
Tinggal menunggu hari saja dimana Alena sebentar lagi akan melahirkan anak keduanya yang berjenis kelamin perempuan, bahkan Devin sudah tidak sabar menunggu kelahiran anak keduanya, Devin juga sudah mengambil cuti untuk menemani istrinya, dia tidak ingin jika nanti Alena sudah tiba waktunya melahirkan dia masih bekerja. Pagi ini juga Devin yang menyiapkan sarapan untuk Alena, dirinya memasak makanan yang sangat di inginkan Alena saat ini dan Alena hanya menatap Devin dari tempat duduknya.Alena tersenyum saat melihat Devin menyiapkan makanan untuk dirinya, “Aku bahagia, kita bisa hidup bahagia dengan tenang walau sempat terjadi salah paham.”“Aku juga bahagia honey, apa lagi sebentar lagi anak kita akan lahir dan keluarga kita semakin lengkap saja,” ucap Devin, dia berjalan sambil membawa piring berisi makanan dan di berikan pada Alena untuk mencicipi lebih dulu.Alena pun segera menyendok makanan yang di buatkan oleh Devin dan berkata, “Ini sangatlah enak sayang, kamu memang paling jago.”“Kamu bisa saja honey, kalau begitu kamu harus menghabiskannya,” ucapnya, Devin sangat senang melihat Alena yang makan begitu lahab, bahkan dia juga tersenyum kecil dan satu tangannya terulur mengusap rambut Alena pelan, sesekali Devin juga menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajahnya.Selesai sarapan Devin mengajak Alena untuk ke ruang tamu, Devin juga menyalakan tv untuk menghilangkan kejenuhan di rumah dan ingin bermanja-manja dengan Alena. “Honey, kira-kira kapan dia akan keluar?” tanya Devin.“Kemungkina lusa Dev, tapi kita tunggu saja,” ucap Alena dan satu tangannya mengusap rambut Devin yang terlihat tebal.“Oh, iya honey. Kamu akan kasih nama siapa untuk anak kita?” tanya Devin kembali.“Aku sudah menyiapkan nama untuk dia dan aku rasa kamu juga akan menyukainya sayang,” ucap Alena.“Benarkah? Siapa?” tanya Devin menap wajah Alena yang semakin cantik saja semenjak kehamilannya.“Callista Aretina Henzie, bagaimana menurutmu?” tanya Alena.Devin menganggukkan kepalanya dan berkata, “Nama yang bagus sayang dan aku sangat menyukainya, semoga saja dia akan menjadi wanita kuat sepertimu honey.”“Ya, dan aku juga ingin dia pintar seperti kamu dan Kaendra,” ucap Alena.Alena tersenyum saat membayangkan hari-hari mereka di penuhi dengan kebahagian, bahkan saat mereka tua nanti dan kedua anaknya akan merawat dirinya dan Devin dengan kasih sayang, seperti dirinya dan Devin merawat keduanya. Sungguh akan menjadi hari tua yang menyenangkan, apa lagi bisa berkumpul dengan kedua anaknya. Namun saat Alena asik membayangkan semua itu tiba-tiba saja perutnya sakit dan itu membuat Devin panik dan dia juga bahkan menyuruh sopirnya untuk menyiapkan mobil dan dia juga menyuruh pelayang untuk mengambil koper yang ada di kamarnya, dimana di koper itu berisi perlengkapan bayi.“Arghh! Sakit Dev,” ucap Alena meringis.“Bersabarlah sayang, kita akan pergi ke ruamh sakit sekarang,” ucap Devin sambil menggendong tubuh Alena keluar rumah untuk menuju ke dalam mobil. saat semuanya tidak ada yang tertinggal Devin langsung menyuruh sang sopir untuk melajukan mobilnya dirinya tidak ingin sampai terjadi apa-apa dengan Alena, bahkan Devin terus menggenggam tangan Alena dengan erat. Sesekali Devin juga menyeka keringat yang menggalir dari dahinya.Sampai di rumah sakit Devin berteriak pada suster dan dimana mereka membawakan Kursi roda untuk menuju ke ruang persalinan. Devin masih menemani Alena di sampingnya, dia tidak ingin meninggalkan Alena sendirian, dia masih berusaha membuat tenang Alena agar rasa sakitnya sedikit berkurang, namun tetap saja Alena merasakan kesakitan saat dokter menyuruhnya untuk mengejan karena memang sudah waktunya melahirkan. Tangan Alena memegang tangan Devin dengan erat, bahkan sampai mencengkram tangan tangan Devin hingga luka namun Devin tidak memperdulikan itu semua yang dia pedulikan adalah keselematan Alena dan anaknya, dia ingin melihat keduanya baik-baik saja.Sampai akhirnya tangisan bayi pun berbunyi memenuhi ruangan dan saat itulah Devin mengucapkan puji syukur pada tuhan, dia sangat senang melihat bayi yang baru saja keluar itu terlihat sehat dan tidak kekuarangan apa pun, dia pun mencoba untuk menggendongnya sedangkan Alena masih harus dijahit dan setelahnya akan di bawah ke ruang perawatan, setelah itu Devin juga memberikan anaknya agar di bersihkan dahulu, lalu dia keluar untuk menunggu Alena, namun sebelum dia keluar dia mengecup kening Alena dan dia juga mengucapkan terima kasih pada Alena berkali-kali.Saat ini Alena sudah di pindahkan ke ruang keperawatan bersama dengan bayinya yang saat ini sedang dia susui dan Devin duduk di sampingnya. Evan dan Alice sudah datang bersama dengan yang lainnya dimana saat mereka mendapatkan kabar jika Alena sudah melahirkan, sedangkan orang tua Devin yang dari Hamburg hari ini baru berangkat menuju Seoul untuk melihat cucu kedua mereka.“Eonni, oppa, selamat ya, kalian melahirkan bayi yang sangat cantic sekali, aku jadi iri deh,” ucap Alice yang terlihat seperti anak kucing yang mengemaskan di mata Evan.“Thank you, Alice. Lalu kapan kalian akan menikah dan nanti kalian juga akan memiliki anak yang sangat lucu,” ucap Alena, akan tetapi Alice dan Evan hanya senyum-senyum, mungkin beberapa bulan lagi mereka akan melangsungkan pernikahan mereka.