Perjalanan Cinta Alena

Perjalanan Cinta Alena
Honeymoon


__ADS_3

Di sinilah aku saat ini bersama dengan Devin, sedangkan Kaendra bersama dengan Alice di Seoul bersama orang tuaku. Aku dan Devin di Maldives selama satu minggu untuk honeymoon, saat ini aku dan Devin berada di Atmosphere Kanifushi Maldives. Di sini sangatlah indah, aku tidak menyangka jika Devin memilih tempat sebagus ini sebagai tempat honeymoon kami. Di mana air laut yang terlihat jernih dengan warna kehijau-hijauan dan hotel di atasnya.


“Apa kamu menyukainya?” tanya Devin yang tiba-tiba memeluk tubuhku dari belakang.


Aku tersenyum simpul dan menoleh ke belakang. “Tentu saja aku sangat menyukainya Dev, tempatnya sangat indah, rasanya aku juga ingin tinggal di sini,” ucapku.


“Apa pun akan aku lakukan untukmu sayang asal kamu bahagia dan tetap berada di sampingku untuk selamanya,” ucap Devin, dia juga mencium tengkukku.


Sebenarnya kami juga baru saja sampai di sini akan tetapi Devin sudah memesan tempat ini jauh-jauh hari melalui website agar mendapatkan satu kamar di sini karena di sini juga banyak pasangan yang entah itu berlibur atau mungkin honeymoon seperti kami.

__ADS_1


“Terima kasih Dev,” ucapku, lalu aku memutar tubuhku dan mencium bibir Devin dengan lembut. Namun itu hanya sebentar saja, aku segera berlari kecil ke kamar mandi untuk membersihkan diri lebih dulu.


“Sayang, awas saja nanti,” teriak Devin dari luar sedangkan aku hanya tersenyum di kamar mandi.


Kini aku dan Devin berada di restoran, kami makan malam berdua dan suasananya sangat romantis dan di restoran ini banyak pengunjungnya juga. Aku dan Devin malam ini makan malam dengan steak, sebenarnya aku ingin memesan salad sayur saja akan tetapi Devin tidak membolehkan aku dan akhirnya aku pesan sama dengan Devin.


“Aku bahagia bisa bersama kamu sayang, aku sudah lama menginginkan hal ini. Akan tetapi tuhan memberiku untuk lebih bersabar untuk mendapatkan kamu,” ucap Devin.


Devin mengangguk, dia juga berjanji kalau dia tidak akan pernah berselingkuh atau berniat untuk meninggalkan aku. Bahkan jika dia sampai melakukannya maka dia tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri karena telah menyakiti hati istri dan anaknya.

__ADS_1


Kami pun selesai makan malam, kami jalan-jalan sebentar sambil menikmati angin malam yang tidak terlalu dingin ini. Devin yang memelukku dengan sangat posesif membuatku tersenyum kecil, aku sungguh sangat bahagia. Dengan berjalan pelan menuju tempat kami, bahkan sedari tadi Devin terus cerewet dengan kata-kata gombalnya.


“Kamu belajar dari mana? Kenapa sekarang kamu bisa menggombal hm?” tanyaku menoleh ke arah Devin.


Akan tetapi Devin hanya tersenyum saja dan dia mencubit hidungku dengan pelan. “Memangnya dulu aku tidak seperti ini?” tanya balik Devan.


“Tidak, dulu kamu tidak seperti ini Dev. Bahkan kamu terkesan dingin, menyebalkan dan cuek,” ucapku.


“Hm, benarkah? Kalau begitu maafkan aku sayang, mungkin dulu aku juga menyakitimu dan membuatmu marah padaku, maafkan aku sayang,” ucap Devin, lalu Devin memeluk tubuhku dengan sangat erat.

__ADS_1


Aku mengangguk pelan dan membalas pelukannya, setelah itu aku melepaskan pelukannya dan mengajak Devin untuk kembali ke hotel.


Hari yang sangat indah dan membuatku bahagia saat bersama dengan Devin dan Kaendra, karena mereka adalah kedua orang yang aku sayangi. Mungkin dulu aku egois dan selalu menghindari Devin, bahkan menolaknya saat Devin mengajakku untuk menikah dan aku pergi jauh lalu melahirkan Kaendra seorang diri dan hanya di bantu oleh sahabatku yang membawaku ke rumah sakit. Maafkan aku Dev, aku akan membuktikan jika aku akan menjadi istri yang baik.


__ADS_2