
“Apa tuan akan mengikuti saya terus?” tanya Sandra, bahkan kali ini Sandra juga menatap Austin dengan tatapan tajam, seakan memang Sandra menunjukkan ketidaksukanya pada Austin di apartemennya.
“Why? Apa kamu akan terus menolakku San? Aku sangat serius dengan ucapanku,” ucap Austin, dia tidak marah saat Sandra mengusirnya, dan dengan beraninya Sandra juga menatapnya seperti itu.
“Saya mohon tuan, lebih baik anda kembali. Bahkan saya meminta dengan tuan sangat hormat,” ucap Sandra.
Namun Austin menggelengkan kepalannya, dia juga tersenyum. Austin juga berjalan mendekati Sandra agar lebih dekat lagi. “Please, Sandra,” mohon Austin.
Akan tetapi tetap saja Sandra menolak Austin saat ini dan dia lebih memilih memasukkan sandi untuk masuk ke dalam apartemennya, bahkan Austin juga ikut masuk ke dalam. Sandra berusaha mengusir Austin namun apa daya dia tidak bisa melawan tenaga Austin yang jauh lebih kuat darinya. Sehingga Sandra jauh lebih mengalah dia duduk di sofa sambil melepaskan high heels yang dia kenakan, Sandra meregangkan badannya yang terasa lelah. Apa yang dia sudah rencanakan gagal begitu saja karena Austin berada di sini, niat dia yang ingin pergi ke rumah Devin gagal total.
“Kamu tinggal sendirian?” tanya Austin yang sudah duduk di sampingnya.
__ADS_1
Sandra hanya menoleh dan menatap Austin dengan tajam. “Menurut tuan bagaimana? Apa di sini ada orang lain selain saya dan tuan?” tanya Sandra dengan sarkas.
Austin menggelengkan kepalanya. “Ok, tapi kamu jangan galak-galak begitu sama aku, dan bisa enggak pembicaraan kita santai saja. Kamu panggil aku Austin saja jangan pakai tuan,” ucap Austin.
“Jika tuan tidak suka lebih baik tuan segera pergi dari sini sekarang juga,” ucap Sandra.
“San, kenapa kamu galak banget. Aku ke sini untuk bertemu dengan kamu, dan aku juga mau kamu galaknya di atas ranjang saja,” ucap Austin yang masih berani menggoda Sandra yang saat ini masih dengan mode marahnya. Namun jika di lihat kembali Sandra sangat cantik dan menggemaskan. Sialnya lagi Austin ingin sekali menerkamnya saat ini juga.
Saat itu juga Austin langsung sadar. “Maafkan aku San, apa kamu sudah makan malam?” tanya Austin.
“Belum, lebih baik tuan segera pergi karena habis ini saya akan langsung istirahat karena saya sangat lelah,” ucap Sandra kembali.
__ADS_1
Namun sayangnya Austin juga tidak beranjak dari duduknya atau bahkan untuk berpamitan dia akan segera pergi. Austin bahkan hanya diam dan menatap dalam Sandra, sungguh dia sangat mencintai Sandra dengan tulus dan dia juga menerima semua masa lalu Sandra, dia juga tidak peduli dengan semuanya karena menurutnya itu hanya masa lalu Sandra. Jika dia menikah dengan Sandra maka hanya masa depan bukan bayangan masa lalu, bagiku Sandra selain wanita cantik dan pintar bagiku dia adalah wanita mandiri, semuanya dia kerjakan sendiri tanpa bantuan orang lain.
“Sampai kapan tuan akan terus di sini dan hanya diam saja?” tanya Sandra lagi, bahkan sampai menyadarkan Austin dari lamunannya.
“San, ayo kita pergi makan malam. Aku sangat lapar dan aku lihat dekat apartemenmu ada restoran, jadi ayo kita makan malam bersama di sana dan aku akan membayarnya,” ucap Austin.
“Tapi sayangnya saya menolak tuan,” ucap Sandra.
“Why? Padahal aku dengar makanan di restoran itu sangat enak,” ucap Austin yang masih berusaha mengajak Sandra namun usahanya gagal, dimana kali ini Sandra meninggalkannya masuk ke dalam kamar bahkan pintu kamarnya di kunci.
Austin pun kembali duduk di sofa sambil menatap pintu kamar Sandra berharap terbuka dan Sandra juga mengubah pikirannya jika dia akan setuju makan malam bersama dengannya. Namun sudah setengah jam Sandra belum juga keluar dari kamarnya, Austin pun merebahkan tubuhnya di atas sofa dengan tatapannya masih sama ke arah pintu kamar Sandra.
__ADS_1
Austin baru kali ini mencintai wanita namun sangat sulit di dapatkan, bahkan mereka juga sudah sering bercinta. Bahkan Austin selalu menginginkan Sandra, entah kenapa tubuh Sandra menjadi candu bagi Austin. Tapi sebagai seorang lelaki dia tidak boleh menyerah, dia harus mendapatkan Sandra bagaimana caranya. Menunggu Sandra yang tidak kunjung keluar dari kamarnya membuat Austin sampai tertidur di sofa.