Perjalanan Cinta Alena

Perjalanan Cinta Alena
Alena dan Devin


__ADS_3

Semakin hari kandungan Alena yang sudah memasuki delapan bulan membuat Devin semakin wapada apa yang dilakukan oleh sang istri, dimana Devin selalu berhati-hati dan menjaga Alena. Devin juga bertambah posesif pada Alena, bahkan Alena juga tidak boleh melakukan apa pun, dan Devin juga selalu menemani Alena berjalan kecil selama tiga puluh menit. Pagi ini Devin dan Alena masih bermalas-malasan di atas ranjang, karena keadaan cuaca di luar sedang hujan dan hawanya sangat dingin, Alena bahkan memeluk tubuh Devin karena merasa kedinginan.


“Apa kamu sudah bangun honey?” tanya Devin dengan khas suara seraknya bangun tidur, sedangkan Alena hanya menganggukan kepalanya dan melepaskan pelukan pada Devin.


Alena menatap wajah suaminya yang masih memejamkan matanya, dimana sekitar rahang Devin tumbuh bulu-bulu halus, mungkin karena Devin belum sempat mencukurnya, namun ketampanan Devin juga tidak hilang begitu saja dengan tumbuhnya bulu-bulu halus membuat Devin semakin seksi.


“Apa yang sedang kamu lihat honey? Kenapa kamu menatap aku seperti itu hm?” tanya Devin yang kini merubah posisinya menjadi setengah duduk.


“Aniyo,” ucap Alena yang kini mengalihkan tatapannya ke arah lain, dan Devin hanya bisa tersenyum melihat kelakuan sang istri di pagi-pagi seperti ini.


“Benarkah? Aku kira kamu masih menginginkanya, apa kamu belum puas honey dengan pertempuran semalam, bahkan aku sangat takut terjadi apa-apa dengan bayi kita yang ada di perut kamu karena kamu sangat liar sekali tadi malam,” ucap Devin, dimana dia juga mencoba menggoda sang istri yang sangat dia cintai.


Alena yang di goda oleh Devin, dia merasa pipinya saat ini sudah memerah dan dia pun mencubit perut six pack Devin dengan pelan, “Arggh! Sakit honey, kenapa kamu mencubitku honey.”


“Biar saja, habis kamu selalu mesum,” ucap Alena, dan kini dia pun segera beranjak dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi hanya dengan menggunakan kemeja Devin.


Devin yang masih di atas ranjang dan melihat Alena yang kini badanya semakin berisi dan menurut Devin itu sangat seksi, dan tidak berapa pun Devin juga langsung beranjak dari ranjang untuk menyusul Alena ke kamar mandi dan Devin sangat senang karena Alena tidak mengunci pintu kamar mandi.


“Honey,” ucap Devin yang kini sudah di belakang Alena, dimana Alena sedang mandi menggunakan shower, Devin memeluk tubuh Alena dari belakang. Ya, mereka mandi bersama, namun Devin juga tidak tinggal diam saja, dia memberikan sabun ke tubuh Alena dan mengosoknya perlahan, Devin tidak ingin menyakiti Alena sedikit pun.

__ADS_1


“Sayang, bahkan aku bisa melakukannya sendiri,” ucap Alena dengan suara beratnya, dia merasakan sntuhan Devin yang begitu sangat sensual dan Alena juga dapat merasakan jika milik Devin kembali on.


Entah semenjak kehamilannya dia semakin bernafsu tinggi namun dia juga harus memikirkan bayi yang ada di perutnya, setelah beberapa lama mereka membersikan badanya kini mereka keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe, Alena mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil di tangannya dan kini dia duduk di tepi ranjang.


“Sini aku bantu kamu honey, hm … pagi ini kamu sarapan apa biar aku masakan untukmu honey,” ucap Devin.


“Apa saja yang kamu masak aku suka, sayang, apa kamu tahu jadwal Kaendra hari ini? Bahkan aku sampai lupa anak itu jadwal weekendnya hari ini kemana? Aku tidak ingin membiarkan Kaendra terlalu bebas,” ucap Alena.


“Dia sudah besar honey, dan aku yakin jika dia juga tahu batasan dia. Lagi pula Kaendra juga tidak akan berbuat hal yang macam-macam honey,” ucap Devin.


Devin tahu dengan sifat anak laki-lakinya itu dimana dia juga sangat keras kepala seperti dirinya namun lebih seperti Alena, akan tetapi banyak sifat Devin yang mewarisi ke Kaendra. Dimana saat ini Kaendra yang sedang fokus dengan belajarnya, dan bahkan dia harus lompat sekolah kerena kepintarannya, Kaendra yang tidak bisa menikmati masa sekolahnya seperti anak lain, akan tetapi Devin juga melihat Kaendra tidak merasa keberatan dan bahkan dia juga melihat Kaendra sangat menyukai dengan sekolahnya dan aktivitas lainnya.


Aku memasak gyeran bbang, gyeran mari, dan chungmu gimbab, entah kenapa aku juga ingin memakan apa yang aku masak hari ini, aku juga menyiapkan untuk istriku dimana dia sudah menunggu sejak tadi, “Bagaiamana makanannya, enak tidak?”


“Tentu saja masakan yang di masak oleh suamiku sangatlah enak, sekarang kamu juga harus cobain,” ucap Alena, bahkan dia juga menyuapiku, entah sejak kapan aku bisa menyajikan semua masakan ini namun aku terus belajar agar aku bisa membuat senang istriku tercinta, karena dialah cinta pertamaku, dimana aku tidaklah mudah untuk mendapatkannya.


Selesai sarapan pagi, Devin mengajak Alena untuk pergi ke halamana belakang. Ya, hanya untuk jalan-jalan santai saja karena dokter menganjurkan untuk beraktivitas ringan walau hanya jalan. Devin sangat suka mememani Alena jalan, sambil menggandeng tangan Alena yang lembut bahkan sesekali juga Devin mencium punggung tangan Alena.


“Honey,” panggil Devin.

__ADS_1


“Hm … kenapa? Apa ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan padaku?” tanya Alena menoleh ke arah Devin.


“Aniyo, hanya saja aku selalu merindukan kamu, aku juga tidak ingin di tinggal pergi jauh sama kamu,” ucap Devin.


Senyum Alena mengembang, bahkan dia juga menghentikan jalannya. Alena mendekatkan wajahnya dam langsung mencium pipi Devin.


“Aku tidak akan pernah meninggalkan kamu sayang, kamu lelaki terakhir dalam hidupku,” ucap Alena.


“Terima kasih,” ucap Devin, lalu mereka kembali berjalan lagi. Memang rumah yang mereka tempati sangatlah luas, bahkan ada danau kecil yang sengaja di buat. Dimana danau kecil itu di isi oleh Devin ikan, sebenarnya dia ingin memelihara harimau atau semacamnya akan tetapi dia urungkan karena pasti Alena akan marah-marah padanya.


Setelah tiga puluh menit berjalan kaki, Devin mengajak Alena untuk duduk. Mereka istirahat di tepi kolam renang, Devin juga menyuruh pelayang untuk mengambilkan mereka minum dan camilan buah untuk Alena.


“Sayang, bagaimana perkembangan hubungan Evan dan Alice? Lalu mantan Evan bagaimana?” tanya Alena.


Devin mengeryitkan dahinya, “Memangnya kamu tahu siapa manta Evan honey? Sampai detik ini aku tidak tahu,” ucap Devin.


“Katty sahabat aku, tapi aku rasa untuk Evan sudah bisa melupakan Katty, tapi buat Katty, aku kira dia belum move on,” ucap Alena.


“Apa? Apakah ini akan baik-baik saja?” tanya Devin.

__ADS_1


Alena hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum dan berkata, “Aku harap begitu sayang, beberapa waktu lali Katty bilang padaku jika dia bertemu dengan pria yang membuatnya sedikit bergetar dan aku harap itu jodoh Katty.”


__ADS_2