Perjalanan Cinta Alena

Perjalanan Cinta Alena
Hari ke dua bekerja


__ADS_3

Pagi ini Devin masih tertidur dengan pulas dimana semalam dirinya dengan Alena melewati malam panas dan mereka baru berhenti pukul 03.30kst dini hari, dimana yang seharusnya malamnya Devin mengerjakan semua pekerjaannya namun tidak jadi karena kedatangan Alena ke ruang kerjanya mengenakan baju haram yang pernah Devin berikan pada Alena. Sedangkan saat ini Alena yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe dan handuk kecil di tangannya untuk mengeringkan rambutnya, Alena berjalan mendekati Devin, berniat untuk membangunkan suaminya namun tetap saja Devin sangat sulit untuk di bangunkan.


“Sayang, ayolah cepat bangun, nanti kamu kesiangan,” ucap Alena yang masih berusaha membangunkan suaminya dengan cara mengelitiki badannya.


“Hmm.”


Devin hanya menjawab dengan deheman dengan matanya masih terpejam dan tidak ada tanda-tanda ingin bangun sama sekali, sedang Alena hanya menghela nafas panjang dan dia kembali mencoba membangunkan Devin, akhir-akhir ini Alena harus banyak bersabar dengan Devin. Alena tahu jika sang suami pasti lelah karena pekerjaannya yang banyak jadi Alena harus mengerti akan hal itu.


“Sayang, bangun. Memangnya kamu hari ini enggak akan pergi kerja? Apa kamu enggak ada meeting sama klien,” ucap Alena, dengan satu tangannya mengelus tubuh Devin agar suaminya itu cepat bangun, dan beruntung saja Devin membuka matanya dan menatap Alena, Devin juga tersenyum manis pada Alena.


“Aku masih mengantuk sayang, apa enggak boleh aku hari ini bolos kerja,” ucapnya memohon, namun Alena hanya menggelengkan kepalannya dan tersenyum pada suaminya, lalu mencium bibir suaminya itu namun hanya sebentar.


“Enggak, sekarang kamu mandi setelah itu aku akan siapkan sarapan pagi untuk kita. Satu lagi, aku akan membantumu menyelesaikan pekerjaanmu sayang, jadi kamu bisa berangkat ke kantor nanti,” ucap Alena, dan setelah itu Alena segera menarik tangan Devin agar cepat bangun.


Mau tidak mau Devin pun bangun, dengan lesu dia berjalan ke dalam kamar mandi, sedang Alena hanya tersenyum melihat suaminya yang sedikit kesal dan juga merajuk itu. Alena pun bergegas keluar kamar dan menuju dapur dimana Kaendra dan Alice sedang memakan sarapan mereka yang dibuatkan oleh pelayan.

__ADS_1


“Ma, papa mana?” tanya Kaendra.


“Papa baru saja bangun Ken, dan sekarang baru mandi. Nanti kamu berangkat sama eonni Alice saja ya, kamu tidak apa-apa kan?” tanya Alena.


“Tidak masalah ma, lagi pula kalau menunggu papa pasti Kaendra pasti telat,” ucap Kaendra lalu kembali melanjutkan makannya, sedangkan Alena hanya mengangguk.


“Alice, enggak apa-apa kan sekarang Kaendra sama kamu?” tanya Alena.


Alice tersenyum sambil menganggukkan kepalannya. “Tidak apa-apa eonni,” ucap Alice.


Alena kembali ke kamar dengan membawa nampan yang berisi sarapan pagi untuk suaminya, Alena tersenyum saat Devin sudah rapi, dia menaruh nampan itu di meja dan berjalan mendekati Devin lalu membenarkan dasi Devin yang sedikit kurang pas.


“Thank you honey,” ucap Devin, lalu membawa Alena kedalam pelukannya. Alena pun membalas pelukan suaminya itu, saat itu juga tangan Alena berganti mengalungkan ke leher Devin. Alena juga mendongakkan wajahnya, dia sedikit berjinjit lali mencium bibir Devin. Devin yang mendapatkan ciuman itu langsung ******* bibir Alena dengan rakus, bahkan tangan Devin yang sudah bermain di milik Alena, namun Alena segera menghentikannya dan itu sukses membuat Devin kesal dan Alena hanya bisa tertawa. Mereka lalu sarapan bersama di kamar, dimana Alena menyuapi Devin dengan sabar, mereka sangat terlihat romantis dimana pernikahan mereka yang sudah berjalan satu tahun.


Sesuai dengan apa yang Alena katakan tadi, kini Alena berada di ruang kerja Devin membantu menyelesaikan berkas yang dibawanya dari kantor tadi malam dimana cukup banyak berkas yang harus di kerjakan suaminya itu. Akan tetapi Alena dengan sangat teliti dan sabar dia mulai membuka setiap lembar berkas itu dan mencocokkannya dengan yang ada di laptopnya. Jika Alena tidak tahu maka dia sesekali akan bertanya pada Devin dan saat itu juga Devin akan menjelaskannya sampai Alena mengerti.

__ADS_1


“Sudah selesai,” ucap Alena sambil meregangkan tubuhnya.


Begitu juga dengan Devin, dia tersenyum saat melihat istri cantiknya itu membantunya, bahkan setelah itu Alena juga membereskan semuanya dan memasukkan semuanya ke dalam tas Devin.


“Terima kasih sayang,” ucap Devin, lalu mencium pipi Alena.


“Hm, sekarang saatnya kamu pergi ke kantor dan kamu juga sudah sangat telat sayang,” ucap Alena.


Devin hanya mengangguk dan tersenyum. “Aku tidak peduli sayang, asal aku bisa berdua dengan kamu,” ucap Devin, dengan satu tangannya mencubit hidung Alena dengan pelan.


Alena mengantarkan Devin sampai di depan rumah, dan mobil Devin pun berjalan meninggalkan pelataran rumah, Alena melambaikan tangannya sampai mobil Devin sudah tidak terlihat kembali, saat itu juga Alena kembali masuk ke dalam rumah, dia masuk ke dalam kamarnya dan membuka laptopnya dia mengecek penjualan onlinennya dimana penjualan bulan ini sangatlah meningkat pesat.


Sampai di kantor Devin langsung masuk ke dalam ruangannya, dan saat itu juga Sandra sekretarisnya masuk ke dalam ruangannya. Sandra membacakan jadwal Devin hari ini, dan saat itu juga Devin menatap Sandra dimana dia masih mengenakan baju yang sangat ketat bahkan Devin juga bisa melihat milik Sandra yang ingin keluar, lagi-lagi dia mengumpat dalam hati, padahal dia sudah peringatkan pada Sandra jangan memakai baju yang begitu lagi akan tetapi tidak mendengarkan perintahnya.


“Hm, kamu bisa keluar dari ruangan saya sekarang jika tidak ada hal yang lainnya,” ucap Devin tanpa melihat ke arah Sandra.

__ADS_1


__ADS_2