
" Selesai!!!." Teriak Meyra dengan merentangan tangannya ke atas.
Jason sangt terkejut mendengar teriak itu, pekerjaan mereka telah selesai. Dengan perhitungan waktu yang tidak begitu lama dari perkiraannya, wanita yang sebelumnya terlihat mengesalkan dimatanya. Saat ini menjadi dewi penolongnya, pandangan Jason masih tertuju pada wanita di hadapannya.
" Hei!!! Bisa tidak jangan memandangiku seperti itu, sungguh menyebalkan." Meyra mendengus kesal kepada Jason.
Tanpa menanggapi perkataan dari Meyra, Jason membereskan berkas-berkas yang berada di atas mejanya. Setelah selesai membereskannya, lalu Jason melihat jam di pergelangan tangannya. Pukul sepuluh malam, sudah sangat larut malam untuk seorang wanita.
" Mau pulang?!." Jason berkata tanpa melihat Meyra.
" Ya pulanglah, masa mau nginep.!" Meyra ikut membereskan perlengkapan miliknya.
Jason menggelengkan kepalanya, dengan sikap Meyra yang selalu ceplas-ceplos. Jason berjalan keluar dari ruangannya dengan menenteng beberapa berkas yang akan ia diberikan kepada bosnya, ia pun tersenyum melihat Meyra yang sedang membereskan isi tasnya dengan mulut yang tak hentinya berbicara.
" Hei tuan!!! kau ini, masa meninggalkanku sendirian disini. Tidak perperasaan sekali!." Meyra berlari kecil untuk menyusul Jason.
" Makanya, jangan lamban." Jason membalas perkataan Meyra, karena dia selalu mengatai Jason lamban.
" Huh, dasar manusia kaku!!!." Dengan mencibirkan mulutnya kepada Jason.
Dasar wanita aneh, tapi ni orang asik juga. Walaupun mulutnya pedes banget. Tidak terlalu buruk untuk berteman, tapi. Kepalaku pusing jika dia terus mengomel yang tidak jelas, huh! Jason.
Ketika sudah berada diparkiran, Jason langsung masuk kedalam mobilnya. Hal itu pun Meyra ikuti, karena ia tidak membawa mobil.
" Loh, mobilmu mana?". Jason yang kaget, melihat Meyra masuk kedalam mobilnya.
" Bisa liat nggak? kalau ada mobil lainnya disini! Lagian juga, tanggung jawablah. " Meyra melipat tangannya.
" Tanggung jawab??." Jason sangat terkejut dengan perkataan Meyra.
" Ya iyalah, gue sudah ngebantuin lu dari pagi. Sekarang, anterin gue pulang."
__ADS_1
" Heh, kirain tanggung jawab apaan. Tapi aku harus menyerahkan berkas ini terlebih dahulu sama bos, apa kamu tidak kemalaman pulangnya?." tanya Jason.
" Ya sudah, anterin gue pulang dulu baru lu ketemu sama bos lu." Meyra sedikit kesal dengan lambannya cara berpikir Jason.
" Jaraknya jauh o'on, kalau lu mau. Ikut dulu kerumah sakit, setelahnya baru aku antar pulang. Gimana, mau nggak?!." Jason menatap kemudi mobilnya.
" Ya udah deh, daripada nggak diantar sama sekali. Buruan!!!."
Akhirnya mereka berdua menuju rumah sakit, Jason harus menyerahkan berkas laporan itu segera. Jika tidak, maka urusannya akan panjang dengan bosnya itu. Setibanya dirumah sakit, mereka segera menuju ruangan Aqilla. Dan, disaat mereka membuka pintu ruangan itu.
" Auw, auw, auw. Dasar kalian ya, suka bener pamer kemesraan." Meyra main nyelonong saja masuk.
Akhtar yang saat itu sedang menemani sang istri makan, dan waktu itu bersamaan dengan membersihkan sisa makanan yang berada dibibir Aqilla dengan menggunakan bibirnya. Mereka berdua menjadi kaget dan Aqilla tersedak karena ulah Mey.
Uuhhukk
Uuhhukk
" Kalian ini! kalau masuk itu, permisi dulu." Nada bicara Akhtar meninggi.
Meyra mendengar suara Akhtar menjadi diam dan takut, Jason kembali menggelengkan kepalanya.
" Sudah mas, uhuk! Nggak papa kok. " Aqilla menggenggam tangan suaminya, agar dapat meredam emosinya.
" Maafkan saya tuan, nona. Saya hanya ingin menyerahkan hasil hari ini." Jason meletakkan berkas yang ia bawa diatas meja tamu.
" Hem!!" Akhtar hanya menjawab dengan suara tenggorokkannya.
" Mas! terima kasih Jason, kamu tolong sekalian antarkan Mey ya. Tidak baik anak perawan malam-malam berada diluar, Maaf ya Mey. Bukannya aku bermaksud untuk mengusir, tapi...!"Kalimat Aqilla terhenti.
" Sudah-sudah, kalian pulanglah! Mengganggu saja." Akhtar menyela perkataan istrinya.
Dengan mendengus kesal kepada Akhtar dan Aqilla, Meyra pun berdiri dari tempat duduknya.
__ADS_1
" Iya, iya. Gue paham kok, kalian lagi bucin-bucinnya. Baiklah, ayo tuan kaku kita pulang. Lagian disini kita akan menjadi obat nyamuk saja.! Tanpa disadari, tangan Meyra merangkul dan menarik tangan Jason. Mereka pun berjalan keluar dari ruangan Aqilla.
" Mas, mas liat nggak mereka berdua? Kayaknya cocok deh kalau kita jodohin." Aqilla tersenyum kepada Akhtar.
Sejenak Akhtar berfikir, lalu ia menaikan satu alis matanya keatas.
" Hem, ide yang bagus sayang. Setidaknya, Jason tidak menjadi kaku lagi kepada wanita, hahaha." Akhtar merasa geli jika mengingat sikap Jason yang tidak bisa berdekatan dengan wanita.
" Idih, kok seneng banget kamu mas." Aqia merasa heran ketika Akhtar tertawa.
" Jason itu, kakunya lebih parah dari mas, sayang. Buktinya, dingin, angkuh, sombong dan apalah itu kata kamu sama mas dulu. Tapi, sejak kehadiran kamu dalam hidup mas. Semuanya itu sirna, tapi hanya sama kami saja, sayang!." Akhtar memasang senyuman mesumnya kepada sang istri.
" Hahaha...". kini, berbalik Aqilla yang tertawa.
" Hei, kenapa jadinya kamu yang tertawa sayang." Akhtar mengkerutkan dahinya.
" Habisnya, secara nggak langsung. Mas mengakui sifat mas itu, hahaha." Aqilla memeganggi perutnya disaat tertawa.
" Kamu itu ya, buat gemes tau nggak! Udah ah, jangan tertawa lagi. Ingat, anak kita nanti terganggu dengan tawamu yang menertawai Daddy-nya sayang." Akhtar menutupi rasa malunya.
Namun, hal itu semakin membuat Aqilla tertawa. Sangking geramnya melihat Aqilla belum berhenti tertawa, Akhtar memutar otaknya mencari cara agar istrinya itu berhenti menertawainya. Dan kemudian, muncullah ide yang sangat brialian. Tanpa menunggu lama, Akhtar langsung menjalankan aksinya.
Cups
Akhtar ******* bibir sang istri, dan benar saja. Aqilla sontak berhenti tertawa dan berubah menjadi melotot. (Untuk selanjutnya, Author skip ya. Takutnya nanti keblablasan ngehalu 😊).
......................
Setibanya diparkiran, Meyra baru menyadari jika ia mengandeng tangan Jason. Dengan cepat ia melepaskannya dan berpura-pura seperti tidak terjadi apa-apa.
Heh, dasar wanita aneh! Jason.
Mereka berdua pun meninggalkan rumah sakit, Jason menggemudikan laju mobilnya dengan kecepatan normal.
__ADS_1