Perjalanan Cinta Alena

Perjalanan Cinta Alena
Devin dan Alena


__ADS_3

Devin kembali ke kamar untuk menemui Alena dan mengajaknya untuk pergi ke halaman belakang. Saat sudah berada di dalam kamar Devin melihat Alena dengan wajahnya yang terlihat marah dan menatapnya tajam.


Namun Devin tetap saja berjalan dengan santai mendekati Alena,” sayang, ayo kita keluar,” ajak Devin yang kini duduk di samping Alena.


Alena masih diam saja tak memperdulikan keberadaan Devin di sampingnya.


“Sayang,” ucap Devin menoleh.


Alena masih menatap Devin dengan tajam,” kenapa kamu tak menjawab teleponku?” tanya Alena.


“Maaf sayag tadi aku sedang bekerja jadi nggak bisa angkat telepon dari kamu,” ucap Devin.


“Lalu kenapa kamu mengunciku dari kamar?” tanya Alena kembali.


Devin tersenyum devil,” itu karena aku tak mau kamu kabur dari ku lagi sayang,” ucapnya santai.


Alena mendengus kesal dan menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


“Sampai begitunya kamu sama aku,” ucapnya sinis tanpa menoleh ke arah Devin.


Devin memegang pundak Alena dengan pelan,” sayang, sudahlah jangan bahas lagi, ayo kita keluar,” ajak Devin.


Alena menoleh ke Devin dan masih menatapnya dengan tajam,” mau kemana?” tanya Alena.


“Rahasia, nanti kamu juga akan tahu,” ucap Devin sambil mengulurkan tangan yang satunya dan Alena pun dengan sangat terpaksa meraih tangan Devin.

__ADS_1


Mereka berdua berjalan keluar kamar, Devin mengajak Alena kebelakan villa dan di sana semuanya sudah di hias dengan romantis, hiasan bunga serta lilin kecil yang sudah dinyalakan.


“Dev,” ucap Alena dan membuat Devin menoleh ke Alena.


“Ya, baby kenapa?” tanya Devin.


“I-ini m-maksudnya apa?” tanya balik sambil menatap meja makan yang juga di hias, di sana juga ada banyak makanan yang tersaji.


“Maksudnya, kita berdua akan makan malam bersama,” ucap Devin tersenyum.


Alena menoleh ke Devin kembali,” lalu dimana Kaendra dan Alice?” tanya Alena penasaran.


“Mereka bersama dengan Evan, dan Evan juga mengajaknya terlebih dahulu makan malam di restoran dekat dengan villa,” ucapnya.


Alena tak menyahuti ucapan Devin, dirinya berjalan mendekati meja, dan Devin pun mengikuti Alena lalu menyeret bangku untuk Alena dan mempersilahkan duduk.


“Ya, lumayan,” ucap Alena yang masih kagum dengan apa yang dilakukan oleh Devin.


Devin mendengus pelan, bisa – bisanya Alena bicara seperti itu padahal dirinya sudah susah payah melakukan ini semua.


Mereka berdua menikmati makan malam bersama, Devin yang melihat makan Alena banyak tersenyum.


“Ternyata makan kamu juga banyak sayang,” ucapnya menatap Alena.


“Kenapa? Lagian juga makanan di meja banyak, kalau nggak di makan jadinya ntar Cuma di buang,” ucapnya acuh dengan masih makan.

__ADS_1


Devin hanya mengelengkan kepala dan tersenyum.


**


Selesai makan malam mereka berdua kembali ke dalam villa dan kebetulan Kaendra dan Alice datang bersama dengan Evan. Alena menyuruh Alice mengajak Kaendra untuk segera masuk ke dalam kamar dan istirahat.


Sedangkan Alena duduk di sofa ruang tamu dengan di temani Devin yang sedang sibuk dengan ipadnya.


Alena sekali – kali melirik ke arah Devin melihat apa yang sedang ia kerjakan dengan ipad yang ada di tangannya. Devin yang menyadari akan hal itu sudut bibirnya tertarik ke atas.


“Hah! Kenapa malam ini sangat dinging,” ucap Alena sambil merengangkan tubuhnya.


Devin yang mendengarnya langsung menatap Alena,” lebih baik kamu ke kamar duluan dan berganti pakaian yang lebih tebal,” hcap Devin.


Alena hanya mendengus kesal,” bagaimana nasib supir aku, dan kemana? Kenapa tak ikut ke sini?” tanya Alena.


Devin tersenyum dan menaruh ipadnya di samping,” sopir kamu udah aku suruh balik duluan dan nanti kamu akan kembali bersamaku,” ucap Devin.


“Baiklah, kalau begitu soal kerjasama kita lebih baik kita bicarakan malam ini saja,” ucap Alena.


Devin hanya mengangguk setuju dan Alena pun mengambil berkas – berkas yang ia perluhkan ke dalam kamar Kaendra dan sebagiannya lewat email.


Hingga larut malam baik Devin, Alena dan Evan masih berdiskusi soal persetujuan kerjasama antar perusahaan.


“Gimana jadi deal?” tanya Alena menatap Devin.

__ADS_1


“Deal,” ucap Devin sambil berjabat tangan dengan Alena.


Setelah itu Evan pamit terlebih dahulu untuk istirahat, sedangkan Devin dan Alena masih ada di sofa ruang tamu, entah mereka hanya duduk sambil berdiaman saja dan sesekali baik Devin dan Alena salin melirik.


__ADS_2