Perjalanan Cinta Alena

Perjalanan Cinta Alena
Alena, Nathan dan Jenny


__ADS_3

Sore harinya mereka kembali ke apartemen dengan di antar oleh Nathan kembali, Kaendra yang sedang tertidur di pangkuan Alice terlihat kecapean karena seharian bermain di taman. Alena duduk di samping Nathan mereka kini terlihat akrab dan dekat sehingga membuat curiga Jenny dan sedari tadi Jenny hanya meledek mereka berdua.


Jenny duduk di samping Alice dengan sambil memainkan hpnya dan sesekali melirik Alena dan Nathan yang terkadan Nathan kepergok oleh Jenny memperhatikan Alena secara diam – diam dan tersenyum tipis.


Jenny menganggap bahwa Nathan sedang kasmaran padahal selama ini Nathan tak pernah tertarik dengan wanita cantik mana pun yang mendekati Nathan dan Nathan hanya acuh tak peduli, Jenny tersenyum tipis, semoga dengan Nathan mendekati Alena, Alena bisa melupakan laki – laki yang bernama Devin itu dan Alena membuka hatinya untuk Nathan.


Sesampainya di apartemen Alena mengambil Kaendra dari gendongan Alice, Alena mengendong anaknya sampai ke apartemen dan langsung membawanya ke dalam kamar untuk menidurkan di ranjang.


Alena keluar kamar untuk menemui Nathan dan sekali mengucapkan terima kasih karena sudah berbaik hati menemani kami semua liburan walaupun hanya ke taman.


“Nathan sekali lagi aku terima kasih banyak untuk hari ini.” Alena mungucapkannya dengan tulus dan menampilkan senyum manisnya.


“Oke, sama – sama Alena, aku juga senang bisa menghabiskan waktu bersama kalian, dan kamu Jenny jangan lupa main ke rumah mama juga nanyain kamu dan nanti kamu juga bisa ajak Alena ke rumah,” ucapnya, lalu Nathan berpamitan kepada Alena dan Jenny untuk segera pulang ke rumahnya.


Jenny dan Alena mengantarkan Nathan sampai depan pintu apartemen, Nathan melambaikan tangan kepada Jenny dan Alena. Setelah Nathan sudah tak terlihat karena sudah masuk kedalam lift, Jenny dan Alena kembali masuk kedalam.


“Jen makasih ya, kamu memang sahabat terbaik yang aku punya.”

__ADS_1


“Kamu ini Na, kaya sama siapa saja sih, udah ih santai, lagian ini juga demi kebaikan kamu sama Kaendra tahu.”


Alena hanya tersenyum, memang Jenny yang paling mengerti dan perhatian kepadanya.


“Ya udah kalau gitu Jen, aku masuk ke dalam kamar dulu aku mau mandi badan aku sudah lengket ni,” ucapnya, dan Jenny hanya mengangguk dan tersenyum kepada Alena.


Begitu juga dengan Jenny dan Alice mereka sibuk dengan kegiatan masing – masing setelah selesai dari luar. Cuaca hari ini memang sangat bagus, dan panas di sertai angin yang terkadang berhembus sepoy – sepoy.


**


Malam harinya sekitar jam 07.00 malam Alice sudah sibuk dengan menyiapkan makan malam untuk mereka, tak lupa juga menyiapkan keprluan yang di butuhkan oleh Kaendra.


“Nona, ini aku memasak sayur daging, ada juga ayam dan masih banyak lagi, semoga nona Alena dan nona Jenny suka,” ucap Alice.


“Makasih ya Alice, kayaknya sangat enak, boleh aku memakannya lebih dulu.”


Alice mengangguk dan tersenyum, Alice mempersilahkan Alena untuk makan terlebih dahulu sedangkan dirinya akan memanggil Jenny untuk mengajak makan malam bersama.

__ADS_1


Tokk! Tokk! Tokk!


Jenny membukakan pintu dan melihat Alice yang mengetuknya.


“Alice, ada apa?”


“Nona ayo kita makan malam, nona Alena sudah menunggu di ruang makan,” ucapnya.


Jenny mengangguk dan berjalan duluan sedangkan Alice jalan di belakang Jenny mengikutinya.


“Alena kok sudah makan duluan sih,” ucap Jenny mengagetkan Alena.


Alena hanya tersenyum tanpa mengubris ocehan Jenny.


Mereka makan malam bersama dan terkadang di sambil mengobrol, Jenny dan Alena memuji masakan Alice yang sangat enak.


Setelah selesai makan Alena membantu Alice membersihkan semuanya, sedangkan Jenny yang mencuci piring dan yang lainnya, ya, mereka memang saling membantu satu sama lain.

__ADS_1


Sebelum tidur mereka bertiga duduk di sofa sambil melihat televisi dan mengobrol entah itu tentang pekerjaan atau yang lainnya, setiap harinya mereka lalui dengan sedikit saling berbagi keluh kesah entah itu apa.


__ADS_2