Perjalanan Cinta Boss Mafia

Perjalanan Cinta Boss Mafia
Bab 65


__ADS_3

Negara C...


Leo dan Akhtar sedang memeriksa beberapa berkas di perusahaannya itu, banyak sekali data yang tidak akurat dengan laporan yang ada. Hal ini membuat Akhtar merasa geram, siapa lagi yang sedang menggusiknya kali ini.


" Leo, panggil direktur keuangan kemari!" Akhtar memijit keningnya.


" Baik bos." Leo berlalu.


Akh!! Kenapa banyak sekali kejadian akhir-akhir ini, membuat kepalaku semakin sakit. Apalagi yang akan terjadi nanti? Batin Akhtar.



Tak lama kemudian, datanglah Leo bersama seorang pria.


" Tuan.!" Leo menyadarkan Akhtar dari ke fokussannya dalam memeriksa berkas yang ada.


Akhtar menghentikan kegiatannya, mendaratkan punggungnya untuk bersandar. Menatap wajah pria yang dibawa oleh Leo dengan tatapan tajam dan dingin, namun tidak bagi pria tersebut.


Abraham, direktur keuangan. Wajahnya sudah tampak memutih, pucat pasi.


" Pak Abraham, sudah berapa lama kau berkerja padaku?." Tanya Akhtar datar.


" Su sudah li lima tahun tuan." Jawabnya dengan tubuh yang bergetar.


" Hem, sudah lumayan lama ya. Kau pasti sudah tau dengan pasti kan, aku sangat membenci pengkhianat! Kau pahamkan?." Akhtar meninggikan nada bicaranya.

__ADS_1


Tanpa menunggu lama, Abraham segera berlutut dihadapan Akhtar.


" Tuan, tolong maafkan saya. Tolong maafkan saya tuan. Saya terpaksa melakukkan ini, maafkan saya." Abraham dengan berlutut.


" Heh, kau bilang maaf?" Akhtar menarik kerah baju Abraham dan menghempaskannya.


" Bawa ketempat biasa!" Titah Akhtar kepada Leo.


" Baik bos." Leo segera membawa Abraham ketempat penyiksaan yang berada di sebuah ruangan.


Abraham masih terus memohon maaf dengan kata-katanya, namun Akhtar dengan sengaja menulikan pendengarannya.


Akhtar kembali memfokuskan dirinya untuk segera menyelesaikan permasalahan di perusahaannya, rasanya ia sudah sangat muak dengan para pengganggu kecil.


......................


" Wuih, bajunya kurang bahan. Orang kaya, suka bener pakai yang kurang-kurang ya Qil?." Tanya Lastri.


" Tau' ah, udah kerja lagi." Aqilla malas untuk ikut campur urusan orang lain.


" Iya deh, nyonya. Gue do'ain lu jadi nyonya besar dan nggak lagi jutek kayak be*bek." Lastri melihat Aqilla meliriknya dengan tatapan tajam, ia langsung menggeluarkan jurus dua jari.


Masih saja terjadi keributan, wanita itu bermaksud untuk menunggu di dalam ruangan bos mereka. Namun di larang oleh sekretarisnya bos, karena sekretaris bos yang kali ini sangat garang dan tidak mau tawar menawar.


" Topong anda tidak menimbulkan keresahan di kantor ini, nona! Kalau tidak, saya akan memanggil keamanan untuk menggusir anda." Teriak sang sekretaris.

__ADS_1


" Apa kamu bilang, menggusir saya! Kamu tidak tau saya ini siapa? Akan saya pecat kamu." Wanita itu adalah Joana.


" Itu bukan wewenang anda nona, diam dan duduk manis disana. " ucap Veny, si sekretaris.


Dengan langkah yang dihentak-hentakkan, akhirnya Joana mau tidak mau menuruti perkataan Veny. Menunggu satu jam lamanya, akhirnya si bos datang.


" Maaf bos, ada wanita yang ingin bertemu dengan bos." Veny menggarahkan tangannya menunjukk keberadaan Joana.


Mata elang si bos melirik ke arahnya, dia adalah Kevin Alberto. CEO dari perusahan di tempat Aqilla bekerja, dingin dan penuh rahasia.


" Sayang!!!" Joana langsung berjalan mendekati Kevin.


Langsung memeluknya dan bergelayut manja.


" Sudah lama?" Tanya Kevin.


" Lama banget, apalagi ni wanita suruh aku nungguin disana. " Joana menggadu.


Kevin hanya tersenyum simpul, lalu ia mengajak Joana untuk masuk ke dalam ruangannya.


" Huft, sayang. Kapan kita akan menikah? Aku sudah capek harus berada diperusahaan si anak pungut itu." renggek Joana.


" Tunggu sebentar lagi, apa yang sudah kau dapatkan? " Tanya Kevin.


" Kayaknya dia tidak menyimpan seluruh asetnya di kantor, aku sudah memeriksa ruangannya. Tidak ada yang kudapatkan."

__ADS_1


Perempuan bodoh, sangat bodoh. Akhtar Wijaya! Saatnya kita bermain!!!. Batin Kevin.


Kevin Alberto, pemimpin dari kelompok Elang hitam yang terkenal dengan kekejamannya. Musuh bayangan Akhtar yang selama ini selalu bermain-main dengannya tanpa jejak, kelompok yang sangat ditakuti sama seperti kelompok yang dipimpin oleh Akhtar. Namun masih kalah jauh, dengan kekuasaan Alfa.


__ADS_2