Perjalanan Cinta Boss Mafia

Perjalanan Cinta Boss Mafia
Bab 11


__ADS_3

Kelompok Wars...


Bbaakk...


Bbbukk..


Berbagai suara terdengar, karena ketua dari kelompok tersebut sedang memberikan hukuman kepada anak buahnya yang telah gagal menjalankan misi.


" Kalian sungguh tidak becus, bagaimana bisa gagal !!!." ujar sang ketua.


" Maafkan kami bos, kami tidak tau saat itu ada seorang wanita yang menolongnya." Ujar sang anak buah.


" Seorang wanita menolongnya ??? Heh, sungguh bodohnya. Merelakan nyawanya sendiri untuk orang lain, wanita seperti apa dia?." Sang bos merasa penasaran.


" Cari tau wanita itu dan laporkan segera." titahnya.


Steiven adalah ketua dari kelompok mafia Wars, ia merupakan rival dari Akhtar sejak lama. Mereka menjadi rival karena masalah wanita, menyukai satu wanita yang sama. Namun, mereka dibutakan oleh cinta. Yang ternayta wanita itu adalah wanita bermuka dua serta berhati iblis, namun sayangnya mereka belum mengetahuinya. Keberadaan wanita itu juga masih misterius, menghilanh begitu saja setelah mendapatkan apa yang menjadi tujuannya dalam mendekati Akhtar dan Steiven, uang, uang dan uang. Ya, itulah penyebabnya.


πŸ’πŸ’πŸ’πŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸ’πŸ’πŸ’

__ADS_1


Kediaman Aqilla...


Sudah Satu minggu, Aqilla menjalani hari-harinya dengan menahan rasa sakit. Ia selalu bersikap keras kepala, berusaha untuk menutupi kejadian itu dari adiknya.


" Kak, apa pesanan bunganya atas nama Jason sudah selesai? Nanti biar Haykal saja yanh anterinnya, sekalian berangkat sekolah. Kakak istirahat aja dirumah, sepertinya kakak lelah dengam banyaknya pesanan, wajah kakak pucat sekali. " Haykal sedang bersiap-siap untuk berangkat kesekolah.


" Kakak nggap papa kok dek, pesanannya tingal sedikit lagi. Nanti biar kakak aja yang anterinnya, hari ini Meyra yang akan menemani kakak. Kamu tenang aja ya." Aqilla tersenyum semanis mungkin, untuk menghilangkan kekhawatiran adiknya.


" Ya sudah kalau begitu, Haykal berangkat ya kak. Nanti kalau Haykal juara, kita beli lagi ponsel buat kakak. Udah bosen kali ponsel yang lama sama kakak, hahaha. Assalamu'alaikum." Haykal mencium punggung tangan sang kakak.


" Wa'alaikusmussalam." jawab Aqilla dengan tersenyum.


" Ibu, Ayah! Kakak rindu sama kalian, kakak rindu ". Hiks hiks hiks Tanggis Aqilla tak terbendung lagi.


Tin tin tin tin...


Suara klakson dari mobil Meyra membuyarkan tanggisan Aqilla.


" Ye ni anak, pagi-pagi udah melow aja. Ni, dibawain sama nyokap rantang. Yuk sarapan!." Mey langsung membawa tubuh Aqilla yang masih mematung.

__ADS_1


" Aakkhhh!!!." Aqilla meringgis memegangi perutnya.


" Qilla, ada apa? ". Mey segera memapah tubuh Aqilla untuk rebahan di sofa.


" Nggak papa kok mey, hanya sedikit nyeri." Kekeh Aqilla menyembunyikan rasa sakitnya.


" Nggak mungkin! Kamu nyembunyiin sesuatu ya dari aku? katakan Qilla. " Mey merasakan kejanggalan.


Tangan Aqilla meremas tangan Mey dengan sangat kuat, hal itu membuat mey menjadi semakin khawatir dengan keadaan sahabatnya.


" Qilla!!! Katakan!!!." Meyra sudah menggeraskan suaranya.


" Nggak papa kok Mey, kecapean aja. Istirahat sebentar juga hilang kok sakitnya. Jangan marah gitu dong, tambah jelek." Aqilla menyengir.


" Aku memang sudah jelek dari kamu, jadi jangan suka menggalihkan semuanya. JAWAB QILLA!!!." Meyra sudah sangat geram.


" Hehehe aku harua cuci darah rutin Mey, ginjalku terkena tembakan saat itu. Setelah uang paketnya aku terima, kamu temenin aku ya." Aqilla tetap tersenyum.


Mendengar apa yang di ucapkan oleh Aqilla, membuat Meyra menjadi diam. Bagaimana bisa, sahabatnya itu menyembunyikan rasa sakit yang sangat luar biasa itu. Tak terasa, air mata meyra menetes di sudut matanya. Menatap pilu wajah Aqilla yang pucat, menahan rasa sakit.

__ADS_1


__ADS_2