Perjalanan Cinta Alena

Perjalanan Cinta Alena
Alena


__ADS_3

Hari-hariku aku habiskan bekerja di kantor dan setelah pulang dari kantor aku habiskan waktuku bersama dengan Kaendra karena aku tidak mau jika anakku kekurangan kasih sayang dariku. Sedangkan Devin masih di Hambrug, dia masih sibuk dengan pekerjaannya juga. Setiap malam sebelum aku tidur menyempatkan meneleponku dan Kaendra. Aku bahagia menikah dengannya dab tidak ada penyesalan walaupun kami harus melewati berbagai rintangan namun ke depannya masih banyak rintangan yang akan kita lalui.


Hari ini weekend, aku mengajak Kaendra dan Alice untuk pergi jalan-jalan. Ya, aku ingin menghabiskan waktuku bersama dengan anakku. Eomma dan appa mereka sedang ke Busan untuk menghadiri acara pernikahan dan juga acara arisan teman eomma, selama beberapa hari ini memang aku tinggal di rumah eomma dan appa saat Devin kembali ke Hamburg.


“Nona, kapan tuan kembali? Bukankah ini sudah satu minggu?” tanya Alice.


“Mungkin beberapa lagi Alice, dia masih sibuk lagi pula tidaklah mudah untuk mengurus semuanya,” ucapku tersenyum.


“Iya, nona. Nona memang benar, memang nona tidak merindukan tuan,” ucap Alice kembali.


“Tentu saja aku merindukannya Alice, apa lagi dia sangat lama,” ucapku.


Sedangkan Alice hanya mengangguk dan tersenyum. Setelah itu Alice mengajak Kaendra bermain dengan berlari-larian kecil. Aku hanya memperhatikan mereka dari kejauhan dan tiba-tiba saja hpku berbunyi dan menampilkan nama Devin.

__ADS_1


“Ya, hallo Dev,” ucapku.


“Aku tidak bisa tidur karena merindukan kamu sayang,” ucap Devin dari seberang telepon.


“Hm, kapan kamu akan kembali?” tanyaku.


“Mungkin tiga hari lagi aku di sini dan setelah itu akan kembali bersama dengan Evan,” ucap Devin.


“Baiklah, aku juga sangat merindukan kamu Dev cepat kembali,” ucapku tersenyum kecil.


Aku menghela nafas sejenak. “Lalu bagaimana dengan Kaendra Dev, pasti dia tidak mau di tinggal sama kita,” ucapku.


“Kamu tenang saja sayang, nanti biar aku yang bicara sama Kaendra. Oh, iya. Kamu lagi apa sekarang?” tanyanya.

__ADS_1


“Aku ada di taman, ajak Kaendra dan Alice untuk jalan-jalan saja. Kalu begitu kamu cepat istirahat dan jangan banyak begadang,” ucapku, setelah itu Devin berpamitan kepadaku dan memutuskan panggilan teleponnya.


Aku tersenyum kecil dengan pandanganku yang masih tertuju dengan Kaendra dan Alice yang sedang asyik bermain, hingga akhirnya aku memanggil mereka dan menikmati makanan yang kami bawa dari rumah tadi. Semakin siang semakin banyak pengunjung yang berdatangan entah bersama dengan keluarga atau kekasih.


“Bagaimana Kaendra? Apa kamu menyukainya?” tanyaku pada anakku yang sangat tampan dan mirip sekali dengan Devin.


“Ya, ma. Kaendra sangat suka, ma. Oh, iya. Kapan papa pulang ma? Kaendra kangen papa,” ucapnya.


Aku tersenyum dan mencubit pelan pipi milik Kaendra. “Papa akan segera pulang dan nanti kamu juga bisa main sepuasnya bermain dengan papa,” ucapku.


“Benarkah?” tanya Kaendra dan aku hanya mengangguk, aku bisa melihat betapa senangnya Kaendra saat bersama dengan papanya. Aku tahu dulu aku salah dan bahkan aku juga berniat menyembunyikan Kaendra dari Devin agar tidak pernah bertemu namun kenyataannya kini mereka bersama.


Setelah puas bermain aku mengajak Kaendra dan Alice untuk kembali pulang saja namun sebelum itu aku ingin pergi ke supermarket dan membeli beberapa keperluan untuk di rumah. Aku membawa sopir pribadi karena aku sedang malas untuk mengendarai mobil sendiri, mungkin aku juga lelah karena aku masih masuk ke kantor seperti dulu saat belum menikah bahkan aku menitipkan Kaendra ke eomma dan Alice.

__ADS_1


Tapi aku tidak pernah menyesal sedikit pun karena pada saat itu aku masih bisa membagi waktuku untuk Kaendra. Hingga saat ini saat aku pergi jauh atau Kaendra tidak tahu aku pergi kemana maka Kaendra akan mencariku terkadang sampai menangis.


__ADS_2