
Malam ini Jenny mengajak Alena untuk pergi keluar makan malam bersama dengan teman kerja Jenny dan juga bos Jenny ikut dalam acara makan malam untuk merayakan pesta ulang tahun Jenny yang ke 29 tahun ini.
Alena sangat antusias dengan acara makan malam bersama, karena dirinya bisa menghirup udara malam hari di kota Swiss, dan juga Alena sudah menyiapkan hadiah buat Jenny sahabatnya yang baik hati karena sudah membantunya.
“Alena kamu sudah siap,” teriak Jenny dari luar kamar Alena.
“Iya Jen, aku sudah siap kok.” Alena mencari tasnya dan memasukkan hpnya kedalam tasnya, tak lupa juga kotak kecil hadiah untuk Jenny sebuah liontin dengan bandul permata yang sangat cantik, Alena segera memasukkan ke tas dan segera keluar.
Jenny mengendarai mobilnya meninggalkan apartemen menuju ke restoran yang sudah di booking oleh Jenny, pesta ini hanya kecil - kecilan saja dan kebetulan Jenny sedang banyak uang jadi ya sesekali juga nggak apakan.
**
Di restoran itu sudah ada teman Jenny dan bosnya bernama Nathan di temani oleh orang kepercayaannya Lionel.
__ADS_1
“Bos tumben bos mau ikut pesta kecil - kecilan begini, biasa bos juga nggak mau,” ucap Lionel yang duduk berada di sampinngya sambil menaruh tangannya di depan dada.
“Itu karena Jenny teman dari kecil dan keluarga kita juga bersahabat, jadi aku menghargai Jenny karena sudah menggundangku.” sambil menatap minuman wine yang tadi Lionel pesankan.
Nathan sendiri lahir dari anak kolongmerat yang sangat terpandang di kota Swiss, Nathan laki – laki yang pintar dan juga sangat tampan sehingga banyak wanita yang mengejar Nathan namun tak pernah dirinya perdulikan.
Nathan Narendra Felix adalah seorang CEO di perusahaan J ONE Coperation, Nathan menggantikan ayahnya, karena sang ayah sudah kembali kepada sang pencipta karena kecelakaan lalu lintas, dan kini Nathan hanya tinggal bersama sang bunda yang bernama Elina.
“...”
“Hai, semuanya.” Jenny menyapa mereka sambil mengandeng Alena mendekati mereka, teman, Lionel dan juga Natha mata mereka tertuju kepada Alena yang berada di samping Jenny dengan keadaan hamil besar.
“Jen dia siapa, kok aku baru tahu kamu punya teman yang cantik begini.” Lionel menatap Alena lalu mengarahkan padangannya kembali kepada Jenny.
__ADS_1
“Oh iya, ini teman aku namanya Alena, Alena ini baru dua hari ini di Swiss.” Jenny memperkenalkan Alena kepada temannya dan bosnya itu.
Lalu mereka duduk bersama untuk menyanyikan lagu ulang tahun untuk Jenny dan setelah itu menium lilin dan memotong kue, selanjutnya mereka makan bersama dan minum alkohol dengan kadar rendah, Alena hanya minum orange jus, dirinya tak berani minum alkohol karena sedang hamil.
“Jen, ini kado ulang tahun buat kamu.” Alena memberi kotak kecil berisi kalung dengan bandul permata yang sangat cantik, dan Jenny langsung membukanya dan terharu dengan isi di dalamnya dan pasti Alena menghabiskan uang yang sangat banyak, Jenny sangat terharu mendapat kado dari teman baiknya ini.
“Terima kasih Alena.” Jenny lalu memeluk erat Alena, dan selanjutnya mereka kembali menghabiskan makan mereka.
Pandangan Nathan yang sedari tadi tak lepas memandang Alena, ya, Nathan sangat kagum dengan kecantikan Alena dan entah kenapa melihat Alena ada perasaan yang berbeda.
Nathan baru pertama kali ini merasakan debaran yang sangat aneh, biasanya dia juga di dekat wanita hanya biasa namun kali ini berbeda.
“Apa aku sedang jatuh cinta? Ah! Nathan kamu gila ya, wanita yang ada di depanmu itu sudah ada yang punya bahkan dia juga sedang hamil anak mereka,” batin Nathan.
__ADS_1
Lionel yang mengamati bosnya sedari tadi tahu jika sang bosnya itu tertarik dengan wanita yang bersama dengan Jenny, Lionel menatap Alena, ya, Alena memang cantik walaupun sedang hamil kecantikannya tak hilang.