
Selama satu minggu sudah Devin tidak memperlihatkan batang hidungnya sama sekali, dan saat itu pula Alena merasa kehilangan Devin entah kenapa sejah hamil ia selalu ingin dekat-dekat dengan Devin namun Alena selalu saja mengenyahkan pikirannya itu.
Hari ini juga hari terakhir Alena masuk kantor dan di kantor devisi keuangan mempersiapkan acara perpisahan untuk Alena mereka memang sengaja membuat acara ini karena Alena akan keluar dari kantor untuk selamanya.
Sedangkan Aneta kini sedang berada di ruangan Alena, Aneta sangat sedih akan di tinggal Alena pergi jauh ke Korea sungguh ia tak mau di tinggal oleh Alena karena selama ini Alena sahabat terbaik yang ia punya dan Alena lah yang selalu membantu Aneta.
“Na loe beneran ngundurin diri dari kantor,” ucap Aneta yang masih menginginkan Alena berada di kantor ini.
“Iya beneranlah Neta kenapa kamu nggak relay aku bakal pergi dari kantor ini,” ucap Alena sambal menggoda Aneta yang mukanya dari tadi kelihatan sedih dan nggak semangat.
Emang dasar ya si Alena selalu begitu, Alena menenangkan Aneta dengan menyuruh Aneta berkunjung ke Korea jika ia kangen dengan Alena dan Alena akan membayar tiket pesawatnya.
Mereka berkumpul di atas gedung mereka merayakan perpisahan dengan Alena yang tidak akan lagi bekerja di perusahaan ini. Saat ini pula Alena melihat-lihat orang yang selama ini tidak pernah lagi menggangunya.
Alena bertanya-tanya kemana sebenarnya si Devin karena dalam seminggu ini ia tak pernah melihat Devin di kantor biasanya kalua di kantor ia pasti akan selalu ke ruangan Alena dan menggangunya. Namun tidak dengan seminggu ini dan Devin juga terakhir kali menghubungi Alena pada saat itu namun ia tak tahu jika Devin menelponnya dan setelah itu Devin tak lagi kasih kabar.
Alena benar-benar ingin bertemu Devin namun ia ada rasa gengsi untuk menghubunginya dan Alena juga tidak tahu kenapa tak bisa menahannya untuk ingin bertemu dengan Devin. Hah Alena harus membuah jauh-jauh ingin bertemu dengan Devin ia harus terbiasa.
__ADS_1
Padahalkan Alena tidak suka dengan Devin apalagi kalua udah ada Devin di sampingnya bawaannya udah pengen marah-marah muluk.
Setelah selesai acaranya Alena pulang ke Apartemennya, ia mengeluarkan HPnya dari dalam tasnya ia ingin menelpon eommanya bahwa besok ia akan kembali ke Korea.
“Hallo eomma,” ucap Alena
“Iya sayang kenapa, apa kamu kenapa-napa?’ tanya Sahira
“Nggak eomma, besok Alena pulang ke Korea Alena berangkat dengan penerbangan pagi, eomma Alena kangen banget sama eomma,” ucap Alena
“Eomma juga kangen sama Alena, pasti appa sangat senang kamu kembali ke Korea saying,” ucap Sahira yang Nampak kelihatan Bahagia saat Alena memberitahukan akan kembali ke Korea.
“Ia sayang dan eomma sama appa akan mendengarkannya, kamu hati-hati ya besok saat perjalanan dan jangan lupa kalua sampai Korea hubungi eomma biar nanti eomma jemput ke Bandara. Ya sudah ya sayang eomma masih ada urusan sebentar, lebih baik kamu istirahat agar besok saat perjalanan kamu fress,” ucap Sahira lalu memutuskan panggilan teleponnya.
“Maafkan Alena eomma, appa telah apa yang telah Alena perbuat maafkan Alena yang tidak bisa menjaga kepercayaan kalian kalua Alena bisa jaga diri. Alena benar-benar-benar nggak tahu harus gimana Alena belum siap dengan semua ini,” lirik Alena
Devin kini sedang berada di sebuah restoran yang berada di Jepang sangat terkenal ia sedang menunggu kliennya, namun sudah ada tiga puluh menit menunggu belum ada juga kedatangan klien yang ia tunggu.
__ADS_1
Tiba-tiba dating seorang wanita cantik dan langsung duduk di depan Devin.
“Maaf sudah lama menunggu, benarkan anda pak Devin?” tanya perempuan cantik dan tinggi itu di depan Devin.
“Iya benar saya Devin,” ucap Devin
“Syukurlah saya tidak salah orang, perkenalkan nama saya Nara Azumi dari PT. Azumi Cooperation maaf saya terlambat karena tadi di jalanan terjadi sesuatu yang tak terduga,” ucap Nara
“Iya tak apa-apa lagian juga saya masih banyak waktu dan tak terburu-buru juga,” ucap Devin
Mereka berdua pun langsung membahas tentang kerjasama mereka yang akan membuat sebuah Apartemen dan pusat perbelanjaan di dekat pantai dan mereka juga akan mempromosikan besar-besaran jika proyek ini berhasil mereka selesaikan karena proyek ini bernilai sangat besar.
Dua jam sudah mereka berdua baru selesai membahas proyek yang mereka akan tangani. Kini mereka berdua berjabat tangan sambil mengakhiri pertemuan ini tadinya Devin mengajak juga sekalian makan malam namun Nara menolaknya karena ia masih banyak urusan.
Nara juga tak lupa untuk meminta nomor HP Devin karena mereka berdua juga akan sering bertemu untuk membahas tentang perkembangan proyek yang mereka tangani dan tak hanya itu mungkin karena pertemuan-pertemuan lain.
Devin kembali ke Apartemennya sudah menunjukkan pukul 12.00 malam kenapa ia sangat kangen dengan Alena namun saat Devin akan menghubungi Alena pasti ia sudah tertidur pulas lagian juga tak enak kalua harus menganggu orang tidur lebih baik besok pagi saja.
__ADS_1
Devin akhirnya memilih untuk pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, tak butuh waktu lama Devin keluar dari kamar mandi dengan masih mengunaka handuk yang melilit di pinggangnya. Devin memakai piyama setelah itu membaringkan tubuhnya di Kasur ukuran king size, rasanya sangat Lelah sekali Devin.
Devin pun memilih tidur karena ia besok masih banyak kerjaan yang masih ia kerjakan sungguh kalua boleh memilih lebih baik Devin dekat-dekat dengan Alena walaupun di galakin muluk oleh Alena dari pada ia harus bekerja dan harus mengurus ini itu, tapi kalua ia tak bekerja kalua nanti sudah nikah anak istrinya mau di kasih makan apa coba.