
Saat ini Devin dan Alena sedang menikmati siang mereka dengan berenang, mereka menghabiskan waktu mereka berenang di kolom renang yang tersedia di tempat mereka menginap dimana Alena yang hanya mengenakan bikini dan Devin yang mengenakan celana pendek. Mereka berdua sangat menikmati honeymoon mereka walau mereka harus berpisah dengan anak mereka, bahkan Alena yang sudah sangat merindukan Kaendra yang berada di Korea.
“Sayang,” panggil Devin, yang saat ini Devin memeluknya dari belakang dengan sangat posesif.
“Hm ... ada apa?” tanya Alena menoleh ke belakang.
Devin tersenyum saat istri cantiknya itu menoleh kebelakang dan menatapnya. “Apa yang sedang kamu pikirkan hm?” tanya Devin.
“Aku merindukan Kaendra,” ucap Alena jujur, dan saat itu juga Devin mencubit hidung Alena dengan pelan.
__ADS_1
“Aku juga sayang, sabarlah sebentar lagi kita juga kembali ke Korea,” ucap Devin, Alena pun hanya bisa menganggukkan kepalanya, mereka kembali berenang ke sana kemari dan bahkan sekali-kali Devin dengan sangat mesumnya menjahili Alena, berniat mengajaknya untuk bermain di dalam kolam renang akan tetapi Alena menolaknya.
Saat ini mereka makan siang bersama di restoran, Devin yang memesan begitu banyak makanan dan itu semua kesukaan Alena, dan Alena hanya menatap makanan yang tersaji lalu beralih menatap kepada suaminya itu. “Apa kamu ingin membuatku gemuk Devin? Kenapakamu memasan begitu banyak makanan,” ucap Alena.
“Tidak sayang, saat ini badan kamu sangat kurus sayang dan aku mau kamu makan dengan baik, satu lagi aku tidak mau di bantah sayang,” ucap Devin, dan saat itu juga Devin langsung mengajak Alena untuk menyantap makan siangnya dan sesekali Devin menyuapi Alena. Mereka sangat terlihat romantis, dan dimana Devin yang begitu sangat perhatian dan sayang kepada Alena, mungkin sebagian orang yang makan di restoran yang sama sekarang akan merasa iri jika melihat Alena dan Devin.
Dimana perjalana cinta mereka berdua yang begitu sulit dan rumit, dimana mereka yang selalu egois akan diri mereka. Namun saat ini berbeda dimana mereka berdua hidup bahagia dengan anak laki-laki yang begitu tampan dan mirip dengan Devin, bahkan kepintaranya juga turun dari Devin sehingga membuat Alena terkadang merasa sebal kenapa tidak ada salah satu yang mirip darinya, tapi tetap saja Alena mencintai kedua orang yang sangat berarti dalam hidupnya. Selesai makan siang Devin mengajak Alena untuk jalan-jalan ke pusat perbelajaan, Devin menyuruh Alena belanja sepuasnya.
“Hm ... baiklah kalau begitu, kita belikan Kaendra mainan saja dan beberapa baju untuknya,” ucap Devin, lalu meraih tangan Alena dan menggandengnya jalan keluar toko baju, mereka berdua menuju masuk ke dalam toko mainan yang lengkap.
__ADS_1
Setelah selesai belanja, Devin mengajak Alena untuk kembali ke resort untuk istirahat. Devin tidak boleh menyia-nyiakan waktunya saat berdua dengan Alena, apa lagi saat ini tujuannya ke sini adalah untuk honeymoon, Devin ingin sekali memiliki anak lagi dan merasaka menemani Alena nanti saat lahiran karena saat Kaendra lahir Devin tidak ada di sampingnya sungguh Devin sangat menyesali itu dan tidak bisa membayangkan bagaimana Alena menahan rasa sakit itu, bahkan Devin juga tidak bisa melihat atau merawat Kaendra masih kecil. Ini adalah awal dimana dia akan membangun keluarga kecilnya dengan bahagia dan dia juga tidak akan membuat Alena pergi atau pun membuatnya bersedih, karena bagaimana juga Alena dan Kaendra adalah kebahagiannya yang tidak pernah tergantikan.
“Sayang, terima kasih,” ucap Devin sambil memeluk Alena dari belakang, Devin juga mencium pipi Alena dengan sayang.
“Kenapa kamu selau berterima kasih Dev? Seharusnya aku yang mengucapkannya, Dev, aku bahagian bisa menikah denganmu, dan maafkan segala kesalahanku,” ucap Alena, dengan tangannya mengusap tangan Devin lembut.
“Aku sudah melupakan semuanya sayang, dan mari kita jalani ini dengan bahagia selamanya,” ucap Devin memeluk erat Alena.
Sungguh ini adalah momen bahagia mereka dimana dia bisa bersama kembali, bahkan dengan status yang berbeda dan tidak ada halangan apa pun untuk melakukan apa saja yang mereka inginkan, Alena berharap jika rumah tangganya akan baik-baik saja tanpa ada gangguan dari pihak ketiga atau apa pun itu, walau pun ada itu hanya pertengkaran kecil dan akan kembali baik-baik saja.
__ADS_1
“I love you Devin,” ucap Alena yang kini mengubah posisinya, mereka saling berhadapan dan Alena pun memeluk kembali Devin.
“I love you to, sayang,” ucap Devin, dan sesekali Devin mencium puncak kepala Alena dengan lembut.