Perjalanan Cinta Alena

Perjalanan Cinta Alena
Club malam


__ADS_3

Malam ini Mareta dan Sania keluar rumah secara


diam-diam agar penghuni rumah ini tidak melihat mereka, mereka bahakan berjalan


mengendap-endap agar tidak diketahui oleh pelaya atau pun bodyguard karena


kalau sampai ketahuan rencana bisa gagal semuanya hanya kecerobohan mereka. Akhirnya


mereka pun sampai di depan pagar dan langsung masuk ke dalam taksi untuk


mengantarkan mereka ke club malam, karena memang mala mini mereka akan


bersenang-senang.


“Kita mau kemana ma?’ tanya Sania.


Mareta menoleh dan hanya tersenyum, “Nanti kamu


juga akan tahu dan kamu juga akan menikmatinya, dan selanjutnya kamu harus


terbiasa dengan kehidupan seperti itu Sania karena kehidupan seperti itulah


yang nantinya kamu memiliki banyak uang.”


Sungguh Sania tidak mengerti akan maksud sang


mama, namun tetap saja dia menuruti perkataan mamanya, dirinya tidak ingin


berdosa dengan membantah perkataan mamanya, dirinya ingin menjadi anak baik


untuk mama, sedari kecil dia hanya hidup bersama dengan mama saja. Bahkan sang


mama juga larut malam kalau pulang kerja demi menghidupinya, agar dia


mendapatkan yang terbaik.


Sampai di club malam Mareta mengajak Sania


masuk ke dalam dimana dialam sudah di penuhi lautan manusia bahkan suara music yang


begitu mengema. Sania yang melihat beberapa mereka sedang melakukan senonoh dan


tiba-tiba saja juga ada yang meremas milikya dengan kencang hingga membuatnya


dia berteriak namun sang mama hanya tersenyum.

__ADS_1


“Kenapa Sania? Harusnya kamu mengejar lelaki


itu dan merayunya agar kamu mendapatkan uang banyak, namun itu nanti saja


karena aku akan memberikan kamu yang terbaik sayang agar kita memiliki banyak


uang dan ingat kamu juga tidak bisa menolaknya Sania,” ucap Mareta yang terus


mengajak Sania masuk ke dalam.


Sampailah di sini mereka, Mareta mengajak Sania


untuk duduk dimana di depannya ada beberap pria dan tentunya pria yang ada di


depannya itu bukan orang sembarangan dan bahkan mereka juga akan membayar


Mareta dengan jumlah yang sangat tinggi. “Apa kalian sudah menunggu lama?”


tanya Mareta tersenyum.


Kedua pria yang ada di depannya itu hanya


tersenyum, “Tidak baby, kami baru saja datang. Bahkan sepertinya malam ini kita


juga akan bersenang-senang dengan barang yang kamu bawa,” ucap salah satu pria,


dengan sangat ingin.


“Oh, tentu saja dan kalian juga tidak akan


pernah kecewa denganku kali karena aku memberikan yang terbaik untuk kalian dan


tentunya kalian juga akan membayarku dengan banyak,” ucap Mareta.


Mereka hanya mengangguk dan tidak ingin


berbasa-basi lagi, mereka langsung menyeret tubuh Sania masuk ke dalam salah


satu kamar yang telah mereka sewa. Mereka melempar tubuh Sania ke atas ranjang


yang berukuran bigzise itu, dengan mata yang menyerigai mereka berdua mendekati


Sania, sungguh mereka sudah tidak sabar melakukan dan memasukkan milik mereka


dan pastinya rasanya sangat sempit.

__ADS_1


Sedangkan di sisi lain Mareta meminum wine yang


sudah dia pesan tadi, dia menikmati minumannya, dia sungguh bahagia karena


telah mendapat uang banyak walau telah mengorbankan Sania dan ini lah kehidupan


yang sesungguhnya. Tidak berapa lama ada yang mendekatinya bahkan memeluk


tubuhnya namun Mareta hanya diam menikmati sentuhan dari lelaki yang menjamah


tubuhnya itu.


“Baby, kemana saja. Aku sudah lama mencarimu,”


ucap lelaki itu.


“Mencari kebebasan dan menikmati hidup ini,


kenapa kamu bisa berada di sini?” tanya Mareta tersenyum.


Namun lelaki itu langsung mencium Mareta dengan


rakus dan membawa Mareta duduk di pojokan dan biasa mereka melakukan hal panas


dan mereka juga tidak peduli dengan banyak orang yang menontonya karena ini


sangatlah menyenangkan.


Dini hari mereka baru saja kembali dan mereka


tidak ada yang mengetahuinya saat masuk ke dalam rumah ini. Sania masih


menangis dan merasakan badanya tremuk berkeping-keping dimana dia harus


melayani lelaki bejat, dan mereka juga melakukannya dengan sangat kasar dan


membuat inti Sania sakit, rasanya campur aduk.


“Kenapa kamu


menangis? Bukankah ini sangatlah menyenangkan, dan jangan pernah menangis


karena selanjutnya kamu harus melakukannya kembali,” ucap Mareta dengan nada


sinisnya. Dia juga tidak ingin di bantah, dia harus lebih dapat uang banyak

__ADS_1


agar hidupnya tidak di rendahkan orang lain walau pekerjaannya memuaskan lelaki


bejat.


__ADS_2