Perjalanan Cinta Boss Mafia

Perjalanan Cinta Boss Mafia
Bab 143


__ADS_3

Dilain tempat...


Seorang pria yang usianya sudah memasuki setengah abad itu sedang meresapi sebuah benda yang mengeluarkan asap, dengan tenangnya ia menikmati dan menghembuskan asapnya keluar.


" Lapor tuan, informan kita sudah memasuki area mereka." seorang bawahan menyampaikan informasi.


" Bagus, persiapkan semuanya. Nyawa harus dibayar nyawa, darah dengan darah. Heh, bodohnya anak itu melemparkan nyawanya sendiri untuk pria seperti dia."


James Axton, dia adalah seorang pemimpin dunia bawah yang masih memiliki kuasa yang sangat berpenggaruh hingga saat ini. Perpisahannya dengan sang istri setelah melahirkan sang anak dan anaknya meninggalkan dia setelah memasuki usia dewasa yang kemudian memilih untuk hidup sendiri dan mandiri. Walaupun hal itu tidak terlepas dari pengamatan dan bantuan darinya, hingga akhirnya membuat ia hidup sendirian. Namun, karena sifat yang tamak dan iri ada pada diri sang anak. Membuat anaknya itu dengan mudahnya menyerahkan nyawanya sendiri ditangan seorang pria, yang dahulunya mereka saling mencitai.


Joana, dia adalah anak dari James Axton. Sang leader mafia yang cukup berpengaruh, namun ia sangat jarang menampakkan dirinya dihadapan publik. Hingga akhirnya, ia menerima berita kematian sang anak. Dan saat ini, dia berniat untuk melakukan pembalasan terhadap orang yang membuat nyawa sang anak melayang.


Namun dibalik itu semua, James tidak menyadari ada sesuatu hal yang luput dari pikirannya. Seseorang yang lebih memiliki kuasa daripada dirinya. Dan hal itulah yang akhirnya, akan membuatnya hancur.


" Segera laksanakan, tidak udah menunggu lama. Ia harus merasakan bagaimana kehilangan seseorang yang sangat ia cintai. Hahaha." Tawa James terdengar sangat menyeramkan.


" Baik tuan, akan segera kami laksanakan."



......................


Saat ini, Akhtar beserta dengan trio somplak dan konyol itu sedang membahas sesuatu.


" Leo, Jelaskan!." Akhtar memijat keningnya dan menyandarkan punggungnya pada kursi.


" Ini murni tindakan balas dendam bos, tapi sayangnya. Jaringan mereka tidak bisa kita retas begitu saja, tingkat pengamanan yang mereka miliki sangat kuat. Kode rahasia milik kita tidak bisa menjangkaunya, sepertinya orang ini sangat berpengaruh bos." jelas Leo kepada Akhtar.

__ADS_1


" Dan kau Jas! Apa yang kau temukan?".


" Saham kita di beberapa kantor cabang, mengalami penurunan yang sangat drastis bos. Banyak investor meminta kejelasan dari kejadian ini, bahkan ada beberapa yang menarik dirinya dari perusahaan kita." Jason menyerahkan sebuah berkas kepada Akhtar.


Melihat berkas yang diberikan Jason padanya, kening Akhtar semakin berkerut. Berkas tersebut dilemparkan begitu saja oleh Akhtar dan mendarat dengan sangat cantik di lantai. Ia kembali menghempaskan punggungnya pada sandaran kursi dan memejamkan mata.


Siapa orang yang melakukan ini? Sehebat apa dia? Huh! Akhtar.


Akhtar menggambil ponsel dari dalam saku jasnya, lalu ia menghubungi seseorang yang tak lain adalah sang kakek dari istrinya.


" Hallo kek, bisa bertemu? Baiklah." memasukan kembali ponselnya.


Terdengar kegaduhan dari salah satu ruangan disana, membuat Akhtar menaikan satu alisnya keatas.


" Biasa bos, suara tikus curut yang tamak." Leo dengan santainya menjawab penasaran mereka.


Tanpa berbicara, Akhtar berjalan menuju ruangan tersebut. Terlihat tubuh Sofiyan tergeletak dengan kondisi yang sangat memperhatinkan, orang tamak akan harta yang sudah berani melakukan kecurangan di perusahaannya.


" Akkhh!!! Lepaskan jahanam, bre***k. Lepaskan!!!." Teriakan demi teriakan yang keluar dari mulut Sofiyan. Tangan Akhtar masih sangat asik mengukir dan ...


Ccrasshh...


Ccrasshh...


"Aaakkhh!!! Ba***an kau, Aakkhh."


Tanpa rasa iba, alat tersebut memisahkan kedua telinga Sofiyan. Cairan berwarna merah itu mengalir dengan sangat deras, Akhtar dengam senyum sinisnya.

__ADS_1


" Hatiku saat ini sedang tidak baik, tikus kecil! Nikmatilah hadiah dariku." Seringai wajah Akhtar tampak dengan jelas.


Ssruutt...


Ssruutt...


Ssruutt...


Alat kecil itu menghujam tubuh Sofiyan berkali-kali, disaat akan menghantamkannya kembali. Segera Jason menarik tubuh bosnya itu, dan sedikit menjauh.


" Bos, nona sedang hamil. Tidak baik untuk melakukan hal itu, biarkan kami yang menyelesaikannya." Jason mengingatkan tuannya.


" Ah, bagaimana aku bisa lupa. Terima kasih Jas! Kalian selesaikan sisanya. Dam, ayo pergi."


" Hahaha, istrimu sedang hamil baj***an. Kau akan menerima karma dari perbuatanmu ini, hahaha!!!." Sofiyan tertawa dengan sangat keras.


Mendengar perkataan Sofiyan saat itu, membuat darah Akhtar mendidih. Ia menarik senjata dari balik jasnya dan mengarahkannya kepada Sofiyan. Namun hal itu segera Adam sadari, ia langsung menghalau bosnya itu. Dan mengingatkan kembali kondisi nona mereka yang sedang hamil. Akhirnya Akhtar melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu dan di ikuti oleh Adam dibelakangnya.


Setelah bosnya pergi, Jason dan Leo saling berpandangan. Mata mereka mengisyaratkan untuk siapa yang akan mengeksekusi pria itu, lalu dengan gerakan yang sama. Mereka mengambil senjatanya sendiri-sendiri lalu mengarahkannya ke target sasaran.


Dor


Dor


Dor


Dor

__ADS_1


Sofiyan tewas seketika, lalu Jason dan Leo menyeringai dengan penuh kemenangan.


......................


__ADS_2