Perjalanan Cinta Boss Mafia

Perjalanan Cinta Boss Mafia
Bab 90


__ADS_3

Haykal belum mengetahui keadaan sang kakak, setelah ia melihat mansion kakeknya mendadak sepi. Bertanya kepada para penjaga dan mermaid yang berada disana, mereka hanya menjawab tidak tau. Bukannya mereka tidak tau, hanya saja perintah dari tuan besar mereka agar tidak memberitahukan.


Semakin dibuat bingung oleh keadaan, akhirnya Haykal merasa lega. Melihat kakak sepupunya yang menyebalkan itu pulang, tapi. Wajahnya sangat tidak bersahabat, sayu dan seperti benang kusut. Dengan keberanian, berjalan mendekatinya.


" Kak, tau kak Qilla kemana?" Tanya Haykal.


Stieven yang dalam kondisi hati, pikiran sedang kalut, sedih dan marah. Melihat Haykal dan mendengar pertanyaannya, semakin membuat Steiven pusing. Hanya tatapan tajamnya yang Haykal dapatkan, lalu Steiven beranjak untuk pergi ke kamarnya.


" Hei, kak Steiv. Tau nggak?" Dengan setengah berteriak, Haykal memanggilnya.


Steiven berhenti di pertengahan anak tangga menuju ke lantai atas.


" Tanyakan saja pada Kakek?". jawaban singkatnya, lalu ia melanjutkan langkahnya.


Dahi Haykal mengkerut seketika mendengar jawaban dari Steiven.


" Memang kau manusia paling menyebalkan yang aku kenal kak, sama saja seperti kakek, Ups! Kakek dengar tidak ya, maaf ya kek Haykal keceplosan." Menutup mulutnya dan berlalu masuk ke dalam kamarnya.


......................


Rumah Sakit...


Masih dengan kondisi serta keadaan yang sama, Aqilla belum menunjukkan perkembangan yang lebih lanjut. Alfa! Sudah pasti ia akan memulai permainannya.


" Sudah cukup kau menderita cucuku, maafkan kakek yang selama ini sudah lalai dalam menjagamu. " Alfa menanggis, sudah lama air matanya tidak pernah menggalir,

__ADS_1


Duduk dengan tenang di sofa yang tidak jauh dari Aqilla, ia mulai menggunakan ponselnya.


" Bawa ketempat biasa! Dan jangan lupa, beri sedikit kejutan kepada yang satunya." Alfa langsung memutuskan pembicaraannya.


Berjalan dengan perlahan mendekati Aqilla, menggusap punggung tangannya dengan perlahan. Lalu ia memberikan ciuman kasih sayang yang tak pernah cucunya dapatkan, sebuah kecupan manis di kening kepala Aqilla.


" Cepatlah bangun dari tidurmu sayang, Kakek akan memberikan yang terbaik dan terindah untukmu."


Alfa segera beranjak dari kamar Aqilla, membuka pintu ruangan tersebut dengan perlahan. Para penjaga yang berada disana, langsung sigap melihat tuannya!


" Jaga cucuku, nyawa kalian taruhannya." Alfa berjalan meninggalkan mereka.


" Baik tuan, kami akan menjaga Nona dengan baik." Jawab mereka.


Tidak membutuhkan waktu yang lama, kini Alfa telah sampai di sebuah bangunan yang cukup mewah. Bangunan itu hanya umtum mengelabuhi saja, Alfa turun dari mobilnya dan berjalan menuju tempat yang bawahannya arahkan, terasa auranya sudah sangat mencekam.


Kini, mereka telah tiba, memasuki suatu ruangan yang cukup mewah.


" Selamat datang tuan besar! Silahkan." Robert menyambutnya.


Alfa berjalan mengikuti langkah Robert, disana sudah ada seorang gadis yang keadaannya masih utuh dan mulus sedang tertidur.


Alfa berjalan mendekatinya, dengan menyeringai kecil ia bergumam.


" Heh, ja**lang!!! Cukup cantik wajahnya, bagaimana kalau aku memberikan polesan kecil untuk menambah kecantikannya." Hahaha, tawa Alfa terdengar sangat kuat.

__ADS_1


" Robert! Bawakan alat make upnya, akan kubuat dia semakin cantik."


Dengan cepat, Robert berjalan membawa beberapa alat yang diminta oleh tuannya. Alfa menerimanya, lalu membukanya dan menggambil satu alat kecil.


" Selamat menikmati ja***lang!".


Srreet


Srreet


Srreet


Alat itu menari indah di atas wajah sang wanita tersebut, menggukir satu demi satu goresan yang semakin memperlihatkan sesuatu. Aliran darah sudah membasahi wajah wanita tersebut, setelah selesai. Alfa membersihkan tangannya dan tertawa.


" Hahaha, nikmatilah permainan ini. Akan kubuat kalian menerima hadiah dariku, atas perbuatan kalian kepada cucuku. " Alfa kemudian beranjak pergi dari sana.


Kini, giliran Robert yang bertugas.


" Bawa wanita ini kerumah sakit, berikan perawatan yang terbaik. Jangan ada satupun yang terlupakan, bereskan semuanya." Titah Robert kepada para bawahan mereka yang berada disana.


" Baik tuan." Lalu mereka segera melaksanakan perintah dari tuannya.


Membawa wanita itu keruamah sakit dan memberika perawatan yang terbaik, menggarang sedikit cerita agar sempurna. Lalu mereka meninggalkannya begitu saja.


Alfa membiarkan wanita itu untuk mendapatkan perawatan, yang nantinya akan dipermainkannya lagi.

__ADS_1


__ADS_2