
Mereka berempat menghabiskan waktu dengan minum, dan memakan banyak makanan yang sudah disiapkan oleh Alena. Mereka bahkan juga membicarakan banyak hal, dan sesekali juga Lionel akan berbicara walau hanya sekali dua kali saja. Hingga tanpa sadar waktu sudah sore saja, dan Alena memutuskan untuk kembali, sedangkan Stevani kembali ke kamarnya.
Jenny dan Lionel masih di samping kolam, mereka duduk berdua sambil menikmati makanan yang masih ada. “Berapa hari di sini?” tanya Lionel.
“Dua minggu, jika kamu ingin kembali lebih dulu aku tidak masalah, lagi pula ada Katty,” ucap Jenny.
Lionel hanya mengangguk. “Tapi tetap saja aku tidak bisa tidur tanpa kamu,” ucap Lionel.
Jenny tersenyum dan mencubit paha Lionel pelan. “Bilang saja kamu mau mesum,” ucap Jenny.
Dulu hubungan mereka sebagai bos dan karyawan saja namun kini hubungan mereka adalah sepasang kekasih. Bahkan mereka juga akan merencanakan pernikahan dalam waktu dekat ini, baik keluarga Jenny dan Lionel sudah setuju, keluarga mereka juga menyuruh mereka berdua untuk segera menikah dari pada menundanya. Lagi pula baik Jenny dan Lionel yang terlalu sering bercinta disembarang tempat hingga waktu itu tidak sengaja ketahuan oleh orang tua mereka. Maka dari itu mereka di suruh menikah saja dari pada nanti Jenny hamil lebih dulu.
“Aku hanya mesum denganmu baby,” ucap Lionel.
“Benarkah?” tanya Jenny yang kini menatap Lionel dengan lekat. Dan saat itu juga Lionel langsung mencium bibir Jenny dengan cepat.
Mereka berdua pun kembali ke dalam kamar mereka, Jenny berniat untuk membersihkan badannya lebih dulu. Jenny masuk ke dalam kamar mandi, dia mulai melepaskan semua pakaian yang dia kenakan dan menyalakan shower, dan kini tubuhnya di guyur oleh air dingin yang membuat badannya kembali segar. Akan tetapi dia di kejutkan oleh kedatangan Lionel, dimana kekasihnya itu memeluknya dari belakang. Bahkan Lionel juga mencium tengkuk Jenny, Lionel juga memberikan beberapa tanda di leher Jenny.
__ADS_1
“Hm, apa yang kamu lakukan Lionel,” ucap Jenny, dimana dia juga tidak bisa menahan sentuhan Lionel yang membuatnya mabuk akan belaian yang di berikan oleh Lionel.
“Aku menginginkan kamu baby,” bisik Lionel di telinga Jenny, Lionel juga menjilat telinga Jenny hingga membuat tubuh Jenny semakin menegang. Hingga terjadi pergulatan panas di kamar mandi, mereka melakukannya selama satu jam, dan kini Lionel menggendong tubuh Lionel seperti bridel style dan menidurkannya di ranjang, mereka kembali melakukannya hingga kamar mereka di penuhi suara ******* mereka berdua.
Lionel yang terus memasuki inti tubuh Jenny, hingga membuat Jenny mendesah dan memanggil nama Lionel. Bahkan mereka juga melakukan berbagai gaya, dan tanpa memperdulikan ketukan pintu kamar mereka sedari tadi namun sayangnya mereka sudah asik dengan dunia mereka yang mengejar kenikmatan.
Sedangkan saat ini Katty yang berada di depan pintu kamar Jenny dan Lionel merasa kesal karena mereka berdua tidak segera membuka pintunya dan bisa di pastikan jika mereka sedang berperang dan itu membuat Katty sangat ingin marah hingga dia memutuskan untuk makan malam sendiri dan jalan-jalan sebentar di dekat hotel.
“Arrgghht ... Lionel,” teriak Jenny.
Jenny dan Lionel mereka baru mendapatkan pelepasan mereka entah yang keberapa kali, lalu mereka membaringkan tubuhnya dengan hanya ditutupi oleh selimut tebal.
Lionel menoleh ke arah Jenny sambil tersenyum. “Aku rasa itu adalah Katty, baby,” ucap Lionel, dan saat itu juga Jenny mengangguk, namun mereka juga langsung tertawa lepas. Ini sudah menjadi kebiasaan mereka, bahkan besoknya bisa di pastikan jika Katty akan marah-marah pada mereka berdua dan mereka hanya akan menyogok Katty dengan kencan bersama pria maka Katty akan memaafkan mereka.
Pagi harinya Jenny masuk ke dalam kamar Katty dengan menggunakan kartu cadangan yang dia pinta dari resepsionis tadi. Dia melihat Katty yang masih tidur dengan pulas dan seperti kebiasaannya dia hanya tidur dengan mengenakan lingerie, Jenny menghela nafasnya dan membangunkan Stevani untuk di ajak sarapan pagi. Bicara tentang Katty, wajahnya sedikit mirip dengan mertua Alena yang sangat baik itu, dimana Jenny juga pernah bertemu dengan mama Devin namun baik mama Devin dan Katty sahabatku ini sifatnya sangatlah berbeda.
“Hm, ada apa Jen? Kenapa pagi-pagi sudah bangunin aku,” ucap Katty yang masih memejamkan matanya.
__ADS_1
“Ayo bangun Katt, kamu mau sarapan pagi bareng kita enggak?” tanya Jenny.
“Duluan saja, aku masih mengantuk. Aku tahu kalian sudah lapar karena tadi malam kalian melupakan makan malam dan bisa aku tebak kalian sedang bertempur dan itu sangat menyebalkan bukan? Hingga membuatku harus makan malam sendiri,” ucap Katty, dan itu membuat Jenny merasa bersalah.
“Maaf, tapi nanti malam aku bisa ganti dengan hadiah,” ucap Jenny.
Katty pun membuka matanya dan menatap Jenny serius. “Apa? Berkencan dengan laki-laki?” tanya Katty.
Tentu saja mengangguk, dia akan mengenalkan Katty dengan sahabat kekasihnya dan siapa tahu mereka cocok, itu yang ada di pikiran Jenny. Saat itu juga Katty juga akan setuju, bahkan dia juga terlihat sangat senang. “Tapi aku harap kamu tidak akan pernah melakukan ons lagi Katty,” ucap Jenny.
“Kenapa? Lagi pula aku juga sudah lama tidak bersenang-senang,” ucap Katty.
“Terserah kamu saja Katt, sekarang kamu mau ikut sarapan enggak?” tanya Jenny kembali.
Namun sayangnya Katty lebih memilih untuk kembali tidur dan menyuruh Jenny untuk sarapan lebih dulu bersama dengan Lionel, karena saat ini dirinya masih mengantuk berat. Mau tidak mau Jenny pun meninggalkan Katty sendiri, dirinya kembali ke kamar untuk mengajak Lionel sarapan di bawah.
“Dimana Katty?” tanya Lionel.
__ADS_1
“Dia kembali tidur dan tidak mau aku ajak sarapan bersama,” ucap Jenny, meraih tangan Lionel untuk segera turun ke bawah karena memang dirinya sudah sangat lapar dan ingin memakan sesuatu. Mereka terlihat sangat mesra, bahkan mereka saat marah akan kembali baikkan dalam waktu satu jam karena baik Jenny dan Lionel tidak bisa marah terlalu lama.
Mereka berdua duduk di meja makan, mereka memilih makanan yang menurut mereka mengenyangkan perut karena semalam mereka benar-benar terlalu bersemangat hingga melupakan makan malam dan setelah bertempur mereka juga langsung tertidur karena kelelahan.