Perjalanan Cinta Boss Mafia

Perjalanan Cinta Boss Mafia
Bab 149


__ADS_3

Tak terasa, kini usia kehamilan Aqilla sudah memasuki sembilan bulan. Artinya hanya tingal menghitung hari untuk proses melahirkan. Aqilla sungguh merasa bosan dengan sikap over protective dari sang suami berserta keluarga besarnya, bahkan untuk kekamar mandi saja harus menggunakan kursi roda.


" Mas, bosen! Boleh ke taman ya, please!." Aqilla memasang wajah memelasnya kepada Akhtar.


" No, no dan no. Kalau mau, pakai kursi roda dan mas yang akan mendorongnya." Akhtar menegaskan hal tersebut, jika tidak. Maka Aqilla akan memaksa untuk berjalan kaki menuju taman.


" Dasar Daddy over, over, over." Aqilla memasang muka cemberut.


" Kamu cemberut gitu, malah tambah gemes tau nggak. Anak-anak daddy, jangan buat bunda capek ya. Ayo kita ke taman, biar bunda kalian tidak cemberut lagi. " Akhtar tersenyum melihat muka sang istri.


Rumah tersebut kini ramai dengan penggemar dari baby triplet, Trio somplak dan konyol itu juga berada disana. Alih-alih menjadikan kata penggawalan ketat menuju launching baby triplet, begitu pula dengan Meyra. Ia merasa senang sekali, menemani sahabatnya itu menuju proses lahiran dan juga bisa bertemu setiap hari dengan sang pujaan hati, Jason.


" Kakek!!!." Aqilla yang saat itu sedang menikmati suasana di pagi hari, berteriak ketika matanya menangkap kehadiran sang kakek.


" Jangan turun!!! Biar kakek yang kesana." Alfa segera melarang Aqilla untuk menghampirinya.


Akhtar harus banyak menahan kesabarannya menghadapi Aqilla, terbiasa dengan kehidupan yang mandiri sebelumnya. Membuat Akhtar harus memutar isi kepalanya, membujuk dan merayu sang istri agak mau beristirahat. Setelah mereka berkumpul disana, bersama-sama menikmati hidangan yang disediakan oleh Siti dan Ayu. Ketika Akhtar dan Alfa sedang asik berbincang dan yang lainnya asik sendiri-sendiri, Aqilla merasakan dirinya ingin pergi ke kamar mandi. Tidak ingin merepotkan orang lain, lalu ia berdiri dari duduknya dan berjalan perlahan.


Kok bawahanku basah ya, apa aku ngompol atau hanya perasaanku saja? Aqilla.


Kembali meneruskan dengan merambat dan berpegangan pada benda-benda disekitarnya, namun perlahan-lahan perutnya terasa seperti diaduk dan tak tertahankan.


" Aaaakkkhh!!!." Teriak Aqilla dengan sangat kuat, membuat semua orang menoleh kepadanya.


" Sayang!!!".


" Qilla!!!."


" Kakak!!!"


" Nona!!!".


Mereka semua membeo dan segera mendekati sumber suara untuk melihat keadaan AQilla, dengan merintih kesakitan. Aqilla memegangi perutnya yang terasa sangat sakit, tetesan keringat yang banyak membasahi wajahnya.


" Sayang, kenapa?". Panik Akhtar memapah Aqilla untuk duduk.


" Mmm, sa sakit mas! Sa kit!!!." Aqilla terus menggerang dan menggenggam tangan suaminya dengan sangat kuat.


Amirah melihat pakaian bawah Aqilla yang sudah basah, merasa sangat kaget.


" Nak, sepertinya Aqilla akan segera lahiran. Lebih baik, kita segera membawanya kerumah sakit."

__ADS_1


" Aakkhh!! Tapi, usia kandungannya masih sembilan bulan dan prediksinya untuk lahiran masih beberapa hari lagi ma." Akhtar meringis kesakitan disaat Aqilla mengenggam dan menarik rambutnya.


" Jangan banyak protes, cepat bawa istrimu kerumah sakit. Ini air ketubannya sudah pecah, dasar laki-laki taunya hanya membuatnya saja." Amirah menjewer telingga Akhtar dengan sangat kuat.


" Hahaha, moment yang sangat langka ni bos." Leo mengabadikan kejadian itu dengan merekamnya.


Pllaakk


Pllaakk


Pllaakk


Tiga pukulan mendarat mulus dikepala Leo, dan itu membuatnya meringgis kesakitan.


" Kalian!!! Sakit Ini." Leo melotot kepada para pelakunya.


Jason, Adam dan Steiven sang pelaku hanya mendengus. Mereka kini tengah fokus membawa Aqilla kerumah sakit. Dan saat tiba dirumah sakit, Fera yang sebelumnya telah dihubungi telah menunggu mereka. Saat keluar dari mobil, penampilan Akhtar sudah sangat menggenaskan. Rambut yang sudah acak-acakan dan sedikit goresan dibeberapa lengan dan mukanya, membuat yang melihatnya tertawa.


Sementara Aqilla dibawa ke dalam ruangan untuk pemeriksakan kandungannya, kemudian Akhtar dapat bernafas lega.


" Hahaha, kau mirip sekali dengan gembel." Steiven menertawakan Akhtar yang terlihat seperti itu.


Hal itu juga di ikuti oleh trio somplak dan konyol, tak lupa Sang kakek juga ikut menertawakannya.


Disaat yang bersamaan, dokter Fera keluar dari ruangan tersebut.


" Perkiraan untuk lahiran nona Aqilla sepertinya lebih cepat, air ketubannya sudah pecah. Untuk melahirkan secara normal, sepertinya tidak mendukung. Kita harus segera melakukan tindakan ceacar, anda silahkan menandatangani surat persetujuannya dan persiapkan untuk pendonor darah jika nanti dibutuhkan." lalu Fera kembali masuk kedalam ruangan tersebut.


Dengan cepat, Akhtar memberikan persetujuannya. Lalu ia bersiap menemani sang istri untuk melahirkan sang buah hati, mereka mengikuti arahan dari sang dokter. Setelah persiapan telah lengkap, prosedur operasi pun dilakukan. Dan tak lama kemudian, terdengarlah suara yang mereka nantikan.


" Ooeekkk, ooeekk".


" laki-laki ". teriak dokter Fera.


(Sepuluh menit kemudian)


" Ooeekkk, ooeekk".


" Perempuan."


(Berselang lima menit)

__ADS_1


" Ooeekkk, ooeekk".


" Laki-laki."


Tanggis haru bahagia, Akhtar memberikan kecupan di dahi Aqilla.


" Anak kita sudah lahir sayang, terima kasih sudah berjuang menjadi Istri dan ibu dari anak-anakku." Aqilla yang saat itu menanggis bahagia, hanya bisa tersenyum.


Akhtar lalu meng-azankan anak-anaknya dan memperlihatkannya kepada mereka yang sedang menunggu di luar ruangan dari balik kaca, sungguh kebahagian yang tiada tandingannya. Menyambut dengan suka cita kelahiran sang penerus.


......................


Dua puluh tahun kemudian...


" Axel!!! Kembalikan punya kakak!" Alya berlari mengejar sang adik.


" Ambil sendiri, ye..." Axel melambaikan sebuah kunci ke atas.


Dengan raut muka yang sangat marah, Alya berteriak dengan sangat kencang. Membuat seisi rumah menjadi kaget, bahkan yang bisa jantungan.


" Axel!!!."


" Apa sih, Alya! " Azzam berjalan mendekati Adik perempuan satu-satunya.


" Axel ambil kunci motor Alya kak! Ini udah telat, nanti dosennya marah. Axel!!! Balikin." Alya kembali berteriak.


Keramaian ini hampir selalu terjadi setiap hari, menjadi hal yang biasa bagi penghuninya. Aqilla dan Akhtar hanya bisa tersenyum dengan ulah ketiga anaknya, setelah melahirkan tiga anaknya. Akhtar tidak ingin Aqilla mengandung lagi, dengan alasan tidak ingin Aqilla merasakan sakitnya kembali. Cukup dengan keberadaan triplet saja sudah membuat hari-hari mereka berwarna dan bahagia.


Azzam Wijaya, si sulung yang berkarakter bijaksana dan hampir menduplikat daddynya. Alya Wijaya, anak perempuan tunggal mereka yang mandiri seperti bundanya dan sedikit dingin seperti daddynya. Sedangkan Axel Wijaya, tidak tau menurun dari siapa. Sikapnya yang tengil, jahil dan untung saja tampan. Kembar tiga yang berbeda karakter itu melengkapi kebahagian pernikahan Akhtar wijaya dan Aqilla Nadifa.


Walaupun kehidupan dunia bawah, tidak bisa sepenuhnya Akhtar tinggalkan. Apalagi setelah sang kakek, Difander Alfansa atau biasa disebut Alfa tiada, kepemimpinannya diserahkan seluruhnya kepada Akhtar. Bagitu pula dengan Steiven, ia tidak mempunyai bakat dalam hal kepemimpinan. Dan ia juga mempercayakan keputusan dari sang kakek kepada Akhtar, untuk trio somplak dan konyol. Mereka akhirnya bisa merasakan apa itu cinta, setelah pendahulunya, Jason menikah dengan Meyra.


Untuk Haykal, ia lebih memilih untuk mengembangkan bisnisnya. Memimpin salah satu perusahaan yang diberikan oleh sang kakek di negara S, dan juga menetap disana.


Roda kehidupan terus berputar, walaupun menghindar akan tetap ada yang namanya ketidak sukaan.


...The End......


💐💐💐


Terima kasih atas waktunya untuk membaca karya Author, mohon maaf atas kekurangan yang terdapat pada karya ini. Tanpa dukungan dari kalian semua, karya ini tidak ada apa-apanya. Sekali lagi, Author ucapkan terima kasih.

__ADS_1


Nantikan karya Authornya yang lainnya ya, sampai bertemu di karya berikutnya.


__ADS_2