Perjalanan Cinta Alena

Perjalanan Cinta Alena
Ciuman


__ADS_3

Alena dan Devin sudah sampai di suatu gempat yang tak jauh dari jalan setapak yang orang – orang lalui saat masuk ke hutan. Di sana ada bangunan villa yang tak jauh berbeda dengan villa yang Devin miliki, mungkinkah itu juga villa milik Devin? Alena hanya bertanya dengan dirinya sendiri dan terus ikut berjalam mengikuti langkah Devin.


“Bagaimana, apa kamu suka?” tanya Devin menoleh ke Alena.


“Ini villa milikmu?” tanya Alena balik.


Devin hanya mengangguk, lalu menarik tangan Alena kembali untuk mengajaknya masuk ke dalam villa.


“Devin, lepasin sakit tangan aku,” ucapnya sambil menarik tangannya dari gengaman tangan Devin.


“Lagian kamu ngapain ngajak aku ke sini segala,” ucap Alena sebal.


“Bukannya aku tadi sudah bilang,” ucap Devin lalu mendekati Alena hingga tubuh mereka tak ada jarak satu sama lain.


Alena mendengus pelan, dan melirik sebentar ke Devin lalu mengedarkan pandangannya ke arah lain. Alena sangat terpesona dengan pemandangan villa ini karena di sini jauh lebih indah dari pada yang ia tempati dengan Devin.


“Apa ini benar – banar villa milik kamu Dev?” tanya Alena menoleh.


“Ya, aku juga baru saja membelinya agar bisa leluasan berduan denganmu,” ucapnya, menaruh ke dua tangannya ke dalam saku celananya dan berjalan ke arah sofa yang dekat dengan jendela.

__ADS_1


“Why? Apa harus di beli? Kamu kan bisa Dev hanya dengan menyewanya tanpa harus menghabiskan uang kamu hanya untuk dua villa yang tak terlalu penting,” ucap Alena sedikit kesal, kenapa juga Devin rela menghambur – hamburkan uangnya hanya untuk sebuah villa.


“Tak apa, lagian nanti aku juga bisa sewakan kepada orang lain maka aku juga untungkan? Sayang aku melakukan ini semua hanya untuk bisa memperbaiki hubungan kita,” ucap Devin menoleh lalu berdiri dari duduknya dan mendekati Alena.


Devin memegang ke dua bahu Alena dengan pelan,” dengar baby, aku melakukan ini semuanya hanya untuk bisa bersama denganmu dan anak kita,” ucap Devin serius, dan di wajah Devin terlihat benar – benar tulus dan tak main dengan ucapannya.


“I-iya, aku tahu tapi tak perluh berlebihan Dev,” ucapnya menatap Devin.


“Nggak masalah baby, kamu tak usah pikirkan itu, yang penting saat ini kamu mau kan kita hidup bersama dan membangun keluarga kecil kita,” ucap Devin menatap dalam Alena.


Alena mengarahkan pandangannya ke arah lain menghindari tatapan Devin,” berikan aku waktu Dev, aku butuh waktu dan aku janji aku juga nggak akan kabur dari kamu lagi, tapi kamu mau kan memberikan aku waktu?” tanya Alena menatap kembali Devin.


“Iya, aku tahu,” ucap Alena memanyunkan bibirnya.


Devin lalu memeluk erat Alena, saat ini di villa hanya ada Alena dan Devin, biasanya akan ada tukang bersih – bersih untuk membersihkan villa, mungkin belum datang.


Devin melepaskan pelukkannya lalu mengajak Alena untuk duduk di sofa yang Devin sempat dudukki tadi.


Alena duduk di pangkuan Devin karena ulah Devin yang memaksanya, dengan posisi yang saling berhadapan hingga Devin bisa melihat wajah cantik yang selama bertahun – tahun kabur darinya.

__ADS_1


Alena mencoba untuk turun dari pangkuan Devin, namun saat Alena mencobanya Devin selalu menarik tubuhnya dengan paksa agar tak bisa bangkit dari pangkuan Devin.


“Devin ihh! Apaan sih, aku kan bisa duduk di samping kamu,” ucap Alena sudah mulai marah.


“Tapi aku nggak mengizinkannya, dan jangan banyak bergerak baby, atau nanti kamu akan tahu akibatnya,” ucap Devin tersenyum seperti Devil.


Alena mendengus kasar,” dasar mesum,” ucapnya.


Devin hanya terkekeh geli mendengar ucapan Alena,” karena apa yang ada di tubuhmu membuatku candu baby,” ucap Devin.


Lagi – lagi Alena menhembuskan nafas panjangnya, entah apa yang ada di pikiran Devin saat ini,” dasar otak mesum, cabul,” ucap Alena.


“Baiklah, aku akan membuktikannya,” ucap Devin ambigu.


“M-maksud k-kamu apa Dev?” tanya Alena dengan menatap Devin horor.


“Seperti apa yang kamu bilang baby,” ucap Devin lalu mendekatkan wajahnya.


Saat Alena mau menghindari wajah Devin, namun sayangnya tangan Devin memegang tengkuk Alena agar Alena tak menghindar darinya.

__ADS_1


Devin mencium bibir kenyal milik Alena, manis rasanya dan Devin tak ingin melepaskanya, Devin terus menuntut agar Alena membalas ciumannya, Devin menjalajahi rongga mulut Alena.


__ADS_2