Perjalanan Cinta Boss Mafia

Perjalanan Cinta Boss Mafia
Bab 102


__ADS_3

Setelah beberapa waktu, akhirnya Joana keluar dari rumah sakit. Ia pun bingung harus pergi kemana, ingin bersembunyi dari kejaran orang yang berbuat jahat padanya.


" Huft, akhirnya dapat juga tempat ini. Semoga saja mereka tidak menemukanku lagi, wajahku sudah hancur. Aku harus segera menemukan pelakunya, akan aku balas mereka." Joana merasa malu, dengan keadaannya yang sekarang.


Wajahnya kini sudah tidak secantik dulu, penuh dengan bekas luka yang sangat terlihat jelas. Membuat siapa pun yang memandangnya akan merasa jijik bahkan engan untuk berdekatan dengannya.


Ia menyalakan televisi, melihat berita besar. Bahwa, Wijaya Saputra. Seorang pebisnis yang terkaya di negara tersebut, meninggal dunia.


" Wow... Ini berita yang sangat bagus, tidak susah payah lagi untuk menyingkirkannya. Tinggal tunggu saatnya untuk pembalasan, kalian akan ku buat segera menyusul pria tua itu. Hahaha." Joana memang ingin balas dendam dengan keluarga Wijaya, karena wijaya sudah menipunya.


Ia berjanji akan mendekatkan dirinya untuk menjadi pendamping anaknya, Akhtar. Tapi ternyata, ia hanya memanfaatkan dirinya saja.


" Bersiaplah untuk menerima pembalasanku, Akhtar Wijaya."

__ADS_1


......................


Akhtar dan mamanya, kini berada dipemakaman elit di negaranya. Melaksanakan tugasnya yang terakhir kalinya untuk sang papa, memakamkannya dengan layak.


Terima kasih, pa. Karena didikan kerasmu, aku bisa berdiri seperti ini. Melindungiku dari sesuatu yang sebenarnya bukan tanggung jawabku, kau yang terbaik pa. Aku tidak bisa untuk membencimu. Kini, tugasmu telah selesai. Saatnya Akhtar yang melanjutkan tugas papa, untuk mama. Tenanglah disana. Akhtar.


Menatap makam papanya dengan sendu, sedangkan Amirah. Ia sudah dibawa Cila untuk masuk kedalam mobil, karena Amirah tidak sanggup untuk melihat proses pemakaman suaminya.


......................


Mansion Alfa...


Keamanan mansion saat ini, dijaga super ketat oleh Alfa. Aqilla yang semula ingin bertanya pada sang kakek, tanpa sengaja ia melihat sisi kekejaman dari kakeknya. Hingga membuatnya menjadi ketakutan, dan lebih memilih untuk menggurung diri di dalam kamar. Mencoba terus untuk menghubungi Akhtar, Aqilla mencoba menghubunginya melalui ponsel Haykal. tapi lagi dan lagi ia harus menelan pahitnya, tidak ada satupun tanggapan darinya.

__ADS_1


Flashback On...


Setelah tidak diperbolehkan untuk bertemu dengan Akhtar, Aqilla juga tidak diperbolehkan menggunakan ponsel dan alat komunikasi lainnya oleh Alfa. Bahkan, untuk menonton televisi saja tidak boleh, ia hanya diperbolehkan untuk berada di mansion saja, sungguh keadaan itu membuat Aqilla jenuh dan memiliki pertanyaan yang sangat besar pada kakeknya.


Pada saat ia sedang berjalan-jalan di halaman belakang mansion, tidak sengaja ia mendengar suara teriakan dan suara senjata. Melihat situasi saat itu dalam keadaan sepi, Aqilla berjalan mendekati sumber suara. Dengan cara mengendap-endap, akhirnya ia melihat ada sebuah bangunan yang cukup besar, tak jauh dibelakang perkebunan milik Alfa. Mencari tau apa yang terjadi didalam sana, ia mendapatkan celah kecil dari sebuah dinding.


Tanpa pikir panjang lagi, Aqilla langsung melihatnya. Bagaikan tersambar petir, mata Aqilla melihat Alfa sedang bermain dengan senjata mininya pada tubuh seseorang, cairan merah itu menggenang. Menyiram orang tersebut dengan cairan yang ia tidak ketahui, tapi orang tersebut berteriak dengan sangat keras. Seperti menahan sakit yang sangat luar biasa, hal itu berulang kali dilakukan hingga orang tersebut menghembuskan nafasnya untuk terakhir. Rasanya Aqillaingin menjerit dengan sangat kuat. Tapi segera ia tutup mulutnya menggunakan telapak tangan, lutut kakinya terasa sangat lemas. Dengan perlahan, Aqilla menjauh dari tempat itu.


Flashback Off...


Tidak, tidak mungkin kakek seperti itu. Kenapa kakek sekejam itu, bahkan tidak ada rasa bersalah yang terlihat diwajahnya. Yang ada hanyalah kebencian, amarah dan tampang seperti pembunuh sudah biasa ia lakukan. Siapa sebenarnya kakek? Aqilla.


__ADS_1


__ADS_2