
Setelah berada diruangan pemeriksaan kandungan, Fera segera meminta Aqilla untuk berbaring di atas tempat tidur. Dibantu oleh seorang perawat untuk menutupi sebagian tubuh Aqilla dan membuka sedikit dibagian perut bawah, jell kemudian di oleskan pada bagian tersebut.
" Baiklah nona Aqilla dan tuan, silahkan lihat pada layar." Fera mengarahkan sepasang suami istri itu untuk melihat ke arah layar seperti televisi.
Akhtar dan Aqilla menuruti perintah dari dokter tersebut, mereka sangat antusias sekali untuk segera mengetahui hasilnya.
" Baiklah, jika terasa sakit. Jangan ditahan ya nona, nah. Apakah anda melihat adanya titik-titik hitam dilayar tersebut?" tanya Fera kepada mereka.
Mereka berdua hanya menjawabnya dengan menganggukkan kepalanya, bahwa mereka melihat apa yang dijelaskan oleh Fera dan masih belum mengerti.
" Ada berapa titiknya disana, nona, tuan?." Fera bertanya kembali.
" Tiga." Jawab Akhtar dan Aqilla secara bersamaan.
" Betul sekali, titik hitam tersebut merupakan calon janin dan itu artinya. Ada tiga calon janin yang berada didalam rahim nona Aqilla saat ini. "
__ADS_1
" Apa, Tiga??". Kembali lagi Aqilla dan Akhtar berteriak bersamaan dengan raut muka seperti orang kaget.
" Iya benar, ada tiga. Dan ini adalah proses pertama dari pembentukan janin, fase ini biasanya akan menimbulkan gejala seperti pusing, mual, bahkan tidak sadarkan diri atau pingsan. Namun ini semua terbilang masih normal untuk usia kandungan di trimester pertama." Fera menjelaskan kepada pasangan tersebut, yang masih dalam keadaan yang kaget.
Mereka berdua menatapi dengan seksama layar monitor dihadapan mereka, bagaikan mendapatkan hadiah yang sangat luar biasa berharga didalam hidupnya. Aqilla menutup mulutnya dengam telapak tangannya, air mata yang sudah menetes dengan sendirinya, menandakan rasa bahagia yang ia rasakan. Begitu pula dengan Akhtar, kebahagian yang ia dapatkan saat ini sungguh membuatnya merasa menjadi pria yang sempurna.
Akhtar mengenggam tangan Aqilla dan memberikan kecupan didahinya, mereka berdua merasakan kebahagian yang luar biasa.
" Iya sayang, sudah jangan menanggis. Nanti baby jadi ikut sedih." Jemari tangan Akhtar sudah menyapu air mata diwajah sang istri, lalu ia memberikan senyuman yang terindah untuk Aqilla.
" Selamat nona, tuan. Mari kita duduk disana, saya akan menjelaskan beberapa informasi untuk kondisi nona. Mari." Fera berjalan menuju meja kerjanya dan di ikuti oleh Aqilla maupun Akhtar.
" Menurut perkiraan, usia janin memasuki minggu ke lima. Ada baiknya, anda memenuhi nutrisi selama masa kehamilan. Hindari cafein, tidak boleh stres dan jangan makan-makanan yang tidak terlalu matang ataupun mentah. Saya akan memberikan beberapa obat pereda rasa mual dan beberapa vitamin untuk anda konsumsi, dan kita akan melihat perkembangan janin tersebut pada kunjungan berikutnya. Dan untuk pertemuannya, Kita tetapkan satu kali dalam satu bulan. " Fera menjelaskan beberapa informasi kepada mereka.
__ADS_1
Mereka pun kembali kedalam ruangan perawatan Aqilla setelah mendapatkan beberapa informasi dan nasihat dari Fera selaku dokter kandungan Aqilla, kemudian mereka juga akan membereskan pakaian-pakain karena Aqilla sudah diperbolehkan untuk pulang. Berita kehamilan Aqilla itu menyebar dengan sangat cepat, bagaikan udara yang berada dimana-mana. Semenjak Aqilla diketahui hamil, sikap posesif Akhtar semakin menjadi. Terkadang hal itu membuat Aqilla menjadi kesal, namun ia menghargai usaha suaminya yang sangat berlebihan itu.
......................
Leo yang saat itu sedang berada di markas, mendapatkan berita tentang kehamilan dari nona mereka. Ia pun menjadi sangat gembira dengan kabar tersebut.
" Aku akan menjadi uncle, aku akan menjadi uncle!!!." Ia meloncat-loncat seperti si pemakan pisang.
Begitu juga dengan penghuni dari mansion Alfa, mereka juga sangat gembira dengan berita tentang kehamilan nonanya. Steiven dengan melebarkan senyumannya, mengajak Robert berputar-putar hingga puas. Sedangkan Alfa, ia meneteskan air mata bahagia itu didalam kamarnya.
Aqilla, terima kasih atas kabar bahagia ini nak. Alfa.
Sedangkan Haykal, ia sudah seperti uncle-uncle rempong. Mendapatkan berita kehamilan tersebut, ia langsung pergi ke tempat toko-toko yang menjual perlengkapan bayi. Membeli berbagai mainan dengan jumlah yang tidak sedikit, dengan asalnya ia asik membawa hasil perburuannya itu menuju rumah kakakanya.
......................
__ADS_1