Perjalanan Cinta Alena

Perjalanan Cinta Alena
Korea


__ADS_3

Seperti biasa rutinitas mereka kembali seperti biasa, dimana mereka sudah kembali ke Korea dan mereka juga sudah kembali ke rumah mereka sendiri, dan pagi ini Alena menyiapkan sarapan untuk suami dan anaknya yang kini kembali ke sekolah lagi setelah liburan. Kaendra yang semakin dewasa dan juga semakin mirip dengan Devin, diama setiap ada waktu luang Kaendra selalu menghabiskan waktunya di perpustakaan untuk membaca buku. Alena yang terkadang masih pergi ke kantor untuk mengecek saja dan kini semuanya yang menghandle Alice. Ya, Alena percaya pada Alice jika dia memang mampu dan bisa di andalkan, karena bagaimana juga Alena sudah menganggap Alice sebagai keluarganya sendiri dan dia juga yakin jika Alice tidak akan membohonginya.


“Sayang, kopi aku mana?” tanya Devin yang baru saja datang dan duduk, dan Alena pun menghampiri Devin sambil membawa kopi kesukaan Devin, Alena juga mencium pipi Devin dan mengucapkan selamat pagi pada suami tercintanya.


“Hari ini mau bawa bekal atau aku yang datang ke kantor bawakan makan siang untuk kamu?” tanya Alena.


Devin menggelengkan kepalanya dan tersenyum pada Alena. “Aku mau nanti siang kamu ke kantor dan membawakan makan siang untukku dan kita makan siang di kantor bersama, nanti kamu telepon eomma untuk menjemput Kaendra, dan nanti malam kita jemput Kaendra ke rumah eomma, kamu tidak apa-apa?” tanya balik Devin pada Alena.

__ADS_1


Alena hanya mengangguk dengan senyuman manisnya, lalu setelah itu Alena pergi sebentar untuk memanggil Kaendra dan juga Alice untuk sarapan bersama, Alena juga tidak mau Kaendra dan Alice nantinya juga akan telat. Sudah biasa mereka setiap pagi seperti ini dan Alena juga sangat bahagia dengan kehagatan keluarga mereka. Selesai sarapan bersama baik Devin, Kaendra, dan Alice pergi untuk bekerja, sedangkan Alena membereskan semua bekas sarapan pagi tadi dengan di bantu seorang pelayan. Saat ini Alena memang hanya di rumah namun dengan begitu dia juga masih menghandle sebagian dari kantor dari rumah melau laptopnya, bahkan Alena juga memiliki bisnis sampingan membuka butik dan berjualan online dimana saat ini sedang menjadi tren belanja online dan dari sini juga Alena bisa menghasilkan uang sendiri walau sebenarnya dia selalu lebih cukup akan tetapi ini semua Alena lakukan hanya untuk menghilangkan rasa bosannya.


“Bi, tolong setelang ini kamu belanja, dan semua yang akan bibi beli nanti sudah aku catat di sini, dan ini uangnya,” ucap Alena, sambil memberikan uang dan satu lembar kertas pada bibi.


“Baik, nyonya,” ucap pelayan paruh baya, sedangkan Alena hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya, dan setelah itu pelayan itu langsung pergi meninggalkan Alena.


Siang ini Alena dengan diantarkan sopir menuju kantor Devin dengan membawa makan siang untuk mereka makan siang bersama, dengan mengenakan dress warna putih Alena berjalan melewati lobby dengan beberapa karyawan yang menyapanya dengan sopan, begitu juga dengan Alena yang juga tersenyum ramah kepada mereka. Alena memasuki lift dan menekan tombol nomor paling atas dimana ruangan suaminya berada, pintu lift pun terbuka dan Alena segera keluar dan berjalan ke ruangan Devin dan langsung membuka pintu ruangan Devin.

__ADS_1


Saat itu juga Devin langsung mengalihkan pandangannya dari laptop ke arah istrinya yang begitu sangat cantik dan tersenyum. “Sayang, kamu sudah datang,” ucap Devin dan Alena hanya mengangguk sambil meletakan tentengan yang dia bawa ke meja dan duduk di sofa, dan Devin juga beranjak dari duduknya untuk menghampiri istrinya.


“Sayang, dimana Evan? Kenapa dia tidak ada di depan?” tanya Alena.


Devin yang baru saja duduk di samping Alena dan mencium pipi sang istri dengan lembut, Devin menaikkan satu alisnya menatap lekat Alena. “Kenapa kamu mencarinya?” tanya Devin, sedangakn Alena hanya tersenyum dan mencubit perut Devin dengan pelan namun sangat sakit bagi Devin, sehingga dia mengusap-usap perutnya.


“Kenapa kamu sangat cemburu hm? Padahal aku hanya bertanya saja, karena biasanya Evan tidak pergi atau bahkan selalu ada di sampingmu,” ucap Alena menjelaskannya.

__ADS_1


“Dia sedang aku suruh pergi untuk mengurus hal penting sayang,” ucap Devin, lalu Devin segera memeluk Alena dengan erat, bahkan Devin juga membawa Alena ke pangkuannya hingga membuat Alena sedikit menjerit.


“Apa yang akan kamu lakukan Dev? Ini di kantor, dan sebaiknya kita makan siang lebih dulu,” ucap Alena. Akan tetapi Devin tidak mengubrisnya dan langsung ******* bibir Alena yang sangat menggodanya sedari tadi, entah kenapa istri cantiknya ini selalu membuatnya ingin selalu menempel dan melakukan hal yang lebih dan tentunya sangat menyenangkan, dimana mereka saling mendapatkan kenikmatan yang luar biasa.


__ADS_2