Perjalanan Cinta Alena

Perjalanan Cinta Alena
Welcome Hamburg


__ADS_3

Devin telah tiba di Hamburg dan ia segera menuju Apartemen Alena, Devin sudah tak sabar ingin segera bertemu dengan Alena. Devin sangat senang akhirnya dia bisa kembali ke Hamburg walaupun hanya sebentar yang penting ia bisa bertemu dengan Alena.


Devin tiba depan pintu Apartemen milik Alena, Devin memencet bel Apartemen Alena, Devin menunggu beberapa detik dan pintu pun terbuka namun yang membukakan pintu bukab Alena tapi orang lain.


“Apa Alenanya di dalam?” tanya Devin dengan sopan.


“Oh nona Alena, nona Alena sudah tak tinggal di sini lagi. Nona Alena sudah menyewakan Apartemennya kepada saya beberapa waktu yang lalu,” ucap wanita yang berdarah campuran korea.


“Kalau boleh tahu Alenanya pindah kemana ya?” tanya Devin


“Setahu saya nona Alena kembali ke Korea,” ucap wanita itu kepada Devin.


“Kalau begitu terima kasih atas informasinya,”ucap Devin berterima kasih kepada wanita itu.


“Iya sama-sama,” ucap wanita itu kembali dan Devin pun berlalu pergi dan bergegas ke kantornya untuk memastikan apa benar Alena kembali ke Korea tanpa memberi tahunya dan itu berarti Alena juga sudah berhenti bekerja dari kantornya.

__ADS_1


Devin pun melajukan mobil ke kantornya dengan kecepatan sedang, kenapa busa Alena tak memberi tahunya apakah setidak sukanya Alena dengan dirinya padahal Alena mengandung anaknya dan gimana dengan keadaan mereka apa mereka berdua baik-baik saja.


Devin sampai di kantornya ia langsung masuk ke dalam ruangan HRD dan menanyakan keberadaan Alena. Devin pun harus menerima kenyataannya kalau Alena ternyata sudah mengundurkan diri sejak beberapa minggu yang lalu.


Devin keluar ruangan dengan muka kusut dan rambut berantakan, Devin menuju ke ruangan Aneta dan bertanya apa Aneta tahu alamat rumah Alena yang berada di Korea namun Aneta juga nggak mengetahuinya.


Devin menelpon seseorang agar mencari alamat Alena di Korea dan segera kasih kabar ke Devin secepatnya. Devin sangat sedih dengan kepergian Alena yang tidak kasih kabar ke dirinya lalu Devin mengeluarkan Hpnya kembali dari dalam sakunya dan menghubungi Alena namun HP Alena tak bisa dihubungi sama sekali.


Kenapa Alena begitu tega meninggalkannya padahal Devin sudah merencanakannya semuanya namun rencana itu hanya sia-sia karena Alena sudah meninggalkanya dan Devin juga belum mengetahui keberadaan Alena.


Devin kini sudah berada di dalam pesawat menuju Korea lumayan lama penerbangan dari Hamburg ke Korea Devin memutuskan untuk tidur sebentar karena dari kemarin ia belum tidur sama sekali.


Devin sudah sampai di Incheon International Airport di sana Devin sudah di tunggu oleh supir untuk mengantarkannya ke alamat rumah Alena. Dari bandara menuju rumah Alena tak begitu jauh kini Devin sudah berada di halaman depan rumah Alena.


Devin memencet bel yang berada di samping pintu dan tak lama kemudian seorang ART membukakan pintu untuk Devin.

__ADS_1


“Maaf tuan, tuan cari siapa?” tanya ART


“Apa Alena ada di dalam rumah?” tanya Devin sambil matanya melihat kedalam yang agak terlihat sepi di dalam rumah.


“Nona Alena dan keluarganya sudah pindah dari rumah ini tuan beberapa hari yang lalu,”ucap ART


“Apa kamu mengetahuinya mereka pindah kemana?” tanya Devin kembali.


“Tidak, tidak tuan tuan dan nyonya tidak kasih tahu mereka akan pindah kemana namun yang pasti mereka akan pindah dari korea mungkin ke Amerika atau ke negara lain bibi sendiri juga nggak tahu tuan,” ucap ART


“Kalau begitu terima kasih, o ya jangan lupa kasih tahu saya jika Alena dan keluarganya berkunjung kerumah ini atau kembali tinggal di rumah ini dan ini nomor HP saya,” ucap Devin sambil memberikan kartu nama kepada ART Alena.


Devin kecewa lagi karena lagi-lagi ia tidak bisa bertemu dengan Alena sebenarbya ia pindah kemana dan kenapa Hpnya juga nggak aktif sama sekali. Devin menelpon seseorang agar mencari keberadaan Alena kembali dan kali ini Devin menyuruh orang itu harus menemukan Alena secepatnya.


“Alena sayang sebenarnya kamu ada di mana? Kenapa kamu ninggalin aku,”lirik Devin sambil mengacak-acak rambutnya yang mulai frustasi mencari keberadaan Alena, Devin sangat merasakan lelah yang amat sangat sehingga ia memutuskan untuk mencari hotel terdekat untuk istirahat dan besok paginya Devin juga harus kembali ke Jepang.

__ADS_1


__ADS_2