Jenny menoleh ke luar jendela melihat pemandangan jalan raya malam ini.


“Jen,” ucapnya, Jenny menoleh kembali ke Nathan menunggu kelanjutan yang akan Nathan katakan.


“Jen, apa aku sebaiknya harus cari pacar agar bisa cepat melupakan Alena,” ucapnya tanpa menoleh ke Jenny.


“Aku rasa tak perlu Nat, kamu bisa melupakan dengan berpacaran denganku,” ucap Jenny.


Nathan menghentikan mobilnya dengan mendadak di tepi jalan raya, untung saja jalanan tak ramai.


“Nathan apa yang kamu lakukan? Kita bisa kecelakaan karena kamu,” ucap Jenny dengan kesal.


“Apa maksud dengan bicara kamu barusan Jen?” tanya Nathan menatap Jenny.


Jenny mengalihkan penglihatannya ke arah lain dan belum menjawab pertanyaan Nathan.


“Memang aku salah berbicara seperti tadi Nat?” tanya Jenny balik dan menatap Nathan.


Nathan masih dengan diamnya mencerna apa maksud Jenny dan kenapa tiba – tiba Jenny berbicara seperti itu.


“Nat, apa aku boleh jujur?” tanya Jenny dengan serius.


“Apa Jen katakan saja,” ucap Nathan yang masih menatap Jenny.


Jenny terdiam sebentar dan menarik nafasnya dan mengeluarkannya dengan perlahan berulang kali.


“Nat, sebenarnya aku menyukaimu,” ucap Jenny dengan cepat, Nathan kaget dengan pernyataan Jenny, pasalnya selama ini Nathan hanya menganggap Jenny teman dari kecil.

__ADS_1


Namun kenyataannya berbeda malam ini Jenny menyatakan perasaannya kepada Nathan dan Nathan baru menyadarinya, Nathan masih bingung ingin menjawab apa, dirinya hanya terdiam yang ada hanya keheningan di antara mereka berdua.


__ADS_2