
Pagi ini Alena di bantu Alice menyiapkan sarapan pagi dengan memasak makanan kesukaan Katty dan Kaendra, Alena merasa senang mempunyai pengasuh seperti Alice yang bisa mengerjakan apa saja dan selama ini Alice juga sangat pandai dalam mengasuh Kaendra walaupun umurnya jauh di bawah Alena beberapa tahun namun Alice sangat gesit dan rapi dalam membantu segala hal.
“Alice, apa jika nanti aku pindah ke Seoul, kamu juga masih ikut dan bekerja denganku,” ucap Alena.
Alice menoleh ke Alena sambil tersenyum,”tentu aku akan ikut nona, jika nona masih membutuhkan aku untuk bekerja dengan nona,” ucap Alice senang.
“Aku senang mendengarnya Alice, apa kamu bisa bahasa Korea, jika tidak nanti aku akan mencarikan guru saat nanti kita tiba di rumahku,” ucapnya.
“Nggak usah nona, aku sudah belajar selama ini dan tentunya aku sedikit bisa, tinggal lebih belajar lagi,” ucap Alice sambil menata semuanya di meja makan.
“Aku bangga sama kamu Alice, Kaendra punya pengasuh yang baik dan pintar sepertimu,” ucap Alena yang masih memasak soup buat Kaendra.
“Nona tertalu berlebihan memujiku,” ucap Alice.
“Tidak Alice, memang itu kenyataannya, apa kamu tidak meneruskan kuliah saja Alice,” ucap Alena memberi tawaran kepada Alice.
“Mungkin itu nanti saja nona jika kita sudah di Korea,” ucapnya.
Alena mengangguk, sambil berhati - hati menuangkan soup ke mangkok, lalu setelah itu meletakan soupnya di meja makan.
“Alice, aku tinggal ke kamar untuk melihat Kaendra ya,” ucap Alena, Alice mengangguk.
Katty yang baru saja keluar dari kamarnya tersenyum melihat sahabatnya itu,”Na, apa Kaendra belum bangun?”
“Tadi udah aku bangunin suruh mandi Kat, tapi nggak tahu den, aku lihat dulu, oh iya, kalau mau sarapan sudah siap Kat,” ucap Alena.
Katty hanya mengangguk dan melihat Alena masuk kedalam kamarnya untuk melihat anaknya, sedangkan Katty berjalan ke dapur untuk menunggu Alena dan Kaendra di sana. Di sana ada Alice yang sedangkan menuangkan air putih ke dalam gelas.
“Pagi Alice,” ucap Katty sambil menyeret bangku yang ada di depannya lalu ia duduk.
__ADS_1
“Pagi juga nona Katty,” ucap Alice dengan senyuman manisnya itu.
“Ini semua yang masak Alena dan kamu?”
“Iya nona, apa ada yang salah nona?”
“Tidak, ini makanan kesukaan aku dan Kaendra,” ucap Katty melihat semua masakan yang ada di meja.
“Iya nona, ini memang sengaja nona Alena memasak makanan kesukaan nona dan tuan kecil,” ucap Alice.
Tak berapa lama terdengar teriakan Kaendra dari arah belakang,”pagi aunti, pagi aunti Alice,” ucap Kaendra lalu duduk di samping Katty, Katty tersenyum sambil mengusap rambut Kaendra dengan pelan.
“Pagi juga keponakan tampan aunti,” ucapnya.
“Pagi juga tuan muda,” ucap Alice.
Seperti biasa setelah sarapan pagi selesai, Katty akan segera berangkat ke kantor, sedangkan Alena dan Alice membereskan semuanya, dan Kaendra bermain di ruang tamu dengan robot beserta mobil – mobilannya.
“Alice setelah ini kamu bantu aku untuk membereskan baju dan yang lainnya ke koper ya,” ucap Alena.
“Baik nona, memangnya kapan akan kembali ke Korea nona?”
“Hari sabtu nanti Alice, dan kamu juga jangan lupa membereskan barang – barang kamu ya,” ucap Alena menoleh ke Alice.
Alice mengangguk dan melanjutkan kembali membereskan piring dari meja untuk di cuci.
Alena mendekati Kaendra,”hai, anak mama lagi main apa sih?”
“Kenapa ma, Kaendra lagi main robot – robotan,” ucapnya tanpa menoleh sedikitpun ke mamanya.
__ADS_1
“Kaendra mau kan kita pindah dari sini ke Korea ketemu kakek dan nenek,” ucap Alena.
Kaendra menoleh ke Alena menatap dengan tatapan bingung,”jadi Kaendra punya kakek dan nenek?”
Alenan mengangguk,”iyq sayang, gimana Ken mau kan jika kita pindah ke Korea bersama dengan aunti Alice?”
“Tapi aunti Katty juga ikut?”
“Tidak sayang, aunti Katty kan rumahnya di sini bukan di Korea,” ucap Alena memberi pengertian kepada Kaendra.
Kaendra mengangguk mengerti,”asik, berarti nanti Ken bakal bertemu dengan kakek dan nenek,” ucapnya dengan bahagia.
“Ma, apa nanti di Korea juga Ken bakal bertemu dengan papa,” ucapnya.
Alena yang mendengar ucapan anaknya yang ingin sekali bertemu dengan papanya, Alena hanya mengangguk dan tersenyum lalu memeluk anaknya dengan erat.
“Maafkan mama sayang, mama harus berbohong kepadamu,” batin Alena dan tak terasa aor matanya jatuh dan langsung mengusapnya dengan kasar. Alena melepaskan pelukkannya dan kembali tersenyum dengan anaknya.
“Kalau begitu Ken bisa melanjutkan bermainnya, mama mau beres – beres dulu,” ucapnya.
Kaendra mengangguk dan kembali bermain dengan robotnya kembali, sedangkan Alena berjalan ke kamarnya untuk segera membereskan apa saja yang di bawanya, karena barangnya terlalu banyak semenjak mempunyai Kaendra.
Alena menutup pintu kamarnya dan berdiri bersender dengan pintu, Alena duduk dengan bersender di pintu, Alena menangis mengingat Devin kembali, Alena begitu merindukannya tapi dirinya juga belum siap bertemu dengan Devin.
“Dev, apa kamu masih mengingatku,” ucapnya dengan lirih.
“Apa kamu sudah bahagia atau kamu masih menungguku, Dev aku merawat anak kita dengan baik.”
Alena sambil menangis dan mengusap air matanya dengan kasar, jangan sampai suara gangisannya terdengar oleh yang lain, terutama anaknya.
__ADS_1