Perjalanan Cinta Boss Mafia

Perjalanan Cinta Boss Mafia
Bab 132


__ADS_3

Disaat para tamu sedang menikmati santapannya, ada seorang pelayan yang berjalan mendekati sang penggantin. Pelayan tersebut dengan cepat mencapkan sebuah senjata tajam ke arah mereka.


" Aaakkkhh!." Jerit Aqilla dengan sangat keras.


Mendengar teriakan dari Aqilla, membuat semua orang berhenti dari kegiatannya dan mengarahkan semua perhatiannya kepada mereka. Terlihat seorang pelayan wanita yang terpaku dihadapan Akhtar, disaat pelayan tersebut melayangkan senjata tajam ke arah Aqilla. Dengan cepat senjata itu Akhtar menahannya menggunakan tangan.


" Heh, sudah kuduga!." Akhtar menyeringai kepada pelayan tersebut.


Karena tugasnya gagal menancapkan senjata tersebut kepada penggantin wanita, pelayan tersebut segera meminum sebuah cairan didalam botol kecil yang ia bawa. Dengan seketika, mulutnya menggeluarkan busa yang sangat banyak. Pelayan itu jatuh kelantai, dan tewas.


" Kamu tidak apa-apa, sayang?!." Akhtar meraih tubuh Aqilla yang bergetar karena ketakutan.


" Ti tidak apa-apa mas, tangan mas berdarah!." Aqilla sangat kaget dengan kejadian itu, apalagi melihat tangan Akhtar sudah berlumuran darah.


Semua orang terkejut melihat kejadian itu, pihak keluarga segera berhamburan mendekati penggantin.


" Lebih baik obati dulu lukamu nak! Robert, Steiven. Kalian atasi semua kekacauan ini." Alfa memberikan perintah.


Akhtar dan Aqilla segera memisahkan diri dari kerumunan acara, Alfa dan beserta trio konyol menyelidiki kejadian tersebut. Amirah sangat khawatir dengan hal ini, melihat sang putranya dengan tenang menghadapi peristiwa ini.

__ADS_1


......................


Didalam ruangan terpisah, Aqilla dan Akhtar segera mengganti pakaiannya. Dan melihat luka Akhtar yang masih menggeluarkan darah, membuat Aqilla menjadi panik.


" Mas! kita kerumah sakit saja ya, luka mas harus segera di obatin.". Wajah Aqilla terlihat sangat cemas.


" Tidak apa-apa, sayang. Melihatmu saja sudah menjadi obat penghilang rasa sakit." Akhtar memberikan gombalannya, agar Aqilla tidak panik.


" Nggak, kita kerumah sakit. Aku nggak mau mas kenapa-napa, Ayok! Nggak ada bantahan, oke." Aqilla membawa Akhtar dengan sedikit paksaan, karena dia masih tidak mau dibawa kerumah sakit.


"Wow, cantiknya mas ini seketika berubah jadi singa betina yang ganas ya!." Akhtar tertawa dengan perubahan Aqilla.


Mengikuti langkah Aqilla yang menuruni anak tangga, mereka pun menjadi pusat perhatian.


" Nak, kalian mau kemana?" Tanya Amirah yang saat itu masih berada disana.


" Ini ma, Qilla mau bawa mas Akhtar kerumah sakit. Darah ditangannya nggak mau berhenti.!" Wajah Aqilla masih tamoak khawatir.


" Benar nak, ayo mama temenin. " Amirah pun sependapat dengan pemikiran menantunya tersebut. Dan Akhtar pun tak bisa menolaknya.

__ADS_1


Setibanya dirumah sakit, mereka bertemu dengan Evan. Ia akan baru pergi ke acara pernikahan mereka, namun akhirnya mereka bertemu dirumah sakit.


" Kok pengantin baru dirumah sakit? Hei, kenapa lagi tanganmu itu?." Evan menatap tangan Akhtar yang dibalut kain dan ada tetesan darah yang keluar dari sana.


" Cerewet, cepat kau obati saja!." Suara Aqilla membuat Evan terkejut.


Tanpa menunda, Akhtar menarik lengan Evan yang masih membulatkan mulutnya. Hingga mereka kini berada didalam ruang tindakan, mata para perawat yang berada disana memandangi kedua pria tampan itu dengan tidak berkedip.


" Van!!!." Akhtar memberikan kode.


" Aish, kau ini. Baiklah!Kalian semuanya keluar dulu, saya mau gunakan ruangan ini." Titah Evan kepada mereka, lalu mereka meninggalkan ruangan tersebut dengan mata yang masih melirik kedua pria tersebut.


" Memangnya ada apa lagi Tar? Hari ini hari bahagia kalian, kenapa kau bisa terluka seperti ini? Aneh." Evan mengobati luka pada tangan Akhtar.


" Entahlah, sepertinya ada pemain baru yang ingin bermain. Biasa sajalah!." Akhtar dengan santainya berbicara.


" Hah, yang aku takutkan adalah kakak ipar bukan kau. Kau juga harus ekstra menjaganya, musuhmu akan menjadikannya sebagai titik lemah untukmu. Selesai!! Lukamu sudah teratasi. Cepat temui kakak ipar, pasti dia merasa cemas." Evan menepuk pundak sepupunya itu, dan mereka pun kembali ke mansion Alfa.


Karena keinginan Aqilla, akhirnya Akhtar menurutinya untuk beristirahat dirumah sakit, ia tidak mau membuat Aqilla yang saat ini sudah menjadi istrinya semakin khawatir. Begitu pula dengan Amirah, ia menyetujui agar Akhtar dirawat.

__ADS_1


__ADS_2