
Wajah Alice yang sedari tadi tersenyum, bahkan wajahnya yang terlihat begitu sangat cerah dan bahagia. Bagaimana tidak, jika malam ini adalah hari bahagia dia bersama dengan Evan, mereka berdua akan melangsungkan pertunangan. Sungguh Alice juga tidak akan menyangka jika hubungannya dengan Evan akan berjalan dengan cepat, dimana awalnya dia harus merasakan sakit karena dulu Evan masih berhubungan dengan sang mantan namun mulai malam ini dan seterusnya Evan adalah miliknya seutuhnya.
“Adikku malam ini sangat cantik sekali,” ucap Alena yang baru saja masuk ke dalam kamar Alice.
Alice menoleh ke arah Alena dan dia juga tersenyum, “Eonie, terima kasih atas pujiannya,” ucapnya, sedangkan Alena duduk di tepi ranjang dan menatap Alice sebentar.
“Eonie, bahagia. Melihat kamu dan Evan malam ini akan bertunangan, eonie harap pernikahan kali jangan di kasih jarak lama karena nantinya tidak bagus,” ucap Alena.
“Ya, eonie. Nanti aku akan tanyakan pada Evan dan aku harap hubunganku bersama dengan Evan akan baik-baik saja,” ucap Alice.
Alena tersenyum, lalu meraih tangan Alice dan berkata, “Eonie tahu jika hubungan kalian akan baik-baik saja.”
Kini waktunya telah tiba, dimana Alena dan Alice menuju ke tempat dimana Evan sudah menunggu. Sebentar lagi mereka akan melakukan pertukaran cincin dan akan di saksikan banyak tamu undangan penting. Salah satu dari undangan mereka ada Katty, dia datang bersama dengan Gladwin. Namun di sini Katty belum tahu jika Gladwin ini adalah sepupu Devin, bahkan Gladwin sendiri juga baru mengenal Alice yang sudah di anggap adik oleh kakaknya itu.
“Jadi? Dia adalah mantan kamu?” tanya Gladwin menoleh ke arah Katty, dimana sedari tadi Katty menatap ke depan.
Katty pun menoleh ke arah Gladwin dan tersenyum, bahkan dia juga menganggukan kepalanya. “Dia hanya masa laluku, aku juga sudah melupakannya,” ucap Katty.
“Benarkah? Aku senang mendengarkannya,” ucap Gladwin tanpa sadar.
“A-apa? M-maksud kamu apa Glad barusan?” tanya Katty.
__ADS_1
“Aniyo, bukan apa-apa, lupakan saja. Bagaimana nanti kalau habis pesta ini kamu ikut aku,” ajak Gladwin.
“Kemana?” tanya balik Katty.
“Nanti kamu juga akan tahu sendiri,” ucapnya.
Pesta pertunangan Evan dan Alice berjalan dengan lancar, dan tamu undangan juga menikmati jamuan yang telah mereka berikan. Pesta ini sangatlah mewah, bahkan ini tidak sepantasnya tidak dia terima namun ini ke inginan Alena dan Evan yang dimana sudah anggap mereka sebagai kakak kandung sendiri.
“Baby,” panggil Evan, dimana dia melihat Alice yang sedari tadi melamun.
“Ya, kenapa?” tanya Alice.
Alice langsung menggelengkan kepalanya dan berkata, “Aniyo, bahkan aku sangat bahagia karena aku bisa mendapatkan kamu.”
Senyum Evan langsung mengembang begitu saja, lalu membawa Alice ke dalam pelukannya. “Aku juga baby, aku juga akan mempercepat pernikahan kita, aku tidak ingin berjauh-jauhan dari kamu lama-lama,” ucapnya.
Mungkin takdir telah mempertemukan dan mempersatukan mereka, walau hubungan mereka belum terlalu lama namun Evan dengan berani mengajak Alena untuk menuju ke hubungan yang serius. Walau perjalanan yang sangat panjang dan mereka harus melewati berbagai rintangan, dimana hubungan mereka yang sebelumnya kandas begitu saja. Walau begitu perasaan mereka saat ini adalah bahagia dan seterusnya mereka akan bahagia.
Evan dan Alice mendatangi tamu undangan satu persatu, bahkan mereka menyambut dengan penuh hormat karena bagaimana juga mereka sudah datang memenuhi undangan yang telah di berikan oleh Evan dan Alice. Sampai akhirnya Alice melihat Gladwin yang sedang duduk sendirian, dan dia pun segera menghampiri Gladwin.
“Hai, Glad, kamu datang sendirian,” sapa Alice.
__ADS_1
Gladwin pun tersenyum dan langsung memberi salam Alice, “Aniyo, aku datang dengan teman wanitaku, dia sedang ke toilet.”
“Oh, begitu. Terima kasih sudah datang ya, dan satu lagi jangan lupa kenalkan teman wanitamu itu pada kami,” ucap Alice tersenyum.
“Tentu, nanti kapan-kapan kita makan malam keluarga bersama bagaimana?” tanya Gladwin.
“Ok, biar nanti aku yang mengatur bersama dengan oppa dan eonie,” ucap Alice.
Gladwin hanya mengangguk dan mereka hanya mengobrol sebentar, bahkan kini Alice sudah pergi dari hadapan Glad karena dia harus bertemu dengan kliennya dan saat itu juga Katty datang.
“Kenapa kamu sangat lama hm?” tanya Gladwin.
“Benarkah? Perasaan cuma sebentar saja, apa kamu sangat merindukan aku,” goda Katty.
Namun Gladwin dengan cepat menyeret tangan Katty agar dia duduk di pangkuannya, “Bahkan setiap detik aku selalu merindukan kamu Katt, entah kenapa kamu selalu membuatku berpikiran akan dirimu,” ucap Gladwin.
Katty berusaha bangun karena dia merasa tidak enak karena banyak orang, “Glad, apa yang kamu lakukan? Malu di sini banyak orang.”
“Sttts, diamlah dan jangan bergerak, aku ingin kamu sebentar saja begini,” ucap Gladwin.
Lagi-lagi Katty hanya bisa menuruti apa yang dilakukan oleh Gladwin, bagaimana tidak? Setiap dia dekat dengan Gladwin degup jantungnya yang begitu berdetak dengan cepat, dan satu lagi dia sangat merasa nyaman saat berada di dekatnya, namun dia juga sadar diri bahwa dia juga tidak akan pernah bisa mendapatkan Gladwin, bagaimana juga dia tidak sebanding dengan Gladwin.
__ADS_1