Perjalanan Cinta Alena

Perjalanan Cinta Alena
Alena dan Devin


__ADS_3

Alena keluar dari kamar mandi sudah rapi, lalu berjalan ke meja rias untuk make up, sedangkan Devin yang sudah terbangun sibuk dengan hpnya, entah mungkin masalah pekerjaan.


Devin menoleh ke Alena dan tersenyum tipis,” kenapa nggak bangunin aku,” ucap Devin.


“Kamu tidurnya pules jadi aku nggak berani bangunin, sudah sekarang lebih baik kamu segera mandi, lalu kita kembali ke villa. Aku nggak mau nanti Kaendra mencari aku sampai nangis,” ucap Alena memperingati.


“Kenapa kita harus kembali sekarang? Ini juga sudah malam, bagaimana kalau kita melanjutkannya saja dan pulang besok pagi, dan soal anak kita Kaendra pasti dia tahu dan nggak akan nyariin kita,” ucap Devin sambil tersenyum miring.


Alene memutar tubuhnya dan menatap tajam Devin, namum Devin hanya tersenyum dengan devil sambil menaik turunkan alisnya.


“Kenapa? Apa kamu takut besok pagi nggak akan bisa jalan?” tanya Devin dengan masih wajah polosnya tanpa dosa.


“Devin, bisa nggak kamu nggak bercanda, memangnya kamu nggak laper apa?” tanya Alena.


Devin mendekati Alena dengan satu tangannya memegang dagu Alena,” kamu lapar, kita bisa makan malam berdua di sini sayang,” ucap Devin yang mulai mendekati wajah Alena.


Alena melepaskan tangan Devin yang memegang dagunya dan menoleh kearah lain agar tak bertatapan dengan Devin.

__ADS_1


“Ayolah sayang, aku ingin menghabiskan waktu berduan denganmu,” ucap Devin berusaha merayu Alena agar mau mengikuti kemauannya.


“Devin, ayolah jangan seperti anak kecil, udah tua juga,” ucap Alena dengan menaruh kedua tangannya di depan dada.


Devin menghembuskan nafas panjangnya,” untuk kali ini saja sayang, lagi pula juga Kaendra ada yang jagain,” ucap Devin yang masih mencari segala cara agar Alena tak mengajaknya ke villa sebelumnya.


Alena hanya memutarkan ke dua bola matanya jengah, dan mau tidak mau Alena juga harus mengikuti permintaan Devin. Kabur pun juga hanya percuma, karena Devin tak akan melepaskannya dengan semudah yang di bayangkan.


Alena duduk di sofa kembali dan mendiamkan Devin yang tak hentinya bicara sedari tadi.


“Devin kamu bisa diam nggak, aku lapar dan aku ingin makan,” ucap Alena dengan kesal.


Alena melirik Devin yang sudah tak terlihat lagi lalu tersenyum,” kenapa dia begitu keras kepala sekali,” ucap Alena dengan lirih.


Alena mengambil hpnya dan mengirimkan pesan kepada Alice agar menjaga Kaendra dengan baik, dan mengingatkan agar makan malam tepat waktu. Alena kembali meletakkan hpnya di meja, lalu menaruh ke dua tangannya di depan dada kembali.


“Sayang, aku sudah menyuruh pelayan untuk masak, jadi tunggu sebentar lagi dan aku juga mau mandi dulu,” ucap Devin yang baru saja masuk, lalu berjalan langsung ke kamar mandi.

__ADS_1


Alena hanya mengangguk tanpa menjawabnya, lebih baik Alena kembali fokus pada hpnya dan bermain game di hp miliknya.


Tak butuh waktu lama Devin untuk mandi, Devin keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe dan handuk kecil untuk mengeringkan kepalanya.


Alena hanya melirik sekilas dan kembali fokus pada hpnya.


“Aku tahu, aku sangat tampan,” ucap Devin sambil memakai pakaiannya di depan Alena.


Alena hanya mendengarkan perkataan Devin tanpa ingin membalasnya, lebih baik fokus ke permainan gamenya yang sebentar lagi dirinya mau kalah.


“Kamu lagi ngapain Na?” tanya Devin, namun lagi-lagi tak di jawab oleh Alena yang lebih serius dengan hpnya dari pada dirinya.


Devin pun berjalan mendekati Alena, lalu merebut hp Alena dan melihat apa yang sedang dilakukan Alena dengan hpnya.


“Devin!” teriak Alena sambil berdiri dan melotot tajam ke Devin.


Devin hanya tersenyum sambil menaikkan satu alisnya,” ini kamu kalah sayang,” ucap Devin sambil memberikan hp Alena.

__ADS_1


Alena pun merebutnya dengan masih menatap tajam Devin, dan Devin pun hanya cuek saja.


__ADS_2