
Rumah Aqilla kini dihiasi dengan gelak tawa dan candaan dari Meyra, dan tak lama kemudian mama mertuanya ikut hadir meramaikan rumah itu.
" Mey, kamu sudah punya pacar? pasti pacar kamu awet muda ya, selalu tertawa dengan kelucuanmu." Amirah merasa sangat terhibur dengan candaan dari Meyra.
" Uhuk, uhuk. " Meyra yang saat itu sedang minum, lalu tersedak dengan ucapan dari Amirah.
"Aduh nak, maaf , maaf. Kamunya jadi tersedak." Amirah mengusap-usap punggung Meyra untuk meredakannya.
" Ma, pacar Mey itu kaku dan aneh ma. Dan selalu menjadi pelampiasan mas Akhtar dalam bekerja." Aqilla menahan tawanya.
" Qilla!!!." Mey sedikit melotot kepada Aqilla.
" Pelampiasan kerja? Aaaaaa... Apa itu Jason? Aih dasar anak itu, kenapa mama sampai tidak tau. Wah, kau hebat nak. Bisa menakhlukkan si Jason, mama kira tu anak tidak akan pernah jatuh cinta." Amirah merasa senang.
Siti dan Ayu datang membawa aneka kue yang dibawa oleh Amirah dan tak lupa air minum berupa sari buah segar, terlihat dari penampilannya yang sangat menggugah selera.
" Ayo nak, silahkan dinikmati. Mama dapat kiriman dari teman mama, terus mama pikir daripada dirumah nggak ada yang makan. Jadinya mama bawa saja kemari, lagian juga banyak. Yuk cicipi!." Amirah mendapatkan kue tersebut dari teman lamanya yang baru merintis usaha barunya dibidang kuliner.
Meyra dan Aqilla juga menikmati kue tersebut, para asisten rumah juga mendapatkannya. Tak lama kemudian, Aqilla memohon diri untuk melaksanakan kewajibannya, dan mama Amirah serta Meyra bergantian untuk melaksanakannya di musholla kecil dirumah tersebut. Aqilla berjalan perlahan menuju lif bersama Meyra, awalnya Amirah menawarkan bantuan. Namun hal itu ditolak Aqilla, takut mama mertuanya capek bolak balik.
" Jika sudah selesai, panggil aja ya Qil. Gue sholat di musholla aja, lu lain kali jangan dipublikasiin dong hubungan gue sama Jason. Malu gue Qil, Jason bening eh gue yang becek. Hahaha." Meyra berjalan meninggalkan Aqilla yang bengong.
__ADS_1
Dengan perlahan Aqilla berjalan menuju kamar mandi dan menggambil air wudhu, lalu ia keluar dari kamar mandi dan mengerjakan sholat. Setelah selesai sholat, ponselnya berdering. Ternyata itu adalah panggilan dari suaminya.
" Assalamu'alaikum ".
" Wa'alaikumussalam sayang, lagi ngapain? Dari tadi ditelfonin tapi nggak dijawab, apa mama masih disana?."
" Iya mas, kita sholat dulu. Keasikkan ngobrol tadi, mas dimana? Sholatnya sudah belum?".
" Ini lagi ngobrol sama kakek, tadi sudah kok. Ma..." Perkataan Akhtar terhenti.
Tok tok tok...
" Sebentar ya mas."
Aqilla berjalan menuju pintu kamarnya, saat ia membuka pintu tersebut.
" Siapa? anda siapa?." Aqilla merasa heran dengan orang yang berada dihadapannya, karena merasa asing dengannya. Apalagi orang tersebut menggunakan topi dan penutup muka, hal ini membuat Aqilla menjadi takut.
" Saya hanya menjalankan perintah nona." Orang itu berkata dengan wajah dinginnya.
" Mey! Mey! " Aqilla berteriak, namun tidak ada jawaban.
__ADS_1
Akhtar mendengar suara Aqilla dari sambungan telfon mereka saat itu berteriak dengan cukup keras, ia kemudian memanggil Aqilla dengan kuat. Namun percuma, tidak mungkin terdengar dari sana. Tanpa memutuskan sambungan telfon, Akhtar berusaha menghubungi orang dirumahnya, tapi semuanya tidak bisa. Rasa cemas semakin menjadi, begitu pula dengan Alfa. Ia melihat dan menyaksikan Akhtar seperti itu, rasa khawatirnya juga sangat besar.
" Ada apa dengan Qilla?." Alfa tampak sangat cemas.
" Akhtar harus pulang kek! Assalamu'alaikum." Segera saja Akhtar meninggalkan mansion sang kakek tanpa menghiraukan siapapun lagi.
" Wa' alaikumussalam.". Melihat Akhtar berlari dengan cepat dan mobil itu melaju dengan sangat kencang.
" Robert!!! Siapkan tim, kejar Akhtar! Aqilla dalam bahaya." Titah Alfa.
Robert menganggukkan kepalanya dan segera melaksanakan perintah dari tuan besarnya, tanpa menunggu lama. Mereka sudah siap dan menuju rumah Akhtar, dan sebagian lagi melakukan penyelidikan.
......................
" Ka kamu si siapa?" Aqilla mundur dengan memegangi perutnya.
" Saya hanya menjalankan tugas, nona." Orang tersebut dengan cepat menyerang Aqilla dan membungkam mulutnya dengan tangan.
" Eeeemmm, eemmmm."
Suara tersebut masih terdengar oleh Akhtar melalui ponselnya, dengan cepat ia melajukan mobilnya. Ia tidak ingin terjadi apa-apa dengan istri dan anak-anaknya, lalu ia segera menghubungi semua bawahannya.
__ADS_1
" Bre****ek, jika terjadi sesuatu pada istri dan anak-anakku, takkan kubiarkan mereka hidup. Aaakkhh!!." Akhtar merasa kesal dan menghantamkan tangannya untuk memukuli kemudi mobilnya.