
Dengan menggunakan ojek online, kini Aqilla telah sampai di kantor. Dengan berlari, ia segera menuju ruangannya. Apes dan apes, Sang bos sudah berdiri tegap di ruangannya.
" Baru tiba, nona Aqilla Nadifa!." Sapa Kevin.
Aqilla sangat kaget dengan sapaan dari bosnya, yang tau akan kedatangannya.
" Maaf tuan, saya terlambat." Aqilla menunduk.
" Ingat aturan perusahaan ini bukan!." Kevin berbalik menatap Aqilla dan menekannkan perkataannya.
" Iya tuan, saya ingat." Sudah terlanjur basah.
Kevin berjalan mendekatinya dan secara tiba-tiba...
Aakkhh!!!
Tangan kekarnya mencengkram leher Aqilla dengan sangat kuat.
" Aakkhhh, sa sakit tuan. Le lepaskan!!!." Aqilla memberontak untuk melepaskan tangan itu.
" Woow, saya sangat suka pada wanita sepertimu nona! Ternyata, wanita si anak punggut sangat cantik dan menarik. Membuat Saya juga ingin memilikinya." Kevin menempelkan keningnya pada kening Aqilla.
Dengan terus memberontak, Aqilla memejamkan matanya. Merasakan sakit pada lehernya, dan kesulitan untuk bernafas. Tangan munggil itu mencoba memukul tangan Kevin, namun sia-sia.
" Le lepaskan tuan!."
" Tidak akan saya lepaskan, kau milikku, Milikku. Jika seorang Kevin Alberto tidak bisa memilikimu, maka anak pungut itu. Akhtar Wijaya juga tidak bisa, lebih baik kau mati daripada menjadi wanitanya." Kevin melepaskan tangannya dan meninggalkan ruangan itu dengan senyuman yang menggerikan.
Hosh
__ADS_1
Hosh
Hosh
Sakit! Ada apa ini, kenapa bos berkata seperti itu? Pria aneh itu juga, kenapa disebut-sebut. Aqilla.
Leher Aqilla maaih terasa sakit, cengkraman itu meninggalkan bekas merah. Aqilla langsung menggerjakan pekerjaannya, ia takut. Bosnya akan marah kembali padanya.
Saat sedang fokus menggerjakan tugasnya, datang seorang wanita yang katanya adalah pacar sang bos, siapa lagi kalau bukan Joana.
Tak
Tak
Suara hentakan sepatu yang terdengar sangat jelas.
Aqilla melirik wanita yang berada di hadapannya, kaget? tentu tidak, Aqilla sudah berdamai dengan hatinya. Melepas orang yang pernah berada di hatinya, untuk bersama orang lain yang sepadan. Dia hanya sedikit bingung, wanita ini pernah bersama dengan pria anehnya. Tapi, kenapa saat ini berada di kantornya???
Dengan angkuhnya, Joana berjalan melewati Aqilla dan memasuki ruangan si bos. Tidak ingin mendapatkan hukuman, ia kembali fokus menggerjakan beberapa tugasnya.
......................
"Hallo sayang!" Joana memasuki ruangan Kevin.
Berjalan mendekati mejanya, dan bergelayut manja. Kevin hanya duduk dengan santai, sambil menatap ponselnya. Yang ternyata!!! Terdapat foto-foto Aqilla disana.
Joana yang tidak sengaja melihatnya, langsung merebut ponsel itu.
" Heh, foto wanita itu rupanya. Jangan-jangan, kamu juga menyukainya sayang? Tidak, tidak boleh. Kau hanya milikku, milikku." Joana menghempaskan ponsel milik Kevin dengan sangat kuat.
__ADS_1
Bbbrraakk!!!
" Apa-apaan kau Joana!!!" Kevin mulai tersulut emosi.
" Aku tidak akan membiarkan kau menyukai wanita itu, hanya aku. Hanya aku yang pantas untukmu, kevin." Teriak Joana.
Dengan senyum kecil, Kevin berjalan mendekati Joana. Dengan cepat ia menarik rambut Joana dengan sangat kuat, hingga nyaris ia hilang keseimbangan.
" Aaakkhhh!!! Apa yang kau lakukan! Lepaskan!!!." Joana mencoba memukuli tangan Kevin, agar terbebas dari rambutnya.
Namun salah, tangan itu semakin kuat dan dihempaskannya tubuh Joana hingga tersungkur.
" Apa kau bilanh? hanya kau yang pantas untukku? Heh, jangan mimpi. Aku peringatkan kau, Joana!!! Kau bukan siapa-siapa, enyahlah kau dari kantorku." Kevin menegaskan perkatannya.
" Apa kau bilang? Kau menggusirku, Kevin. Hanya karena wanita sialan itu, kau mencampakkan aku! " Joana seakan tidak terima dengan perlakuan Kevin padanya.
" Hah, kau hanya sampah Joana. Bodoh!!!." Kevin berjalan kembali untuk duduk pada kursinya.
" Pergilah, kau tidak ada artinya lagi untukku. Dasar bodoh." Kevin melirik sinis.
" Apa kau bilang??? Dasar pria gila kau, lihat saja! " Joana merapikan penampilannya dan meninggalkan ruangan Kevin.
Berjalan melewati meja Aqilla, dengan sangat geram. Joana menghampirinya!
" Kau!!! Wanita sialan, lihat saja perhitungan dariku. Akan ku buat kau menderita!!!." Lalu ia berjalan meninggalkanya.
Aqilla semakin dibuat bingung pada hari itu, mendengar apa yang dikatakan oleh Joana. Membuatnya pusing.
Ada apa dengan hari ini? Kenapa sangat terasa aneh! Huh, Ya Tuhan. Hamba berlindung padaMu dari segala permasalahan dunia ini. Aqilla
__ADS_1