Perjalanan Cinta Alena

Perjalanan Cinta Alena
Pertengkaran kecil di pagi hari


__ADS_3

Tidak terasa kandungan Alena yang sudah memasuki usia tiga bulan membuatnya semakin manja pada Devin. Bahkan Devin yang sering kali kewalahan menuruti permintaan sang istri yang terkadang suka aneh-aneh dan jika tidak dituruti maka Alena akan marah padanya bahkan bisa mendiamkan Devin selama seminggu lebih dan itu pernah terjadi sehingga membuat Devin sengsara. Seperti pagi ini Alena yang membangunkan Devin hanya untuk meminta nasi goreng buatan Devin, entah kenapa perut Alena tiba-tiba sangat lapar sekali. Alena tahu jika Devin tidur belum lama tapi perutnya juga sangat lapar sekali dan dia ingin makan nasi saat ini. Dengan sabar Alena tetap membangunkan Devin, namun Devin belum juga bangun bahkan hanya deheman saja yang Alena dengar.


“Sayang, ayo bangun,” ucap Alena sambil menggoyang-goyangkan badan Devin.


“Hmm ... honey, aku masih mengantuk, bisa enggak buatnya nanti saja,” ucap Devin dengan matanya yang masih terpejam.


“Tapi aku maunya sekarang,” ucap Alena dengan sedikit berteriak, namun tetap saja Devin matanya tertutup.


Alena masih diam menunggu Devin untuk bangun, bahkan dengan wajah yang cemberut. Alena bahkan menunggu Devin bangun sekitar tiga puluh menit sehingga membuat Alena sedikit kesal dan mencubit lengan Devin dengan keras hingga membuat Devin terbangun, bahkan Devin juga sempat ingin mengumpat pada Alena namun dia urungkan karena melihat Alena dengan wajahnya yang sudah berderai dengan air mata. Saat itu juga Devin langsung membawa tubuh Alena ke dalam pelukannya, bahkan dia juga mengelus punggung Alena agar lebih tenang, jujur saja Devin sangat merasa bersalah pada Alena karena telah melakukannya dan tidak menuruti permintaannya.


“Maafkan aku honey, sekali lagi aku minta maaf,” ucap Devin dengan tulus, dan Devin juga mencium puncak kepala Alena berkali-kali.


Alena masih menangis sesenggukan, dan Devin juga berusaha menenangkannya namun nihil, sampai akhirnya dia mengajak Alena pergi ke dapur dan Devin juga akan membuatkannya nasi goreng, saat itu pula Alena terdiam dan dia juga memeluk kembali tubuh suami yang sangat dia cintai itu.


“Thank you,” ucapnya.

__ADS_1


Alena menunggu di meja maka sambil melihat Devin memasak untuknya, bahkan Alena juga melihat kalau Devin semakin menggoda saja, wajahnya yang tidak pernah berubah dan tubuhnya seperti atletis sangat sexy di pandangan matanya. Alena bahkan dia membayangkan saat mereka berhubungan intim dimana Devin dan dirinya selalu bersemangat, namun karena saat ini dirinya sedang mengandung jadi Devin selalu melakukannya berhati-hati, bahkan mereka juga hanya bermain sekali karena Devin tidak mau jika nanti janin yang ada di kandungannya akan kenapa-kenapa.


“Honey, ini nasi goreng kesukaan kamu,” ucap Devin, sambil meletakkan piring di depan Alena.


“Terima kasih sayang,” ucapnya.


Devin hanya mengangguk sambil tersenyum, lalu dengan satu tangannya mengusap rambut Alena dengan lembut. “Apa mau aku suapi honey?” tanya Devin.


Namun Alena menggelengkan kepalanya, bahkan Alena juga menyodorkan suapan kepadanya. “Biar aku saja yang suapi kamu, maaf aku tadi sudah marah sama kamu. Pagi ini kita makan ini bersama,” ucap Alena.


Selesai sarapan pagi Devin berpamitan pada Alena jika dia ingin kembali tidur sebentar. Karena mata Devin sudah tidak kuat lagi untuk menahannya, dan saat itu juga Alena membiarkan suaminya untuk istirahat sedangkan dia bergegas membersihkan diri lebih dulu dan mungkin nanti dia juga akan mengajak salah satu pelayan untuk menemani jalan-jalan ke taman yang tidak jauh dari rumahnya, entah kenapa Alena ingin sekali pergi jalan-jalan ke luar rumah dengan berjalan kaki.


Kehidupan keluarga kecil yang terlihat bahagia dan harmonis namun di balik itu semua ada sesuatu yang di sembunyikan Devin dimana Devin belum berani bilang pada Alena dimana saat ini Sandra yang secara terang-terangan mendekati Devin. Secara kurang ajarnya Sandra pernah menggodanya, sampai Sandra berani duduk di pangkuannya dan kedua tangannya di kalungkan di leher Devin, beruntung saja waktu itu Devin langsung melepaskan Sandra hingga membuatnya terjatuh ke lantai.


Walau Alena selalu datang ke kantornya namun Sandra juga masih mencari cara untuk mendekatinya dan itu semakin risih bagi Devin, ingin rasanya Devin memecatnya saat ini juga kalau dia sudah tidak di butuhkan namun tetap saja Devin masih membutuhkan Sandra untuk mengatur jadwalnya yang padat dan beberapa pekerjaan lainnya.

__ADS_1


Tanpa sadar Devin yang ingin tidur sebentar namun dia terbangun di sore hari, dia masih terduduk di ranjang sambil meregang badannya. Rasanya Devin sudah kembali lebih segar lagi, dia pun akhirnya beranjak dari ranjang langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan badanya lebih dulu. Tidak butuh waktu lama Devin keluar dari kamar mandi, dia langsung menuju ke walk in closet untuk memakai baju.


Sedangkan di sisi lain Alena sedang berada di halaman belakang, dia sedang bersantai menemani Kaendra belajar. Ya, walau pun hanya menemani saja karena anaknya yang satu ini jarang sekali tentang pelajaran karena memang anaknya itu sudah sangat pintar, entah di otaknya itu menuruni kecerdasan yang sangat luar biasa.


“Ken, apa nanti kamu ada kepikiran sekolah ke luar negeri?” tanya Alena.


Kaendra pun menoleh ke Alena. “Tentu saja, itu kalau mama sama papa kasih izin Kaendra,” ucapnya.


“Hmm, kalau mama boleh saja. Tapi nanti saat kamu kuliah saja untuk saat ini kamu di sini,” ucap Alena, sedangkan Kaendra hanya menganggukkan kepalanya.


Devin pun datang menghampiri mereka berdua, Devin yang mengenakan kaos pendek warna putih dan juga celana pendek. Kulit Devin yang bersih dan otot yang terlihat di bagian tubuhnya membuat banyak wanita bisa mengaguminya jika di pertontonkan di hadapan umum, namun sayangnya selama ini Devin selalu berpakaian rapi dan yang bisa melihatnya hanya Alena dan keluarganya selain itu yang berhubungan dengan Devin.


“Honey, ternyata kamu di sini,” ucap Devin yang langsung mencium puncak kepala Alena, dan setelah itu mengacak-acak rambut anaknya.


“Papa, rambut Kaendra jadi berantakan tahu enggak,” ucap Kaendra kesal dan itu sukses membuat Devin dan Alena tertawa secara bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2