Perjalanan Cinta Boss Mafia

Perjalanan Cinta Boss Mafia
Bab 98


__ADS_3

Karena ke-asikan dengan dunia mereka sendiri, hingga orang yang masuk keruangan itu pun tidak mereka sadari.


" Auw, auw, auw... Mata perjakaku sudah ternodai, kalian ini. Masuk!!!" Evan merasa geram dengan kebucinan Akhtar.


" Hei, kau yang salah sendiri. Masuk tanpa permisi, dan mengintip pula. Mau ku congkel apa matamu itu?". Akhtar tak mau kalah dengan stetmen dari Evan.


Aqilla merasa malu dengan kedatangan Evan, dan juga ada perawat wanita yang berada disampingnya. Bagaimana tidak malu, Disaat Akhtar memeluknya, Evan muncul secara tiba-tiba.


" Kalian ini, sudahlah. Kakak ipar, aku akan melihat keadaanmu. Tidak usah dipikirkan pria gila itu, dia sudah menjadi kucing kecil denganmu dan menjadi singa padaku." Evan menyeringai dan melirik sinis kepada Akhtar.


Evan dengan sangat teliti memeriksa keadaan Aqilla, Akhtar yang ikut mendampinggi menjadi sangat geram.


" Van, suruh perawat itu saja yang periksa Qilla dengan stetoskop. Kalau kau, aku tidak percaya. Cepat!!!." Akhtar melotot kepada Evan.


" Disini, aku yang dokternya atau kau, Hah!!! Sudahlah, kakak ipar sudah boleh pulang. Dan ingat pesanku, jangan terlalu dekat dengan pria gila ini. Kalau tidak, kau akan sakit kepala akut!". Evan menyelonong pergi dan disusul oleh perawat yang menahan tawa.


Melirikan matanya kepada Akhtar, Aqilla tak habis pikir dengan sikapnya.


" Mas, jangan mulai garing lagi. " Ucap Aqilla.


" Huh, garing, garing. Entahlah artinya apa itu." Akhtar dengan malas merebahkan tubuhnya di atas sofa, aqilla hanya mengelengkan kepalanya.


Klek!


" Qilla!!! I'm Coming baby!!." Suara khas dari si Meyra memenuhi ruangan, ia lalu berjalan mendekati Aqilla.


" Jangan berteriak seperti itu Mey, nanti pasien yang lainnya terganggu dengan suara indahmu itu." Aqilla menerima bingkisan yang dibawa Mey.

__ADS_1


" Kau ini, selalu saja begitu. Lagian, mana ada pasien disekitar sini. Ruanganmu ini terpisah dari kamar pasien lainnya dan spesial, makanya kamu tidak perlu khawatir dengan mereka." Jawab Meyra dengan santai.


" Hei, tuh orang masih disini? nggak kerja apa dia?".


Aqilla hanya memainkan bahunya naik dan turun untuk menjawab pertanyaan Meyra. Akhtar terlihat menatap mereka dengan tatapan yang penuh dengan selidik.


Kedua wanita itu larut dalam pembicaraan mereka sendiri, tanpa memperdulikan keberadaan Akhtar disana.


Klek!!!


Pintu terbuka kembali.


" Silahkan, tuan besar." suara Robert terdengar di telingga Aqilla.


Alfa berjalan sangat santai, memasuki ruang perawatan Aqilla. Mata Aqilla menangkap kehadiran sang kakek.


" Bagaimana keadaanmu sayang? Apa masih ada yang terasa sakit?." Tanya Alfa dengan duduk disamping Aqilla.


Aqilla menciumi punggung tangan Alfa, hal itu membuat Alfa merasa sangat bahagia. Cucu kesayangannya ini sangat menghormatinya sebagai orang tua.


" Alhamdulillah, sudah diperbolehkan pulang kek." Jawabnya dengan penuh senyuman.


" Syukurlah kalau begitu, Robert akan mempersiapkan kepulanganmu."


Akhtar mendengar Aqilla akan segera dibawa pulang, lalu dia mendekati Alfa dan Aqilla. Sedangkan Meyra, ia sudah menyingkir dari sana. Melihat wajah kakeknya Aqilla, membuat nyalinya menciut.


" Biarkan saya saja yang mempersiapkan kepulangan Aqilla, tuan." Akhtar menggeluarkan suaranya.

__ADS_1


Alfa menolehkan wajahnya, menatap sang pemilik suara dengan tatapan yang tajam.


" Kakek, perkenalkan. Ini Akhtar Wijaya, teman dekat Qilla kek." Dengan perasaan sedikit takut, Aqilla memperkenalkan Akhtar.


" Hem, jangan temui lagi cucuku. Pergilah!!!." Titah Alfa tanpa melihat mereka yang berada disana.


Ddduuaarrr !!!


Perkataan Alfa seketika membuat orang-orang yang berada di ruangan tersebut menjadi terkejut, apalagi itu adalah Akhtar.


" Kakek." Aqilla juga merasakan hal yang tidak enak, setelah kakeknya berkata seperti tadi.


Meyra segera mendekati Aqilla, ia tau. Sahabatnya itu pasti merasakan tidak enak, lalu Meyra segera memeluk Aqilla.


" Apa maksud anda tuan?" Akhtar membuka suaranya, untuk memastikan perkataan dari kakek Aqilla itu.


" Robert!! Bawa Aqilla pulang."


Robert dengan segera membawa Aqilla , dengan sedikit memberontak untuk tidak memisahkannya dari Akhtar.


" Kakek, apa maksud dari semua ini? Jangan pisahkan Qilla dari Akhtar kek, Qilla mohon jangan." Aqilla Terus memberontak, membuat Meyra menjadi iba dengan kejadian ini, ia mencoba menenangkan aqilla.


" Qilla, kita pulang saja dulu ya. " Meyra membisikkan di telingga Aqilla.


" Tidak mey, kenapa kakek seperti itu!" Tanggis Aqilla akhirnya pecah.


" ROBERT !!!" Suara Alfa meninggi.

__ADS_1


Melihat Aqilla dibawa pergi oleh orang kepercayaan Alfa, membuat Akhtar tidak bisa berbuat apa-apa. Ia tidak ingin ceroboh dalam hal ini.


__ADS_2