Perjalanan Cinta Alena

Perjalanan Cinta Alena
Alena


__ADS_3

Malam hari sehabis makan malam mereka berkumpul di ruang keluarga sambil melihat acara di tv, Kaendra yang duduk di samping Lee dan bermain dengan senang dan terlihat asik, Alena sangat senang karena Kaendra sangat mudah anaknya dan nggak mudah menangis saat berada di tempat yang baru.


“Na, apa kamu sudah memikirkanya?” sang appa bertanya kepada Alena. Alena tahu apa yang sedang di maksud appanya.


“Baik appa, aku akan mengantikan appa, tapi Alena juga masih belajar dan Alena harap appa mau mengajari Alena,” ucapnya.


“Itu pasti Na, kalau begitu besok kita ke kantor untuk memperkenalkan kamu kepada semuanya, kamu siapkan?”


“Ya, appa aku sudah siap,” ucap Alena yang mau tak mau memang ini yang harus dirinya pilih.


Lee dan Sahira mengangguk senang karena Alena mau menerima keputusan mereka, dan untuk soal masalah Devin dan Alena, keduanya masih bungkam, bahkan Lee juga masih diam belum memberitahukan Alena bahwa sudah kembali ke Korea, Lee hanya takut jika nanti Devin ke sini Alena akan kabur kembali.


Biarlah nanti Lee yang akan mengurus pertemuan mereka di saat hati mereka sudah tenang, Lee hanya berharap bahwa nanti jika perusahaannya di pimpin oleh Alena akan menjadi lebih maju dan sukses dari yang sebelumnya.


Sahira dan Lee bahagia karena bisa berkumpul dengan Alena dan juga cucu yang mereka sayangi, tentu semua media atau siapa pun belum tahu jika Alena sudah mempunyai anak baik dari keluarga dan Alena sendiri masih menyembunyikannya dengan rapat.


“Kalau begitu kamu cepat istirahat, dan untuk Kaendra kakek dan nenek sudah siapin kamar untuk kamu, dekqt dengan Alice jadi nanti jika ada apa – apa Alice lebih midah untuk ke kamar Kaendra,” ucap Sahira.

__ADS_1


Alena hanya mengangguk dan mengucapkan terima kasih kepada orang tuanya yang telah baik kepadanya, lalu setelah itu berpamitan untuk ke kamar lebih dulu mengajak Kaendra naik ke atas.


Alena menidurkan Kaendra terlebih dahulu, lalu setelah Kaendra tertidur Alena meninggalkan Kaendra untuk ke kamarnya yang juga tak jauh dari kamar Kaendra, sebelum keluar Alena menyelimuti Kaendra, mencium keningnya lalu yang terakhir mengucapkan selamat malam.


Alena menutup pintunya dengan pelan, agar tak membangunkan Kaendra. Alena berjalan ke kamarnya, membuka pintu kamarnya dan tak lupa menguncinya, Alena berjalan mendekati ranjang dan membaringkan tubuhnya.


“Apa aku bisa melakukan semua ini, aku yang sebelumnya hanya bekerja sebagai staf atau karyawan biasa dan mulai besok aku harus jadi pemimpin yang bisa di andalkan mereka semua pekerja,” gumam Alena.


Alena membuang nafasnya dengan kasar, entah apa yang akan terjadi besok, Alena hanya harus lebih berpikir positif agar besok menjadi lebih baik begitu dengan seterusnya.


**


Sedangkan Kaendra masih mandi dengan di bantu oleh Alice, Alena berjalan ke ruang makan di sana sudah ada appa dan eommanya yang menunggu.


“Pagi appa, eomma,” ucap Alena sambil mencium pipi appa dan eommanya secara bergantian, lalu mengeser tempat duduk di samping appanya.


“Pagi juga,” ucap mereka secara bersamaan.

__ADS_1


“Gimana Alena, kamu benar sudah siap?” Lee bertanya kembali kepada Alena, karena Lee memang benar – benar tak mau memaksa Alena melakukannya.


“Alena siap pa, mungkin ini waktunya Alena untuk bekerja dan membahagiakan kalian, oh iyq eomma nanti aku titip Kaendra ya, nanti juga ada Alice yang akan menjaga Kaendra,” ucap Alena sambil memamerkan senyum manisnya itu.


Appa dan eommanya mengangguk senang, syukurlah anaknya Alena ini memang anak yang baik dan penurut, selain itu Alena anaknya juga sangat pintar dan bisa di andalkan dalam hal apapun itu.


“Mama,” terial Kaendra dari arah belakang yang sedang berlari mendekatinya, sedan Alice mengikuti di belakangnya.


“Anak mama jangan lari – lari nanti jatuh gimana?” Alena memperingati anaknya agar tak berlari – lari lagi, Kaendra hanya mengangguk mengerti dan tak akan mengulanginya kembali.


Lalu mereka sarapan bersama dengan di tambah ke hangatan yang tercipta, Alena menepuk jidatnya kalau dirinya lupa kasih kabar ke Jenny dan Nathan bahwa ia sampai dengan selamat sampai Korea.


Alena lalu mengeluarkan hpnya dan mengirimkan chat kepada Jenny dan Nathan, lalu setelah itu Alena melanjutkan sarapan paginya. Selesai sarapan Alena berpamitan kepada anak dan eommanya untuk pergi ke kantor bersama dengan appanya.


**


Di tempat yang berbeda, Nathan yang baru saja kembali dan kini sedang membaringkan tubuhnya di ranjang karena merasakan lelah dengan pekerjaannya. Nathan bangun untuk melihat hpnya siapa yang mengirimkan pesan kepadanya malam – malam begini.

__ADS_1


Saat menatap layar hpnya yang menampilkan pesan dari Alena, Nathan menyungingkan senyumnya, ya, Nathan memang dari kemarin menunggu kabar dari Alena dan sekarang Alena mengirimkan pesan kepadanya.


Tak jauh berbeda dengan Jenny yang menunggu kabar dari Alena, dan sgukurlah Alena sampai di Seoul dengan selamat. Lalu Jenny langsung membalas pesan dari Alena setelah itu dirinya tidur karena sudah merasakan kantuk yang amay sangat.


__ADS_2