
Malam ini Mareta dan Sania keluar rumah secara
diam-diam agar penghuni rumah ini tidak melihat mereka, mereka bahakan berjalan
mengendap-endap agar tidak diketahui oleh pelaya atau pun bodyguard karena
kalau sampai ketahuan rencana bisa gagal semuanya hanya kecerobohan mereka. Akhirnya
mereka pun sampai di depan pagar dan langsung masuk ke dalam taksi untuk
mengantarkan mereka ke club malam, karena memang mala mini mereka akan
bersenang-senang.
“Kita mau kemana ma?’ tanya Sania.
Mareta menoleh dan hanya tersenyum, “Nanti kamu
juga akan tahu dan kamu juga akan menikmatinya, dan selanjutnya kamu harus
terbiasa dengan kehidupan seperti itu Sania karena kehidupan seperti itulah
yang nantinya kamu memiliki banyak uang.”
Sungguh Sania tidak mengerti akan maksud sang
mama, namun tetap saja dia menuruti perkataan mamanya, dirinya tidak ingin
berdosa dengan membantah perkataan mamanya, dirinya ingin menjadi anak baik
untuk mama, sedari kecil dia hanya hidup bersama dengan mama saja. Bahkan sang
mama juga larut malam kalau pulang kerja demi menghidupinya, agar dia
mendapatkan yang terbaik.
Sampai di club malam Mareta mengajak Sania
masuk ke dalam dimana dialam sudah di penuhi lautan manusia bahkan suara music yang
begitu mengema. Sania yang melihat beberapa mereka sedang melakukan senonoh dan
tiba-tiba saja juga ada yang meremas milikya dengan kencang hingga membuatnya
dia berteriak namun sang mama hanya tersenyum.
__ADS_1
“Kenapa Sania? Harusnya kamu mengejar lelaki
itu dan merayunya agar kamu mendapatkan uang banyak, namun itu nanti saja
karena aku akan memberikan kamu yang terbaik sayang agar kita memiliki banyak
uang dan ingat kamu juga tidak bisa menolaknya Sania,” ucap Mareta yang terus
mengajak Sania masuk ke dalam.
Sampailah di sini mereka, Mareta mengajak Sania
untuk duduk dimana di depannya ada beberap pria dan tentunya pria yang ada di
depannya itu bukan orang sembarangan dan bahkan mereka juga akan membayar
Mareta dengan jumlah yang sangat tinggi. “Apa kalian sudah menunggu lama?”
tanya Mareta tersenyum.
Kedua pria yang ada di depannya itu hanya
tersenyum, “Tidak baby, kami baru saja datang. Bahkan sepertinya malam ini kita
juga akan bersenang-senang dengan barang yang kamu bawa,” ucap salah satu pria,
dengan sangat ingin.
“Oh, tentu saja dan kalian juga tidak akan
pernah kecewa denganku kali karena aku memberikan yang terbaik untuk kalian dan
tentunya kalian juga akan membayarku dengan banyak,” ucap Mareta.
Mereka hanya mengangguk dan tidak ingin
berbasa-basi lagi, mereka langsung menyeret tubuh Sania masuk ke dalam salah
satu kamar yang telah mereka sewa. Mereka melempar tubuh Sania ke atas ranjang
yang berukuran bigzise itu, dengan mata yang menyerigai mereka berdua mendekati
Sania, sungguh mereka sudah tidak sabar melakukan dan memasukkan milik mereka
dan pastinya rasanya sangat sempit.
__ADS_1
Sedangkan di sisi lain Mareta meminum wine yang
sudah dia pesan tadi, dia menikmati minumannya, dia sungguh bahagia karena
telah mendapat uang banyak walau telah mengorbankan Sania dan ini lah kehidupan
yang sesungguhnya. Tidak berapa lama ada yang mendekatinya bahkan memeluk
tubuhnya namun Mareta hanya diam menikmati sentuhan dari lelaki yang menjamah
tubuhnya itu.
“Baby, kemana saja. Aku sudah lama mencarimu,”
ucap lelaki itu.
“Mencari kebebasan dan menikmati hidup ini,
kenapa kamu bisa berada di sini?” tanya Mareta tersenyum.
Namun lelaki itu langsung mencium Mareta dengan
rakus dan membawa Mareta duduk di pojokan dan biasa mereka melakukan hal panas
dan mereka juga tidak peduli dengan banyak orang yang menontonya karena ini
sangatlah menyenangkan.
Dini hari mereka baru saja kembali dan mereka
tidak ada yang mengetahuinya saat masuk ke dalam rumah ini. Sania masih
menangis dan merasakan badanya tremuk berkeping-keping dimana dia harus
melayani lelaki bejat, dan mereka juga melakukannya dengan sangat kasar dan
membuat inti Sania sakit, rasanya campur aduk.
“Kenapa kamu
menangis? Bukankah ini sangatlah menyenangkan, dan jangan pernah menangis
karena selanjutnya kamu harus melakukannya kembali,” ucap Mareta dengan nada
sinisnya. Dia juga tidak ingin di bantah, dia harus lebih dapat uang banyak
__ADS_1
agar hidupnya tidak di rendahkan orang lain walau pekerjaannya memuaskan lelaki
bejat.