
Alena mengambil keberangkatan pagi sekitar pukul 08.00, Alena, Kaendra dan Alice mereka sudah siap dan barang – barang mereka juga sudah siap semua. Kini mereka sedang sarapan bersama dengan Jenny, Nathan dan Lionel, ya, mereka akan mengantarkan ke bandara.
“Aku pasti nanti bakal kangen sama kamu Ken,” ucap Jenny yang duduk di samping Kaendra.
“Nanti aunti tinggal datang ke Korea bersama om Nathan dan om Lionel,” ucap Kaendra sambil memarkan senyum manisnya.
“Itu pasti sayang, ingat kamu jangan nakal dan harus nurut sama mama,” ucap Nathan, mengelus rambut Kaendra dengan lembut.
“Siap om,” ucapnya.
Selesai makan mereka turun ke bawah untuk ke basemant, Nathan dan yang lainnya membantu membawa barang Alena, sedangkan Alena mengendong Kaendra sambil membawa satu koper.
“Na, jika kamu ada masalah bisa menelponku,” ucap Nathan.
Alena tersenyum dan mengangguk,” tentu Nat,” ucapnya.
__ADS_1
“Satu lagi Na, kamu jangan lupain aku ya, kamu masih menganggap aku sahabat kan?”
“Tentu saja Nat, aku nggak akan lupain yang sudah baik padaku, kamu juga bisa ke Seoul bersama dengan Jenny dan Lionel,” ucap Alena.
“Kamu sahabat terbaikku Nat, aku juga nggak akan melupakan semudah itu kebaikan yang telah kau berikan, dan kamu juga bisa menghubungiku kapan saja Nat,” ucap Alena.
Ting! Bunyi lift terbuka dan mereka keluar menuju di mana mobil Nathan dan Jenny berada ya, mereka membawa dua mobil karena barang Alena yang di bawa banyak.
Mereka memasukkan barang – barang ke bagasi, Alena, Kaendra dan Nathan satu mobil, sedangkan Lionel, Alice berada di mobil Jenny mengikuti di belakang mobil Nathan.
Alena hanya berdehem saja sambil tersenyum,”sekali lagi terima kasih ya Nat,” ucapnya.
Sampai di bandara mereka langsung masuk ke dalam, tinggal beberapa menit lagi pesawat akan terbang, mereka masih punya kesempatan untuk saling berpelukan.
Nathan memeluk Alena, lalu setelah itu Kaendra. Alena mengajak Kaendra dan Alice untuk segera masuk ke dalam pesawat. Kaendra melambaikan tangannya kepada Jenny, Nathan dan Lionel.
__ADS_1
Mereka duduk di bangku yang sama, Alena dekat dengan jendela, Kaendra di tengah sedangkan Alice berada di pinggjr. Alena menatap keluar jendela saat pesawat sudah mulai terbang.
“Selamat tinggal Swiss,” ucapnya dalam hati sambil tersenyum, Alena mengelus rambut Kaendra dengan lembut.
“Sebebar lagi kita akan mulai hidup yang baru Ke,” ucapnya lirih yang di pastikan masih bisa di dengar Alice dan Kaendra.
“Alice, nanti jika kita sudah ada di Seoul, kamu fokus saja sama Ken, dan nanti kamu juga bisa meneruskan pendidikan kamu,” ucapnya.
“Makasih nona, nona sudah baik sekali sama Alice selama ini,” ucap Alice dan tersenyum manis.
“Kamu sudah aku anggap seperti keluarga Alice, jadi kamu jangan sungkan, jika kamu perlu sesuatu atau ada masalah bisa bicarakan ke aku,” ucap Alena.
Alice mengangguk dengan masih senyumannya yang mengembang, Alice memang beruntung mendapatkan majikan seperti Alena yang sangat baik.
Penerbangan mereka membutuhkan waktu yang lama sehingga Alena menyuruh Alice dan Kaendra untuk tidur agar lebih nyaman, sedangkan Alena mengambil hpnya dan membuka galeri foto Devin, sungguh Alena ingin bertemu dengan Devin, namun karena rasa takut dan gengsinya yang terlalu tinggi Alena hanya mengulur – ngulur waktu untuk bisa bertemu dengan Devin di waktu yang pas.
__ADS_1