Perjalanan Cinta Alena

Perjalanan Cinta Alena
Sandra


__ADS_3

Sandra tidak akan pernah membayangkan jika hari ini dirinya akan menikah dengan Austin, bahkan dia juga tidak tahu semua persiapan yang telah di siapkan Austin dengan baik, yang Sandra tahu hari ini dia duduk di meja rias dan dirinya di rias dengan sangat cantik. Untuk gaun yang dia gunakan untuk pernikahannya saja Sandra juga tidak pernah memilihnya sendiri dan bisa di pastikan ini semua memang pilihan Austin, jujur saja aku juga sudah bisa kabur dari sini dan aku juga harus melakukan pernikahan ini, dimana aku tidak pernah menginginkan pernikahan ini terjadi.


“Nona, apa baik-baik saja? Kenapa nona menangis?” tanya salah satu wanita yang sedang meriasku.


Aku segera menggelengkan kepalaku dan berkata, “Tidak, aku tidak kenapa-napa, hanya saja aku sangat bahagia hari ini karena bisa menikah dengan seorang yang aku cintai,” ucapnya bohong dan tentu saja dalam hati Sandra sangat membenci Austin, karena dia memaksa kehendaknya sendiri.


Saat ini Sandra sudah selesai berhias, dan dia masih terduduk di depan meja rias, jujur dia tidak ingin keluar. Sandra tidak ingin menikah dengan Austin, dirinya masih ingin hidup bebas dengan kesendirian walaupun apa yang dilakukan selama ini adalah kesalahan besar namun dia sangat menikmati hidupnya, dia bisa melakukan apa pun yang dia inginkan tanpa ada ikatan satu sama lain. Tiba- tiba saja ada seorang wanita paruh baya dan masih terlihat sangat cantik, dia tersenyum padaku, bahkan dia juga berjalan menghampiriku.

__ADS_1


“Sandra, kamu sanagat cantik sekali,” ucapnya, sedangkan aku hanya mengangguk sambil tersenyum karena jujur saja aku juga masih bingung, siapa wanita yang ada di depanku ini dan kenapa dia sangat ramah dan terlihat baik padaku.


“Kamu pasti kaget ya? Tante tahu pasti kamu juga belum mengenal tante sebenarnya siapa? Tante adalah mama Austin dan kamu juga bisa panggil mama juga karena kamu sebentar lagi juga akan jadi anak mama, nama mama Monica,” ucapnya.


“Ah, maaf tante. K-karena sebelumnya aku juga belum pernah bertemu dengan tante atau bahkan bertemu, karena Austin juga tidak pernah mengenalkan aku pada orang tuanya,” ucapku sambil menundukkan wajahku.


Lagi-lagi aku hanya bisa tersenyum, aku kembali menatap wajah tante Monica yang begitu sangat tulus menerimaku di keberadaan keluarganya, entah kenapa aku seperti menemukan kembali ibu kandungku yang telah lama berpulang menghadap sang tuhan, dan kini aku bertemu dengan tante Monica yang bisa mengobati rasa kangenku pada ibuku.

__ADS_1


“Ayo sayang, sebaiknya kita segera keluar karena pernikahan kalian sebentar lagi akan di mulai dan kamu tahu jika Austin sudah menunggumu sedari tadi, dan dia juga sangat terlihat gugup,” ucap tante Monica, bahkan saat ini tante Monica menggandeng tanganku dengan sangat erat sekali, begitu juga dengan diriku entah kenapa aku merasa sangat takut dan gugup untuk bertemu dengan Austin. Padahal awalnya aku sangat membencinya namun perasaanku yang saat ini menuju altar sangatlah berbeda, dan jantungku juga sangat berdegup dengan kencang.


“Apa kamu juga sangat gugup sayang,” bisik tante Monica, aku hanya bisa menganggukan kepalaku dan aku kembali fokus menatap ke depan, aku juga dapat melihat Austin yang saat ini sedang menatap ke arahku dengan bibirnya tersenyum. Aku berjalan dengan pelan mendekati Austin yang tidak jauh lagi akan sampai, bahkan Austin juga menjulurkan tangannya agar aku meraih tangannya dan dengan ragu-ragu aku menggapai tangan Austin, setelah kami mengucapkan janji pernikahan, dimana kami saat ini sudah sah menjadi suami istri, sungguh semalam aku bermimpi apa? Kenapa aku bisa menikah dengan Austin.


“Terima kasih karena kamu sudah menurut baby, dan hari ini bahkan kamu juga tidak membuat masalah lagi. Sekarang dan selamanya kamu adalah miliku baby, jadi kamu jangan macam-macam atau nanti akau akan memberikan kamu hukuman,” bisik Austin tepat di telingaku.


Setelah itu pesta masih berlanjut sampai malam hari, aku dan Austin sibuk menyalami tamu undangan yang datang, bahkan sesekali Austin jika meninggalkan aku sebentar untuk menemui kliennya lalu dia akan kembali membawakan aku minuman atau kue untuk ku makan, dan jujur saja aku menerimanya karena bagaimana juga aku harus menghormati tante Monica sebagai mertua aku saat ini. Bahkan sedari tadi tante Monica yang berada di sampingku sesekali memelukku, sungguh aku sangat merasa nyaman di samping tante Monica, aku juga berharap jika suatu hari nanti Austin berbuat kasar padaku tante Monica yang akan membelaku.

__ADS_1


__ADS_2