Perjalanan Cinta Boss Mafia

Perjalanan Cinta Boss Mafia
Bab 36


__ADS_3

Mata Akhtar perlahan terbuka, menatap kedua orang yang selalu membuat kepalanya pusing, sedang asik bercerita.


" Kalian sungguh breng**sek, dan kau! Dasar adik tidak tau diri, akan kubuat jadi santapan piranha kau!! Seenaknya saja membuatku tertidur, apa yang terjadi padaku?." Mata Akhtar melotot kepada Evan.


" Ye, sudah bangun rupanya. Kirain udah the end lu, udah ah. Gue lanjut, pasien gua jadi terbengkalai gara-gara ulah lu. Dan ingat!!! Ginjal lu itu sekarang cuma satu, jaga baik-baik! Jangan sok-sok'an jadi pahlawan terus, pikirin tu diri sendiri." Evan segera beranjak pergi dari ruangan si sepupu gilanya.


Akhtar sudah memprediksi sakit yang ia rasakan dibagian perut dan Akhtar tidak menggubris perkataan Evan, ia sadar akan hal itu. Namun, egonya masih terlalu tinggi untuk menggakuinya.


" Bagaimana keadaan diluar Jas? ". Akhtar bertanya.


" Sudah sedikit aman tuan, hanya saja kita harus tetap berhati-hati. Tuan, malam nanti. Kakak anda akan menggadakan pesta pertunanggannya, anda diharapkan oleh tuan besar, untuk hadir." Jason menyampaikan informasi tersebut.


" Heh, bangkot tua itu selalu saja semaunya sendiri. Biarkan saja, bila perlu tidak usah kau ingatkan lagi." Akhtar memejamkan matanya.


Jason mohon diri dari hadapan bosnya, ia langsung menuju ruangannya. Dan menggerjakan beberapa tugas kantor yang ia handle.


Ponsel Akhtar bergetar didalam saku jasnya, ia melihat bahwa sang mama menelfonnya.

__ADS_1


" Assalamu'alaikum Ma."


" Eh, i iya. Wa'alaikumussalam sayang. Nak, kau dimana sekarang?" Tanya Amirah.


" Akhtar lagi dikantor ma, apa mama mau ngingetin Akhtar buat acara anak kesayangan papa?".


" Hem, iya sayang. Mama sangat mengharapkan kehadiranmu nak. Walaupun kamu merasa tidak ingin, tapi hadirlah nak. Anggap saja ini permintaan dari mama, dan jangan lupa. Bawa juga calon menantu mama itu ya, mama tunggu ya sayang." Amirah langsung menghentikan pembicaraannya.


" Eh, e ma, hallo. Ya ampun dimatikan, bener-bener ni mama. " Akhtar bingung dengan perkataan mamanya.


Kok mama bisa ngomong kayak gitu, Calon menantu? Apa mama sudah tau, aku sedang dekat dekat Aqilla? Ah, mama selalu saja mencari tau. Batin Akhtar.


Aqilla yang sedang asik merangkai bunga, tiba-tiba saja menjadi super malas dengan suara dari ponselnya. Apalagi melihat nama yang menelfon, Aqilla mencibirkan bibirnya


Pria aneh calling...


" Assalamu'alaikum sayang."

__ADS_1


" Wa'alaikumussalam."


" Kamu pasti kangen kan sama saya? Bilang saja, nggak usah malu-malu sayang."



Ih ni orang, PDnya kelewatan dari batas normal. Batin Aqilla.


" Oh ya, nanti malam kamu ikut ya. Kakakku akan bertunangan, nanti setelah jam makan siang. Saya jemput, kita persiapan dulu. Nggak usah protes, nanti tunggu saja dan bersiaplah. Apa ada yang ingin kau tanyakan, sayang?." Akhtar dengan santainya berbicara.


" Huh, yang ingin saya tanyakan sudah anda jawab tuan. Dasar egois tingkat dewa." Aqilla sangat geram.


" Assalamu'alaikum." Akhtar tertawa dengan perkataan dari Aqilla.


" Wa'alaikumussalam. Huft, selalu saja."


Aqilla tidak bisa untuk menolak, ia tau akan hukuman yang diberikan pria aneh itu padanya. Sebenarnya, Aqilla sangat tidak ingin ikut pergi. Perbandingan diantara mereka sangatlah nyata, ia tidak mau membuat Akhtar menjadi bahan perbincangan orang banyak dan ia tidak mau membuat Akhtar malu.

__ADS_1


" Apa yang harus aku lakukan? apa nanti kata orang-orang, akh... Tuan aneh ini sungguh membuatku pusing." Aqilla memutar otaknya untuk berfikir, namun otaknya tidak dapat berfikir jauh dan akhirnya ia menyerah.


__ADS_2