Perjalanan Cinta Alena

Perjalanan Cinta Alena
Alena dan Devin


__ADS_3

Mereka menghabiskan malam panas semalaman dan pagi ini Devin terbangun lebih dulu karena dia mendengarkan suara hpnya yang berbunyi. Ya, baru saja dia di telepon oleh Evan jika hari ini dia harus bertemu dengan klien yang datang dari Jepang, dan tentu saja Devin tidak mau telat atau pun tidak konsisten karena klien ini sangat penting baginya dan juga perusahaannya yang akan mendapatkan untung yang banyak. Dengan perlahan Devin membangunkan Alena dengan pelan-pelan, dia mengusap wajah istrinya dengan lembut, bahkan sesekali Devin juga mengecup puncak kepala Alena dengan lembut.


“Sayang, bangun. Hari ini aku harus pergi untuk bertemu dengan klien,” bisik Devin tepat di telinga Alena, dan jelas saja itu sukses membuat bangun Alena.


Alena membuka matanya dan dia juga tersenyum saat melihat wajah tampan suaminya, bahkan tangan Alena mengusap wajah suaminya itu namun dengan cepat Devin menghentikannya dan mengecup punggung tangan Alena dengan sayang. “Maafkan aku membangunkan kamu, hari ini aku harus pergi untuk bertemu dengan klien dari Jepang, apa kamu tidak apa-apa? Aku janji aku akan pulang dengan cepat jika sudah selesai,” ucap Devin.


“Tentu saja tidak, karena suamiku yang tampan ini harus bekerja agar bisa memberikan aku banyak uang bukan,” ucap Alena, dan setelah itu mereka berdua langsung tertawa. Saat itu juga Alena juga cepat menyuruh Devin untuk membersihkan dirinya, sedangkan dia akan membuatkan susu dan roti bakar untuk Devin sarapan.


Alena pun beranjak dari ranjang dan dia pun memunguti baju tidurnya yang berserakan di lantai lalu mengenakan kembali. Alena keluar dari kamar dan turun ke bawah, dia berjalan ke dapur, Alena membuka kulkas dan meminum air terlebih dahulu, setelah itu dia mengeluarkan susu dan roti, dia pun membuatnya dengan penuh cinta. Alena mencintai Devin dan dia juga tidak ingin kehilangannya, sebisa mungkin dia akan menjaga rumah tangganya dari terjangan badai yang menimpa keluarganya suatu saat nanti.

__ADS_1


Devin pun kini sudah berada di ruang makan dan dia juga buru-buru menghabiskan sarapannya dan segera pergi bertemu dengan klien. Seperti biasa Alena akan mengantarkannya sampai di depan rumah dan menunggu mobil Devin sampai tidak terlihat oleh pandangan matanya. Alena tersenyum kecil, dia bahagia akan segalanya yang telah dia dapatkan selama ini, bahkan memiliki Devin yang begitu sangat setia dengannya, dan dia juga rela menunggunya. Alena kembali masuk ke dalam rumah, saat itu dia melihat Alice yang sedang bersantai di ruang keluarga namun dia sibuk dengan ipadnya, Alena berjalan mendekatinya dan duduk di samping Alice.


“Hm ... apakah kamu sibuk Alice?” tanya Alena.


Saat itu juga Alice menghentikan aktivitasnya dan menoleh ke arah Alena, bahkan dia juga tersenyum pada Alena sambil menganggukkan kepalanya. “Eonie kenapa membuatku kaget saja,” ucapnya.


“Habisnya kamu sangat sibuk, sudah seperti oppa mu saja, hari minggu dia harus bertemu dengan klien dan saat ini eonie lihat kamu sibuk dengan ipad kamu,” ucap Alena sambil mendengus, dan Alice hanya tersenyum geli melihat eonie’nya yang sedang kesal karena di tinggal oppa pergi bertemu klien.


“Benarkah? Sejak kapan Evan suka mengirimkan pesan? Bukankah dia jika butuh atau penting hanya akan menelepon sedangkan untuk berkirim pesan belum tentu dia akan membalasnya,” ucap Alena.

__ADS_1


Alice hanya menggelengkan kepalanya sambil memperlihatkan chat mereka pada Alena, bahkan Alena juga bisa melihat di pesan itu Evan sangat terlihat romantis dan bahkan malam ini Evan juga mengajak Alice untuk makan malam bersama di restoran mahal. “Apa kalian sudah menjalin hubungan?” tanya Alena.


“Tentu saja belum eonie,” ucap Alice menundukkan wajahnya.


“Tapi kenapa di pesan itu Evan sangat romantis sekali Alice,” ucap Alena.


Akan tetapi Alice hanya menghendikkan kedua bahunya, bahkan sejak awal memang Evan seperti itu sehingga membuatnya jatuh cinta namun sampai saat ini Evan juga tidak ada kejelasannya dan bahkan Alice yang sudah menyatakan perasaannya tapi tidak mendapatkan respon dari Evan. Sungguh menyebalkan bukan? Namun bagaimana juga Alice harus mendapatkan Evan, dia juga tidak akan peduli apa kata orang nanti.


“Baiklah, eonie tahu. Yang pasti di sini membuktikan jika Evan juga mencintaimu,” ucap Alena.

__ADS_1


“Bagaimana eonie tahu?” tanya Alice lagi.


“Entahlah tapi felling eonie mengatakan seperti itu,” ucap Alena, setelah itu Alena beranjak dari duduknya dan meninggalkan Alice sendirian duduk di ruang keluarga, Alena menaiki tangga menuju lantai dua dimana kamarnya berada, dia akan membersihkan badannya lebih dahulu. Setelah itu dia juga akan mengecek pekerjaannya melalui laptop miliknya sembari menunggu Devin pulang, dia juga tidak mungkin mengajak Kaendra untuk jalan-jalan karena anak itu sekarang terlalu sibuk dengan aktivitasnya sendiri, apa lagi Alice yang saat ini sedang kasmaran dengan Evan.


__ADS_2