
Satu minggu sudah Gladwin tidak memberikan kabar pada Katty dan malam ini dia mengajak untuk bertemu di rumahnya, Katty baru saja mendapatkan pesan dari Gladwin, dimana nanti sopirnya akan menjemput Katty dan membawanya ke rumah Gladwin. Dengan tiba-tiba saja Gladwin menyuruh Katty untuk datang ke rumahnya dengan alasan untuk makan malam bersama, mau tidak mau Katty mengiyakan, entah kenapa dia sangat ingin bertemu dengan Gladwin, walau saat pertama mereka bertemu dan hanya melakukan ciuman bibir saja dan tidak lebih tapi itu membuat Katty sangat merindukan sosok seorang Gladwin.
Katty langsung bersiap sebelum sopir Gladwin sampai di apartemenya, malam ini dia mengenakan atasan sabrina dan bawahan jeans panjang di padukan dengan sepatu, dia hanya ingin terlihat lebih santai saja dan tidak mau seperti awal bertemu dimana dia mengenakan heels dan gaun yang terlihat sangat seksi. Tidak lupa juga Katty mengenakan make up tipis di wajahnya, dia tidak mau terlihat pucat di depan Gladwin, entah kenapa membayangkan wajah Gladwin membuat hatinya senang dan sedari tadi dia senyum-senyum sendiri seperti orang gila.
Katty sudah sampai di lobby, saat itu juga sopir Gladwin datang, Katty langsung masuk ke dalam mobil Gladwin. Sepanjang perjalanan dia hanya diam saja dan tidak bicara sama sekali, bahkan sesekali dia juga memainkan hpnya untuk menghilangkan kejenuhannya, karena menuju rumah Gladwin sedikit jauh dari apartemennya.
“Silahkan nona,” ucap sopir yang membukakan pintu mobil untukku. Bahkan dia juga mengantarkanku sampai di pavilion dimana waktu pertama kali kita bertemu.
Aku berjalan pelan untuk menghampiri Gladwin, dimana dia juga terlihat mengenakan baju santai dan seperti biasa di tangannya ada gelas yang berisikan wine.
“Malam,” ucapku.
Saat itu juga dia menoleh ke belakang dan tersenyum padaku, “Malam juga Katt, malam ini kau terlihat sangat cantik. Senang bertemu denganmu kembali.”
Bahkan dia juga memelukku, dan dengan ragu aku membalas pelukannya. Tidak lama pelukan diantara kami berdua, Gladwin juga menyuruhku untuk duduk, dia juga menawarkan untuk mengajak untuk makan malam. Tanpa bisa menolaknyanya aku mengiyakan ajakan Gladwin, dimana kami hanya berdua saja saat makan malam tanpa ada orang lain.
__ADS_1
“Hm … maaf, kemana orang tua kamu?” tanyaku, entah kenapa aku begitu sangat penasaran dengan keluarga Gladwin, sehingga aku mempertanyakan orang tuanya, padahal jika dirasa kami baru bertemu dua kali dan mengenal belum lama.
“Mereka berada di Hamburg, dan di sini hanya ada aku sendiri. Awalnya aku ingin tinggal dengan kakakku tapi tidak jadi dan jadilah aku menempati rumahnya yang ini,” ucapnya.
Aku hanya menganggukkan kepalanya, aku juga dapat melihat jika Gladwin ini perpaduan antara korea dan Germany, dan jangan di tanya seperti apa? Jujur saja dia sangat tampan sama seperti Devin walau memang Devin lebih tampan dadi pada Gladwin tapi dimatanya saat ini tetap Gladwin yang tampan.
“Why? Apa ada masalah jika kita hanya berdua di rumah ini?” tanya Gladwin.
“Aniyo, aku hanya bertanya saja, karena jujur saja rumab ini sangat besar,” ucapku.
Lagi-lagi Gladwin kembali tersenyum, “Ya, aku tahu, dan kamu tahu sebenarnya aku memakai aplikasi dating itu hanya penasaran. Tapi, saat aku melihatmu, entah kenapa saat itu juga aku langsung mengirimkan chat padamu,” ucapnya.
“Yes, tapi itu hanya untuk semalam Katt,” ucapnya sambil menatapku, bahkan tatapannya juga sangat intens.
Sungguh aku tidak bisa di tatap lebih lama seperti ini, tatapan Glad terlalu mematikan, bahkan jantungku saat ini juga berdegup sangat kencang. Ingin sekali aku kabur dari hadapannya saat ini juga.
__ADS_1
“Katt, kamu tahu maksud aku bukan? Apa kamu merasa risih?” tanya Gladwin.
Aku segera menggelengkan kepala dan berkata, “Aniyo, bukankah itu hal wajar, bahkan itu juga terjadi dengan diriku,” ucapku, saat itu juga aku langsung menutup mulutku dimana aku bisa-bisanya bicara seperti itu.
“No problem Katt, kita juga butuh kesenangan bukan? Akan tetapi jika suatu saat nanti aku menemukan wanita yang aku cintai maka aku tidak akan pernah menyakitinya dan aku akan setia dengannya,” ucap Gladwin, sedangkan aku hanya menganggukan kepalaku.
Selesai makan malam aku dan Gladwin kembali ke pavilion, kami duduk berdua sambil minum soju, dimana tadi aku yang memintanya karena aku tidak ingin meminum wine saat ini.
“Katt, apa kamu sudah memiliki kekasih?” tanya Gladwin, namun tatapannya lurus ke depan tanpa menoleh ke arahku.
“Tidak, aku baru saja putus dengan kekasihku beberapa bulan yang lalu, dan saat ini aku ingin menikmati kesendirianku,” ucapku.
“Benarkah? Berarti kita bisa bertemu setiap saat tanpa ada yang mengganggunya,” ucap Gladwin menoleh ke arahku dan tersenyum.
“Tentu saja, asal aku tidak sibuk bekerja,” ucapku.
__ADS_1
Udara malam ini semakin dingin saja, dimana aku juga merasakan badanku yang sedikit mengigil. Glad yang tahu akan diriku mengajakku untuk duduk di dalam pavilion, bahkan dengan tiba-tiba dia juga memelukku dari belakang.
“Katt, bolehkah aku menyentuhmu,” bisiknya tepat di telingaku. Bahkan pelukan Glad yang semakin erat, dimana aku juga menikmati pelukan hangat dari Gladwin.