
Seperti biasa Sandra selalu berangkat pagi agar dia tidak telat dan tidak kena marah dari tuannya, karena bagaimana juga Sandra masih ingin bekerja dan kalau bisa juga dia bisa menggoda tuannya agar menjadi miliknya. Sandra tidak peduli jika tuannya itu sudah memiliki istri dan anak, yang Sandra inginkan adalah dia bisa melakukan apa yang dia inginkan dan tentunya juga uang. Karena dengan uang banyak dia bisa hidup enak dan dia bisa membeli barang-barang mahal untuk di pamerkan pada sahabatnya, bagi Sandra menggoda suami orang atau lebih tepatnya tuanya itu lebih menyenangkannya, apa lagi bisa memuaskannya di ranjang.
Sandra duduk di kursinya sambil memikirkan caranya bisa menggoda Devin, bagaimana juga dia harus berhasil dan tidak boleh gagal. Sandra segera berdiri saat melihat pintu lift terbuka dan menampilkan Devin yang keluar dari dalam lift, Sandra menyapa Devin seperti biasa dan seperti biasa juga Devin hanya menjawab dengan anggukan bahkan tanpa menatapnya.
“Arrgh, sial,” umpatnya dalam hati, dengan masih melihat Devin yang masuk ke dalam ruangannya.
Sandra kembali duduk lagi lalu kembali menatap laptopnya dan segera menyelesaikan pekerjaannya namun beberapa menit kemudian telepon di hadapannya berbunyi dan dengan segera Sandra mengangkatnya.
“Iya tuan, kenapa?” tanya Sandra dengan lembut.
“Segera masuk ke dalam ruangan saya,” ucap Devin, dan saat itu juga teleponnya langsung terputus dengan sangat semangat Sandra langsung beranjak dari duduknya dan berjalan ke ruangan Devin.
__ADS_1
Sandra pun membuka pintu ruangan Devin dan langsung masuk ke dalam, Sandra berjalan dengan sangat anggun mendekati Devin, akan tetapi Devin sama sekali tidak melihat ke arah Sandra sama sekali dia fokus dengan laptop yang ada di depannya.
“Ada apa tuan memanggil saya?” tanya Sandra.
Devin pun langsung berhenti dan menatap Sandra. “Tolong nanti kamu temani saya meeting dan siapkan semua berkasnya,” ucap Devin.
“Ah, baiklah tuan,” ucap Sandra.
“Jika kamu sudah mengerti, maka kamu bisa keluar sekarang,” ucap Devin yang kini kembali fokus pada laptopnya kembali, dan Sandra hanya bisa mengangguk dan dengan perasaan kesalnya dimana tuannya itu tidak tertarik dengannya sama sekali atau bahkan tidak meliriknya sedikit pun. Sandra kembali duduk di kursinya, dia menjatuhkan pantatnya dengan sedikit kasar. Sandra benar-benar ingin marah namun dia tidak bisa, bagaimana juga dia harus bersikap manis agar tuannya itu nantinya akan terpesona dengannya.
Sampai di restoran dimana mereka akan melakukan meeting, Devin langsung masuk ke dalam dengan di ikuti Sandra di belakangnya. Devin menuju ruangan VVIP yang sudah di kasih tahu oleh klien sebelumnya, saat dia membuka pintu dan di dalamnya sudah ada kliennya bersama dengan sekretaris wanitanya dan sialnya mereka sedang bercumbu, Devin ingin mengumpat saat itu juga namun dia tahan.
__ADS_1
“M-maaf tuan Bastian jika saya mengganggu,” ucap Devin.
Namun dengan segera Bastian menyudahinya dan tersenyum pada Devin. “Tidak apa-apa tuan, justru saya yang harus meminta maaf pada tuan Devin karena melihat hal yang tidak menyenangkan untuk anda,” ucap Bastian, sambil mengulurkan satu tangannya yang di balas oleh Devin.
Bastian bahkan juga melirik ke arah sebelah Devin dimana penampilan Sandra yang sangat sexy membuat Bastian ingin menerkamnya saat ini juga, Devin yang tahu akan hal itu segera memperkenalkan Sandra sebagai sekretarisnya. Setelah itu mereka membahas soal pekerjaan, dengan tatapan Bastian yang menuju ke Sandra dan itu membuat Sandra salah tingkah. Bagaimana juga Bastian juga tampan walau pun masih tampan Devin. Sedangkan Devin yang melihat itu mendengus kesal, dan dia pun ingin buru-buru menyelesaikannya.
Ada sekitar tiga jam mereka membahasnya dan kini mereka baru selesai, saat itu juga Devin langsung berpamitan dan menyuruh Sandra untuk pulang saja dan tidak usah kembali ke kantor karena hari juga sudah sore, dan kesempatan itulah Bastian menahan Sandra untuk tinggal di restoran lebih dulu bersama dengan sekretaris cantiknya, akan tetapi setelah itu Bastian menyuruh sekretarisnya itu untuk keluar dan menunggunya di luar di tempat biasa.
“Sandra, kamu sangat cantik,” ucap Bastian yang kini berjalan mendekati Sandra, lalu duduk di belakang Sandra dan langsung memeluknya dari belakang, tangan Bastian bahkan meremas milik Sandra dengan kasar.
“Hm, apa yang ingin tuan lakukan?” tanya Sandra namun dia hanya diam saja dengan perlakuan Bastian, dan justru dia sangat menikmatinya.
__ADS_1
“Tentu saja kita akan bersenang-senang, kamu bisa memuaskanku bukan?” bisik Bastian, lalu mengulum telinga Sandra, dan ciuman Bastian juga semakin turun ke bawah mencium tengkuk Sandra, membuat Sandra mendesah pelan.
Setelah puas bermain-main baik Sandra dan Bastian yang kini sama-sama bugil. Bastian mengagumi tubuh indah Sandra, Bastian juga menyuruh Sandra untuk duduk di pangkuannya dimana Sandra menurutinya, dia memasukkan milik Bastian ke area intimnya. Ya, Sandra yang memimpin permainannya, dimana dia dengan semangat memompa tubuhnya naik turun, dan ruangan yang penuh dengan ******* mereka berdua, mereka melakukan pergulatan panas yang begitu sangat nikmat.