Perjalanan Cinta Boss Mafia

Perjalanan Cinta Boss Mafia
Bab 56


__ADS_3

Beberapa hari kemudian...


Akhtar selalu dengan sabar menemani Aqilla, walaupun ia belum sadar. Evan semakin merasa bersalah melihat adegan mereka berdua seperti itu, dimana kondisi Aqilla mulai membaik. Namun ia harus segera mendapatkan pendonor baru untuk menyambung hidup, Leo yang bertugas untuk mencari pendonor masih belum memberikan kabar.


" Van, apa belum ada kabar dari Leo? " Akhtar bertanya dengan tangannya masih memegang tangan Aqilla.


" Belum Tar, semoga secepatnya ada kabar baik dari Leo."


" Hem." jawab Akhtar singkat.


" Bun bunda, A A Ayah."


Akhtar dan Evan melonggo dan merasa terkejut. Mata mereka berdua tertuju kepada Aqilla, yang perlahan-lahan bersuara.


" Sayang, apakah benar itu suara kamu sayang?" Akhtar merasa sangat kaget.


" Bunda, Ayah, jangan pergi. "


" Sayang bangunlah, jangan seperti ini." Akhtar mencoba membuat Aqilla untuk sadar.


Evan langsung memeriksa keadaan Aqilla, ia benar-benar kaget. Perlahan-lahan Aqilla membuka mata, berusaha menyamarkan cahaya lampu yang mengenai matanya.


" Syukurlah kamu sadar Qilla." wajah Evan sedikit bercahaya.


" Tuan, saya dimana?"


" Kamu dirumah sakit sayang, jangan banyak bicara dulu. Lebih baik istirahat lagi ya, biar lebih enakan." Akhtar tersenyum bahagia.


Aqilla menuruti apa yang Akhtar katakan, ia pun kembali tidur.


" Gimana Van kondisinya?"

__ADS_1


" Untuk saat ini, cukup baik. Eh sebentar, ponsel gue." Ternyata ponsel Evan bergetar, ada sebuah panggilan masuk.


" Hallo, gimana?." tanya Evan, panjang umur, ternyata yang menelfon adalah Leo.


" Wuih, ternyata nasib nona bagus banget ya. Gue da dapet ni. " Jawab Leo.


" Alhamdulillah Ya Allah, aman nyawa gue. Ups!." karena terlalu sangat gembiranya.


......................


Setelah memastikan semua keadaan Aqilla baik, Evan segera menyiapkan untuk pelaksanakan operasi.


" Jangan takut sayang, yakinlah semuanya akan baik-baik saja." Akhtar menenangkan Aqilla yang tampak takut.


" Iya kak, jangan takut. Kita semua sayang sama kakak, Jangan nyerah." Haykal juga ikut menyemangati sang kakak.


" Bener banget Qil, kalau lu sampe nyerah. Bakal gue cincang kedua pria aneh ini buat elu, nggak bakalan gue biarin pokoknya." Meyra melotot kepada Akhtar dan Jason.


" TIDAK!!!" ke empat orang tersebut berteriak bersamaan.


" Kompak bener ya." Tawa Aqilla lepas.


" Kamu ini, kalau Evan gagal lagi kali ini. Akan saya buat dendeng dia sayang, dan kau Evan. Jangan harap bisa lari, camkan itu." Akhtar mengintimidasi Evan dengan tatapan tajamnya.


" Heh, kakak ipar. Kau sungguh membuat nyaliku menjadi ciut kali ini, bisa tidak kau merayu raja hutan ini untuk tidak membunuhku jika gagal? Aku masih ingin hidup dan punya pacar juga seperti kakak ipar, kalau dia membunuhku. Kasihan wanita yang menjadi pacarku nanti, oke." Evan sedikit membuat suasana menjadi tidak tegang.


" Kau ini dokter atau jomblo ngenes sih? Siapa yang mau jadi pacar lu, wajah aja tampan tapi otak sama aja kayak siput." Meyra dengan mulut pedasnya.


" Wanita ini, lama-lama gue potong juga lidah lu. Udah ah, kakak ipar bersiaplah. Otakku jadi gesrek disini, gila semuanya." Evan berlalu.


" Ingat sayang, jangan takut. " Akhtar mencium kening Aqilla.

__ADS_1


Jason, Haykal dan meyra sontak melotot, melihat aksi Akhtar tadi.


" Eist, nyosor aja. Inget, belum halal. " Haykal menyindir Akhtar.


Aqilla dan Akhtar menjadi tersenyum malu, perlahan-lahan hati Aqilla mulai menerima kehadiran Akhtar.


Kini saatnya Aqilla harus masuk kedalam ruangan operasi, dengan usaha keras Leo Akhirnya ia mendapatkan pendonor.


Lampu ruangan operasi menyala, dengan perasaan yang begitu campur aduk. Berharap operasi ini akan berhasil dan tubuh Aqilla bisa menerimanya.


Satu jam...


Dua jam...


Tiga jam...


Empat jam...


Lima jam...


Ting...


Lampu itu padam, tanda tindakan operasi telah selesai.


Tak...


Pintu terbuka, Evan Keluar dengan wajah yang sulit di artikan.


" Bagaimana???." Tanya mereka semua yang menunggu.


......................

__ADS_1


__ADS_2