Perjalanan Cinta Boss Mafia

Perjalanan Cinta Boss Mafia
Bab 61


__ADS_3

" Tuan!." Jawab Aqilla pelan.


" Sayang, Lihat ni. Sepatu aku jadi lecet, semua ini gara-gara perempuan tidak tau malu ini. Berlagak sombong bisa mengganti rugi, tapi ternyata mi**kin. Jadi jelek kan sepatunya." Joana bergelayut manja di lengan Akhtar.


Aqilla segera menundukkan pandanganya, dengan cepat ia berlutut dan mencium sepatu Joana setelah itu, ia segera pergi dari kerumunan dengan berlinangan air mata. Melihat Aqilla pergi, Lastri sangat terkejut.


" Sungguh orang kaya seperti kalian ini tidak punya hati, makan tu sepatu. Biar tambah kaya!." Lastri berlari menggejar Aqilla.


" Apa yang kau lakukan?" Tanya Akhtar dengan mata memerah, melihat Aqilla mencium sepatu Joana.


" Aku minta rugilah sayang, sepatu aku lecet. Dia bilang nggak punya uang, ya sudah aku suruh aja cium sepatu aku biar kuanggap lunas. Aku benar kan?!". Joana meminta pembelaan.


" KAU!!!." Akhtar menahan emosinya, lalu ia menghempaskan tangan Joana dengan kasar dan pergi begitu saja meninggalkan Joana sendirian.


" Sayang, tunggu!" Joana berteriak menyusul Akhtar.


......................


Berlari tak tentu arah dengan air mata yang sudah menggalir sangat deras, Aqilla duduk disuatu taman. Merasakan sesak didada, melihat orang yang selama ini ia rindukan. Tiba-tiba berjumpa dan menggandeng seorang wanita, sangat miris melihatnya.


" Mungkin ini yang namanya perbedaan kasta, sadar Aqilla, sadar." Dengan terisak, Aqilla merasa sangat terpuruk.


" Qilla." teriak Lastri.

__ADS_1


" Kamu nggak apa-apa kan?." Lastri memeluk Aqilla, terasa sangat tubuh Aqilla bergetar.


" Nggak apa-apa kok, cuma malu aja tadi. Hehehe." berusaha menutupi perasaannya saat ini, Aqilla tidak ingin menambah sesak di dada.


" Lain kali, aku nggak mau lihat kamu kayak gitu lagi. Lebih baik berantem daripada ngejatohin harga diri, Qilla. Kayaknya pacar tu perempuan juga nggak suka dengan sikapnya, kelihatan banget wajahnya tadi memerah mau marah." Lastri menceritakan apa yang ia lihat.


" Udah, nggak usah dibahas Las. Balik yuk, nanti kena marah."


" Okelah kalau begitu, jangan sedih lagi ya." Lastri merangkul pundak Aqilla, lalu mereka beranjak kembali ke kantor.


Dari sudut yang jauh, ada seseorang yang sedang menggamati setiap kegiatan Aqilla. Dia adalah orang suruhan Akhtar, yang bertugas memantau setiap aktivitasnya Aqilla dan melaporkan padanya.


......................


Akhtar menghempaskan setiap benda yang berada didekatnya, merasa sangat tidak berguna. Melihat orang yang ia cintai, mendapat penindasan dari orang yang sangat ia benci. Namun ia tidak bisa melakukan apapun, jika ia bertindak gegabah. Maka, nyawa wanita yang telah melahirkannya akan terancam.


" Tuan, jangan terlalu banyak minum." Leo merampas botol minuman yang berada di tangan Akhtar.


" Lepaskan, aku bilang lepaskan!!!." Teriak Akhtar.


Dengan seluruh tenaga yang dimiliki oleh Leo, ia berhasil menggambil botol minuman ditangan bosnya. Lalu Akhtar menghidupkan sebatang ro**ok dan menghembuskan asapnya.


__ADS_1


Tidak biasanya bos kayak gini, apa iya. Semuanya ini karena nona Aqilla menolak cintanya? War bia za tu nona Aqilla. Batin Leo.


Ddrrtt...


Ddrrtt...


" Hallo. Hem baiklah, aku mengerti." obrolan itu terhenti.


Dengan perasaan yang was was, Leo memberanikan diri untuk berbicara. Setelah mendapatkan informasi dari teman lainnya.


" Tuan, perusahaan kita di negara C menggalami masalah. Ada orang yang sengaja merusak perolehan investasi saham kita, kini hanya lima puluh lima persen tersisa."


" Terus?!!." Dengan masih menggisap ro**ok, Akhtar memahami perkataan Leo.


" Gudang amunisi di perbatasan, mengalami kebakaran besar. Dan, penjualan senjata kita, telah digagalkan oleh seseorang." Akhirnya, Leo bisa menghembuskan nafasnya.


Bbbrrraakk!!!


Meja yang berada dihadapan Akhtar dan Leo hancur seketika, hal itu membuat Leo bergidik ngeri.


Mampus!!! Raja hutan kini telah kembali dari tidur panjangnya, mana si raja gosip (Jason) dan pelawak (Adam) itu? Gue sendirian ini, Ya Tuhan. Batin Leo.


" Kita ke perbatasan dulu, hubungi yang lainnya. Sudah lama tidak bermain-main lagi seperti ini!!! Heh." Seringai Akhtar berjalan meninggalkan kegundahannya kepada sang kekasih.

__ADS_1


" Baik tuan!!." Leo segera menghubungi Jason dan Adam, untuk segera berangkat menuju perbatasan.


__ADS_2