Perjalanan Cinta Alena

Perjalanan Cinta Alena
Katty dan Gladwin


__ADS_3

Sore ini Katty langsung kembali ke apartemennya dengan cepat, saat dia baru saja sampai di lobby, dia di panggil oleh security dan memberikannya dia dua paper bag dimana di paper bag itu terdapat tulisan dimana nama brand yang sangat terkenal dan mahal sekali. Jujur saja Katty langsung menerima itu, karena dia tahu siapa pengirimnya, Katty bisa memastikan siapa pengirimnya, yaitu lelaki tadi malam yang mengirimkan chat padanya, bahkan nanti malam Katty juga akan bertemu dengannya. Katty langsung masuk ke dalam lift menuju lantai atas dimana apartemennya berada, di dalam lift Katty sedikit membuka paper bag yang berisika high heels dan gaun untuk bertemu dengan lelaki itu, Katty menghela nafas panjangnya dan keluar dari dalam lift yang sudah terbuka.


Katty menjatuhkan badannya di atas ranjang, dia melihat jam melalui jam tangan yang melingkar di tangannya, waktu sudah menunjukkan pukul 06.00kst. Katty pun beranjak dari tidurnya, dia harus segera membersihkan badannya. Karena malam ini dia akan bertemu dengan lelaki itu jam 07.00kst, dan itu artinya sebentar lagi dia juga akan mengirimkan pesan padanya.


Tidak butuh waktu lama Katty keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe, dia duduk di meja rias dan siap merias wajahnya. Selesai itu dia segera memakai gaun yang diberikan oleh lelaki itu, gaun warna hitam dan high heels dengan warna senada. Katty sangat terkejut dimana gaun yang diberikan oleh lelaki itu bagian depannya sangatlah memperlihatkan bagian dari inti tubuhnya dan ini sedikit kurang nyaman baginya.


“Apa dia tidak salah mengirimkan ini untukku,” ucapnya pelan.


Namun Katty juga tidak bisa memakai baju lain karena lelaki itu sudah menyuruhnya memakai baju ini, dan tiba-tiba saja ada bunyi notif pertanda ada pesan masuk dari aplikasi dating yang ada di hpnya.


“Sopir yang menjemputmu sudah menunggu di depan lobby, segeralah turun.”

__ADS_1


Katty kembali menghela nafasnya, dia meraih tasnya dan segera pergi, dia segera turun kebawah. Saat di lobby dia sudah di tunggu oleh seseorang, dimana memang seorang sopir yang menungguku, bahkan dia juga bertanya namaku untuk memastikan agar dia tidak salah orang. Saat itu juga aku dikejutkan dimana sopir lelaki itu menggunakan mobil marcedes benz maybach exelero, sehingga aku berpikir seberapa kaya lelaki yang akan aku temui saat ini.


“Nona, apa anda sudah siap?” tanya lelaki yang saat ini ada di dekatku.


Sampai akhirnya aku sadar dan mengangguk, bahkan dia juga membukakan pintu mobil untukku. Saat kami dalam perjalanan menuju entah kemana, aku sendiri juga tidak tahu tempat mana yang akan tuju untuk menemui lelaki itu, bahkan aku hanya diam dan bicara sama sekali. Mungkin membutuhkan waktu satu setengah jam perjalanan, mobil yang aku naiki memasuki sebuah rumah yang begitu terlihat sangat mewah, hampir mirip seperti rumah Devin dan Alena hanya berbeda arsitektur saja, sungguh aku sangat gugup untuk bertemu dengan lelaki itu.


Pintu mobil pun terbuka dan aku segera turun, aku mengikuti lelaki yang tadi menjemputku, masuk ke dalam rumah yang begitu besar dan di dalamnya sangat menakjubkan.


Saat itu juga lelaki yang berjalan di depanku menghentikan jalannya dan menoleh kebelakang, bahkan dia juga tersenyum dengan ramah padaku, dia juga berkata, “Sebentar lagi nona akan bertemu dengan tuan Gladwin, nona hanya perlu mengikuti saya saja,” ucapnya.


Aku hanya mengangguk dan kami segera melangkahkan kami kembali, menuju halaman belakang, dimana aku bisa melihat sebuah pavilion yang di tutpi dengan kain putih dan disana terdapat sebuah ranjang yang begitu besar, aku bisa melihatnya karena tiupan angin pada kain penutupnya. Di sana juga terlihat sangat luas dan di sampingnya ada kolam renang.

__ADS_1


“Nona, aku hanya bisa mengantarkan anda sampai sini dan tuan berada di pavilion itu, silahkan nona untuk menemuinya,” ucapnya, aku juga tidak lupa berterima kasih pada lelaki yang sudah mengantarkan aku sampai di sini.


Dengan jantung yang berdegub kencang, aku pun berjalan dengan pelan untuk mendekati lelaki yang ada di pavilion itu, lelaki yang hanya mengenakan bathrobe dengan gelas yang berisikan wine di tangannya.


“S-selamat m-malam,” ucapku dengan gugup, dan saat itu juga lelaki yang membelakangiku pun menoleh ke arahku dan betapa terkejutnya aku. Dimana seorang lelaki yang berada di depanku sangatlah tampan, bahkan dia juga tersenyum dengan manis padaku, selain itu dia juga menatapku dengan sangat intens.


“Katty, nama kamu Katty bukan? Nama yang sangat indah. Aku sangat senang bertemu dengan kamu Katty, ternyata kamu sangat cantik dan menarik, aku Gladwid Anderson, aku harap kamu akan meningat namaku selalu,” ucapnya sambil mengulurkan tangannya padaku dan dengan ragu-ragu aku menjabat tangan lelaki yang ada di depanku saat ini.


“Aku juga senang bertemu dengan kamu Gladwid,” ucapku dengan menundukkan wajahku.


“Ok, tapi kenapa kamu sangat terlihat canggung dan malu Katty? Santai saja, di sini hanya ada kita berdua dan rileks saja,” ucapnya, bahkan dia juga mengajakku untuk duduk di tepi ranjang, dia juga menuangkan wine untukku dan aku pun meminumnya sedikit. Sunggua aku sangat gugup karena aku baru bertemu dengan lelaki yang begitu kaya kali ini, bahkan saat aklu bertemu dengan Evan dan lelaki lainnya aku tidak pernah merasa seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2